Kupang-NTT,MSH.Com – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi NTT ternyata menggugah hati nurani pihak Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT. Dana yang terkumpul dari 1.600 karyawan/I Bank NTT di seluruh NTT berjumlah Rp 540 juta.

“Hari ini karyawan dan karyawati Bank NTT menyumbangkan sebagian penghasilan mereka untuk menangani masalah Covid-19 di NTT,” ujar Wakil Ketua Umum I gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM di ruang kerjanya, Kamis (23/04/2020).

Ikut mendampingi Wagub Nae Soi, Ketua Pelaksana gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Ir. Ben Polo Maing, juru bicara gugus tugas yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. Sedangkan pihak Bank NTT hadir Direktur Utama, Izhak Eduard Rihi, Direktur Umum, Johanes Umbu Praing, dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu serta sejumlah staf humas Bank NTT.

BACA JUGA:   PEMBUKAAN PERSIDANGAN MAJELIS SINODE GMIT XLV TAHUN 2020

Wagub mengaku, bangga atas kepedulian pihak Bank NTT yang begitu respons terhadap situasi dan kondisi yang dialami masyarakat terdampak Covid-19. “Ada dua konsentrasi Pemprov NTT saat ini. Kita sangat butuh bukan hanya untuk mengurus Covid-19 saja namun juga DBD,” jelas Wagub.

BACA JUGA:   Di Tengah Covid-19 Pengikut Kristus Wajib Bekerja dan Berkarya Melayani Tuhan

Menurut Wagub, Provinsi NTT menempati urutan kedua angka kematian akibat DBD. “Kita nomor dua tertinggi di seluruh Indoensia dengan jumlah orang terbanyak dan angka kematian yang tinggi akibat DBD,” ujar Wagub seraya menambahkan, “Oleh sebab itu, kita menerima dengan sukacita dan berharap agar semua masalah dapat selesai.”

Di tempat yang sama, Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi mengatakan, bantuan dana yang diberikan ini merupakan bukti empati yang nyata dan tanggung jawab untuk saling membantu. “Ini bantuan yang kami coba membantu lewat pos-pos bantuan dan sumbangan sukarela. Ini juga bagian dari empati kita dan tanggung jawab untuk saling membantu,” katanya.

BACA JUGA:   Survei, 95,5% Menyatakan Setuju pada Praktik Ibadah Daring

Dia menjelaskan, proses pengumpulan dana ini telah berjalan selama dua bulan sejak awal mulainya Covid-19. “Kita sudah berjalan dua bulan dari awal mulai muncul Covid-19. Ada juga dari dana CSR sendiri serta dari karyawan dan karyawati di sepuluh kabupaten; ada sekitar 1.600 lebih karyawan. Sumbangan dari karyawan langsung disetor ke rekening,” ucap  Izhak Eduard Rihi.* (Valeri Guru)