“A Diamond is Forever” adalah motto marketing terkenal dari De Beers’ penjual berlian dari Afsel yang memiliki beragam makna. Mengapa berlian dianggap abadi dan paling tahan lama? Karena terbentuk dari mineral alami, kristal karbon. Berlian adalah satu-satunya batu permata yang terbuat dari satu unsur saja, yaitu Carbon. Kurang lebih 99,95 persen unsur yang terkandung dalam berlian adalah carbon. Hardness atau kekerasannya mencapai ukuran 10 Mohs untuk dunia gemologi melampaui ruby.
Selain itu, berlian memiliki kemilau keindahan yang tahan lama. Berlian dapat memantulkan cahaya dengan sangat memukau dan luar biasa menariknya, pembiasan cahaya yang berwarna- warni mempesona mata. Ketika cahaya jatuh diatasnya dia akan berkilau membuat mata terpana dan terpesona.
Berlian bagi orang Yunani kuno dinamai ‘adamas’ artinya invincible,” “indestructible,” “proper,” and “untamed.” karena itu para pejuang atau petempur Yunani memakainya sebagai simbol kekuatan dalam peperangan. Sementara bagi orang Romawi kuno berlian dianggap bagian dari cincin terluar bintang yang jatuh ke bumi. Jadi cahaya kemilau berlian itu dianggap sebagai bagian cahaya dari bintang di luar angkasa.
Para ahli gemologi sekarang menilai berlian berdasarkan apa yang disebut “the 4 C’s,” mengacu pada karat, potongan, warna, dan kejernihan.”Carat” mengacu pada berat berlian. “Cut” mengacu pada proporsi potongannya yang akan mempengaruhi pantulan cahaya dan penyebaran cahaya pada berlian.
Clarity, atau kejernihan merupakan standar ukuran jumlah dan besar cacat yang terdapat pada berlian. Cacat tersebut didapat karena berlian terbentuk di perut bumi dengan panas dan tekanan yang ekstrim, sehingga seringkali berlian memiliki cacat di bagian dalam atau ‘tanda lahir’ yang disebut inklusi/inclusion, dan cacat pada permukaan atau disebut blemishes. Akhirnya, “color” adalah faktor penting terakhir ketika memilih berlian. Peringkat warna tertinggi untuk berlian mewakili batu yang sepenuhnya jernih dan tidak berwarna.
BTP aka Ahok sebelumnya pernah memiliki berlian. Berlian ini sebenarnya adalah kekuatan di balik suksesnya seorang Ahok ketika berkarir di dunia politik. Penulis pernah mendengar kesaksian langsung dari Ahok tentang peran Bu Vero. Ketika Ahok kalah pilgub maka dirinya ditawari untuk memberikan uang sejumlah Rp 2 M di MA.
Bu Vero ditanya oleh Ahok apakah mau mempertimbangkan duit untuk disetor ke MA? Bu Vero menjawab, kamu mau menjadi Barabas? Barabas adalah seorang penjahat kelas berat yang dibebaskan Pilatus untuk membebaskan Tuhan Yesus)? Ahok langsung tertegun karena diingatkan oleh istrinya. Bu Vero memberikan kode keras bahwa menyuap itu adalah kejahatan besar! Ahok mengaminkan ucapan istrinya.
Ahok akhirnya memilih jalan lurus dan jujur seperti yang dia tekuni selama ini. Integritas Ahok dan kejujurannya itu lahir tak hanya sekejap. Berlian itu yaitu Bu Vero telah mengasah dirinya, membentuknya untuk mempertahankan integritas dirinya. Dukungan Bu Vero inilah yang membuat Ahok semakin mantap memperjuangkan integritas, melawan korupsi dan penyimpangan karena suport dan nasihat bijak istrinya.
Berlian itu memang lebih banyak diam, tak banyak bicara. Peran dan bakti serta loyalitasnya dilupakan. Bahkan ketika dilumuri lumpur sekalipun dan distigmakan negatif oleh pemiliknya dan publik, dia menahan diri, tak bereaksi. Tak ada sepatah katapun keluar untuk sekedar pembelaan atau menunjukkan dirinya benar.
Justru dampak cerainya yang jadi alasan Ahok yaitu karena selingkuh/zinah sebagai alasan kuat secara Kristiani membuat stigma atas diri Bu Vero. Bu Vero langsung dicap wanita tidak setia, wanita pezinah yang langsung dirajam netizen. Ahok dianggap paling setia dan benar sementara Vero mendapatkan label yang menohok dari netizen. Ini adalah tindakan yang tidak wise terlepas alasan rasional yang dipakai Ahok dan pengacaranya.
Tapi tunggu dulu. Alasan Alkitabiah yang dipakai sebagai alasan bercerai “kecuali karena zinah”, itu dalam kontekspatriarchy (jadi laki-laki yang menceraikan perempuan) oleh alasan apapun akan menyebabkan pihak perempuan atau wanita akan berstatus ‘berzinah’. Jadi Yesus sendiri sedang menekankan bahwa sebenarnya tidak boleh ada perceraian. Pernyataan ‘kecuali karena zinah’, itu menegaskan bahwa perceraian oleh sebab apapun akan sama dengan perzinahan itu sendiri.
Bacalah Matius 5 secara utuh yang di dalamnya ada perikop tentang perceraian. Yesus berbicara dan menekankan pengampunan di sana. Pengampunan tanpa batas, tak bertepi. Sehingga konteks pada masa Yesus, tak ada alasan bagi laki-laki untuk menceraikan istrinya kecuali karena kedegilan hatinya.
Bu Vero tak bersuara ketika disenggol tentang skill memasaknya. Oh ya soal kepergian bu Vero ke Singapura yang diekspos Adiknya si Fifi itu ternyata bersama dengan teman gerejanya yang adalah perempuan juga. Kalau WA call yang disebutkan sekali itu langsung jadi bukti, bukankah itu sebenarnya bisa dilhat bahwa sosok yang digunjingkan itu hanyalah teman biasa.
Berlian itu disingkirkan ketika memberi pesan lewat WA agar Ruby tidak mendekati suaminya. Dari sumber terdekat dan bisa dipercaya menguak fakta ini. Tak lama setelah WA itu disampaikan Berlian maka dua hari kemudian keputusan cerai pun muncul. Apakah Berlian menggugat dan menyalahkan Ruby? Tidak!
Berlian itu bagaimanapun sudah teruji. Dia kukuh dan teguh, dirinya bernilai dan tetap mulia kendati miliknya yang sangat berharga telah direnggut dan diambil dari dirinya. Dia ikhlas, melepas dan tak merecoki atau membalas serta memberi komentar ketika dirinya disentil sekalipun.
Berlian dalam dunia kuno adalah lambang kemurnian, purity, kesucian dan innocence. Berlian yang tanpa cacat adalah langka. Itu berarti berlian sekalipun ada cacat dan tak sempurna, tapi ada keotentikan atau kemurnian sejati di dalamnya. Bu Vero tak sempurna tapi dia tetaplah berlian. Sayang berlian itu dibuang dan dicampakkan pemiliknya dan ditukar dengan ruby. Kendati ditolak, dicampakkan atau dilupakan, berlian itu tetap bersinar abadi. Berlian itu adalah Bu Vero. Seword.com 

KOMENTAR ANDA

BACA JUGA:   Hidup yang Pantas: Penting Diwujudkan