Kupang, Suara Harapan– Siklon tropis badai Seroja yang terjadi di Nusa Tenggara Timur pada tanggal 4-5 April 2021 turut juga dialami oleh Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM) Tirta Lontar Kabupaten Kupang. Direktur PDAM Yoyarib Mau kepada suara harapan di ruang kerja Jln. Anggrek No.14, Oepura (Rabu, 14 April 2021) menyatakan dampaknya badai seroja hampir menyeluruh NTT (kota dan kabupaten Kupang), artinya baik masyarakat, institusi, apalagi PDAM yang tentunya bersentuhan langsung dengan keadaan alam. Dalam hal ini sumber-sumber air maupun sungai, yang menjadi sumber pelayanan PDAM, contoh ada beberapa mata air yang karena meluapnya air yang cukup besar, membuat bak pecah, titik sumber air di Baumata, Amabi Oefeto, Air Sagu, Takari, dll.

Ia menambahkan semua pipa yang mengairi air ke pelanggan terlepas konstruksinya. Bahkan rumah-rumah pompa, pohon-pohon yang kami pelihara sebagai bagian untuk menjaga keberlanjutan dari air, semua tumbang menimpa gedung PDAM, di mana adanya pompa air di tempat. Salah satu contoh di Air sagu, itu hancur total, rumah pompanya, baknya hancur, dengan pipa-pipa.

Menurut Yarib PDAM Kabupaten Kupang ke depan tetap akan mengupayakan pengerjaan perlahan-lahan. “Mungkin pelayanan agak terganggu. Tetapi kami berharap dua minggu ini masyarakat sudah bisa menikmati air”.

Yoyarib berharap PDAM ditopang dengan kelancaran PLN dalam perbaikannya sehingga pompa-pompa yang menggunakan tenaga listrik bisa segera kami operasikan.

PDAM tentu akan berkoordinasi dengan pemerintah bagaimana dapat menyelesaikannya, yang bisa ditangani dengan kas dana PDAM pasti kami akan melakukan penanganan pelayanan kepada masyarakat.
Untuk jumlah kerugian jika dipresentasikan, Kemungkinan besar itu sekitar lima ratus juta berdasarkan pendataan dari lapangan yang telah PDAM kaji. Pungkas Yarib.

Komentar