Kelahiran para Buddha merupakan sebab kebahagiaan. Pembabaran Ajaran Benar merupakan sebab kebahagiaan. Persatuan Sangha merupakan sebab kebahagiaan. Dan usaha perjuangan mereka yang telah bersatu merupakan sebab kebahagiaan. (Dhammapada, Syair 194)

Suara Harapan – Bulan Mei 2021 merupakan bulan penuh makna bagi bangsa Indonesia. Berturut-turut kita mengenang dan merayakan hari besar nasional maupun hari besar keagamaan. Dimulai dengan Hari Pendidikan Nasional, Hari Kenaikan Yesus Kristus, Hari Raya IdulFitri, Hari Kebangkitan Nasional, dan Hari Raya Tri Suci Waisak. Kesemuanya diperingati dan dirayakan dalam suasana yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena masih dalam suasana Pandemi Covid-19. Dalam suasana yang demikian itu sangat diperlukan adanya kesadaran kolektif dari seluruh masyarakat agar tetap dapat merayakannya dengan panduan protokol kesehatan, namun tidak kehilangan makna dari hari besar itu sendiri.

Kementerian Agama telah mengeluarkan 3 (tiga) Surat Edaran (Nomor 7 Tahun 2021, Nomor 8 Tahun 2021, Nomor 11 Tahun 2021) yang berkaitan dengan panduan dalam merayakan hari besar keagamaan. Surat Edaran tersebut sebagai bentuk pelayanan untuk memberikan rasa aman bagi umat dalam merayakan hari besar keagamaannya dan juga sebagai upaya dalam menyelamatkan masyarakat dari paparan Corona Virus Disease (Covid).

Menjadi kewajiban kita semua, sebagai Umat Buddha Indonesia untuk turut serta dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Kita merayakan Hari Tri Suci Waisak, tanggal 26 Mei 2021 dengan melaksanakan puja bhakti dan meditasi detik Waisak pada pukul 18.13.30 WIB sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor 11 Tahun 2021.

Memahami suasana pandemi Covid-19 ini, marilah kita maknai peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak dengan memperteguh persaudaraan dan persahabatan dengan memperkuat kepedulian sosial. Kita jadikan peduli sebagai spirit dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan yang kita hadapi saat ini.

Guru Agung Buddha mengajarkan kepada kita untuk peduli kepada semua makhluk agar terbebas dari penderitaannya. Umat Buddha harus dapat menyadari bahwa penderitaan sebagai akibat penyebaran Virus Corona adalah kesunyataan yang harus dihadapi dengan benar berdasarkan Hukum Kesunyataan. Semangat dan spirit dalam melenyapkan penderitaan harus ada dalam diri setiap umat dan juga secara bersama-sama dengan anggota masyarakat lainnya.

Kita cukup merayakan Hari Tri Suci Waisak bersama keluarga dekat. Ini  mengisyaratkan akan arti pentingnya menilik ke dalam diri sendiri, untuk mengembangkan rasa cinta kasih dan kasih sayang dalam diri, kemudian memancarkan kepada anggota keluarga, dan selanjutnya kepada masyarakat sekitar. Dengan demikian jika kita mampu menjaga diri dari paparan Virus Corona maka tentu keluarga juga akan terjaga, demikian pula masyarakat sekitar juga akan turut terjaga. Inilah praktik kepedulian yang dapat menjadi kekuatan untuk bersama-sama bangkit menghadapi persoalan kehidupan.

Marilah kita semarakkan peringatan Hari Tri Suci Waisak Tahun 2021 ini secara bersama-sama. Kita teguhkan sikap dan perilaku serta cara pandang kehidupan beragama yang moderat. Dengan cara itu akan mampu mewujudkan persatuan di antara perbedaan-perbedaan yang ada. Persatuan menjadi modal dasar bagi kemajuan suatu bangsa. Umat Buddha tentu perlu untuk mengembangkan persatuan.

Karenanya, melalui momentum Hari Tri Suci Waisak ini, mari kita tumbuhkan komitmen bersama, menghilangkan sekat-sekat perbedaan dengan meneguhkan moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Marilah kita belajar dari kisah para bhikkhu, yang saling memperbincangkan apa yang disebut kebahagiaan. Mereka menyadari bahwa kebahagiaan itu berbeda-beda bagi setiap orang. Namun setelah mendengarkan nasehat Guru Agung Buddha bahwa “Segala kesenangan yang telah kalian sebutkan tidak akan membuatmu keluar dari proses lingkaran kehidupan. Dalam dunia ini, hal-hal yang merupakan kebahagiaan adalah munculnya seorang Buddha, kesempatan untuk mendengarkan Ajaran Kebenaran Mulia, dan keharmonisan di antara para bhikkhu.” 

Para bhikkhu tersebut memperoleh pencerahan. Karena itu tidaklah berlebihan bahwa dalam menyambut Hari Tri Suci Waisak ini seluruh umat Buddha dapat mengedepankan kebersamaan untuk keharmonisan bersama dengan landasan kebenaran Dhamma ajaran luhur Buddha.

Selamat Hari Tri Suci Waisak 2565 Tahun Buddhis/Tahun Masehi 2021. Mari kita Bangkit dan Bersatu untuk Indonesia Maju.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Caliadi (Dirjen Bimas Buddha)

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here