Foto/Jhon Humas
Kupang, Majalahsuaraharapan.com 
Festival Li Ngae (Tarian Masal Injak Jagung) untuk pertama kalinya diselenggarakan dalam rangka melestarikan budaya yang dimiliki masyarakat Helong di Pulau Semau Kabupaten Kupang NTT. Festival Li Ngae dilaksanakan selama sepekan mulai tanggal 18 s/d 25 Oktober 2019 di Pantai Villa Otan, Desa Otan, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Festival Li Ngae secara resmi dibuka oleh Bupati Kupang Korinus Masneno sebagai perwakilan Gubernur NTT, Jumat (18 Oktober 2019) turut hadir Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, Forkompimda Kab. Kupang, Kapolres Kupang AKBP Indera Gunawan, Dandim 1604 Kupang Kolonel (Arh) I Made Kusuma Dhyana Graha, dan Karo Humas  dan Protol Setda Prov. NTT Marius Jelamu serta Para Pejabat Pemprov NTT dan Kabupaten Kupang.

Korinus Masneno saat membacakan Sambutan dari Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, memberi apresiasi atas terselenggaranya Festival Li Ngae yang merupakan sebuah daya tarik wisata. Festival Li Ngae sendiri jelasnya memiliki nilai sosial dan budaya yang perlu di rawat dan ditumbuh kembangkan dengan baik sebagai suatu kearifan lokal masyarakat. “Rawatlah dan pertahankan budaya yang dimiliki masyarakat ini agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh anak cucu kita,” Pesan Masneno. Dijelaskannya bahwa lewat kegiatan seperti ini merupakan momentum menumbuhkembangkan rasa persaudaraan, persahabatan dan kekeluargaan ditengah-tengah masyarakat sebagai warisan leluhur pulau semau. Masneno menambahkan, pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo, Indonesia telah menetapkan target pengembangan pariwisata dalam salah satu Nawa Citanya, yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia, yang kemudian menjadi sektor prioritas Kabinet Kerja di bidang infrastruktur dan pariwisata. Pertumbuhan ekonomi menjadi arahan pokok Presiden Jokowi kepada para menterinya, karena dianggap sangat vital untuk pembangunan ekonomi, karena dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan bisnis lain, dan dapat mendorong pemerintah daerah membangun dan memelihara infrastruktur.

Semau memiliki keindahan alam yang indah dan eksotis, sehingga jika dipadukan dengan kekayaan budayanya akan menghasilan daya pikat wisata yang luar biasa. Kehadiran Festival Li Ngae sendiri merupakan momen penting memperkenalkan keindahan alam semau dan kekayaan budayanya untuk dapat dikenal masyarakat NTT maupun di Luar NTT sehingga perlu dipertahankan menjadi agenda rutin setiap tahunnya. “Target Pemerintah antara tahun 2020 – 2023 mencapai 1,5 Juta wisatawan sehingga dengan kehadiran kegiatan festival seperti ini akan mendukung program baik Pemerintah Pusat, Pemprov NTT dan Pemkab Kupang,” Ungkap Masneno.
Tokoh Masyarakat Semau Thomas Rat mengatakan sejarah Li Ngae  berasal dari bahasa Helong yang memiliki arti Li melayani dan Ngae merupakan pertunjukan injak jagung. Tarian masal Li Ngae sudah ada sejak lama dan hampir punah karena tergerus oleh zaman. Sehingga bersama para tokoh masyarakat mencoba menggelar festival ini demi menghidupkannya kembali, sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat luas apa itu Li Ngae. Festival Li Ngae merupakan sebuah pertunjukan tarian masal injak jagung yang dicampur abu dan dimaknai sebagai wujud syukur masyarakat kepada Tuhan atas hasil panen jagung. Festival Li Ngae juga jelas Thomas merupakan sebuah ajang berkumpul bersama membangun persaudaraan, persahabatan dalam masyarakat. Jaman dulu festival ini merupakan ajang bagi muda-mudi bertemu dan mencari jodohnya. Melalui Festival Li Ngae dirinya berharap akan terbangun nilai persatuan yang kuat, persaudaraan dan duduk bersama dalam sebuah ikatan. “Tarian Masal injak jagung dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat terkhusus untuk persiapan jangka panjang,” Jelasnya.
Kepala Desa Otan Yos Lasi Selaku ketua Panitia Festival Li Ngae dalam laporannya menyatakan kegiatan ini merupakan bentuk melestarikan budaya yang dimiliki masyarakat sejak dulu kala. Dijelaskannya bahwa kegiatan festival Li Ngae ini berlangsung sejak tanggal 18 s/d 25 oktober 2019. Beragam kegiatan dilaksanakan diantaranya atraksi masal tarian Li Ngae yang diperlombakan baik dari tingkat SD hingga SMA/SMK di Pulau Semau, perlombaan (dayung, catur, paduan suara) Bakti sosial, Lomba Tutur Adat, Lomba Kreasi tari Helong, Pasar Murah, pameran hingga kunjungan ke lokasi wisata batu Ufu dan Pantai Liman.* (Tim Humas)

KOMENTAR ANDA

BACA JUGA:   Beasiswa Oikoumene 2019