Demikianlah perbuatan Hizkia di seluruh Yehuda. Ia melakukan apa yang baik, apa yang jujur, dan apa yang benar di hadapan TUHAN, Allahnya. Dalam setiap usaha yang dimulainya untuk pelayanannya terhadap rumah Allah, dan untuk pelaksanaan Taurat dan perintah Allah, ia mencari Allahnya. Semuanya dilakukannya dengan segenap hati, sehingga segala usahanya berhasil.
(2 Tawarikh 31:20-21)
Hizkia adalah salah seorang raja yang berhasil dalam Tuhan. Keberhasilan Hizkia dapat kita ukur diperpanjangnya usianya 15 tahun lagi. Apa yang menjadi kunci keberhasilan Hizkia? Yaitu dia melakukan “apa yang baik, apa yang jujur, dan yang benar di hadapan Tuhan, Allah.”(ayat 20). Artinya ia tidak berbuat dosa.
Jadi, kalau kita mau berhasil dan diberkati Tuhan, maka yang pertama yang harus kita lakukan adalah kita harus bekerja dengan baik, jujur dan benar. Jangan berbuat dosa.  Selanjutnya dikatakan : ia mencari Allahnya. Artinya Hizkia mencari kehendak Tuhan dan dalam hal itu ia mengandalkan Tuhan, Allahnya. Itulah prinsip yang harus kita lakukan, yaitu mencari kehendak Tuhan dan mengandalkan Dia. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan (Amsal 3:7)
Hizkia berhasil karena semuanya dilakukan dengan segenap hati, sehingga segala usahanya berhasil. Semua hal itu, yaitu dalam hal melakukan apa yang baik, yang jujur, dan yang benar itu, serta dalam upayanya mencari kehendak Tuhan, semuanya dilakukannya dengan segenap hati, dengan sungguh-sungguh. Itulah yang membuat dia berhasil.
Mari, lakukan hal yang sama, maka seperti Tuhan membuat Hizkia berhasil, Tuhan pun akan membuat kita berhasil juga. Perlu kita mengingat, kalau kita tahu berbuat baik (yang terbaik) dan kita tidak melakukannya, maka kita bukan saja tidak akan diberkati, malahan kita telah berbuat dosa. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.(Yakobus 4:17)
Segala usaha kita yang tanpa berkat Tuhan, akan sia-sia. Sekalipun tampaknya menghasilkan, tetapi hasilnya akan tetap sia-sia. Seperti menyimpan uang di kantong yang berlobang. Salomo orang yang paling kaya dan berhikmat di dunia berkata;

“Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.” (Mazmur 127:1-2).

Uchanel

KOMENTAR ANDA