foto/Humas 

Kupang,Majalahsuaraharapan.com|

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat  meminta pihak Gereja segera mengembalikan kejayaan sekolah Gereja Masehi Injili di Timor di NTT.
Permintaan Gubernur ini disampaikan Sabtu (7/9/19), pada syukuran Hari Ulang Tahun Jemaat GMIT Yegar Sahaduta Oenaek, Klasis Kupang Barat,  Kabupaten Kupang.
“Saya ingat persis, dulu sekolah GMIT di bawah yayasan Yupenkris, sangat ditakuti oleh sekolah negeri dalam hal prestasi dan juga kedisiplinannya. Setiap kali ada perlombaan apapun, pasti sekolah GMIT yang juara.  Tetapi sekarang keadaan itu berubah drastis. Oleh karena itu, saya minta pihak GMIT melalui Gereja – Gereja untuk segera mengembalikan kejayaan itu,” kata Gubernur. 
Menurut Gubernur, karakter Yesus harus ditampilkan dalam pribadi setiap jemaat, sehingga pendidikan berkarakter yang harus diutamakan, sehingga karakter Yesus nampak dalam diri setiap orang. “GMIT harus serius mengerjakan hal ini,” pinta Gubernur.
Orang nomor satu NTT ini mengajak seluruh anggota jemaat yang bekerja sebagai petani dan peternak, agar serius mengerjakan usaha mereka. 
“Saya bangga masyarakat di tempat ini mau berwirausaha. Jangan hanya mau menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), karena pengusaha itu penghasilannya lebih besar dari PNS. Tinggal rubah cara berpikir dan cara kerjanya. Mereka bukan lagi menjadi buruh tani maupun buruh ternak, tetapi harus dijadikan pengusaha tani dan pengusaha ternak. Pemerintah saat ini serius memperhatikan hal ini, mulai dari sistem permodalan maupun bagaimana memfasilitasi penjualan hasil yang mereka peroleh,” ungkap Gubernur. 
“Akan ada sebuah aplikasi informasi yang dibuat oleh pemerintah, namanya Ladang Rakyat. Aplikasi ini akan memuat informasi berapa banyak lahan yang akan di tanam, berapa banyak hasil yang akan di panen, semuanya akan ada dalam aplikasi ini. Dengan demikian para petani dan peternak tidak kesulitan khususnya dalam memasarkan hasil mereka, karena marketnya sudah jelas dan akan langsung turun ke lokasi untuk membelinya,” kata mantan anggota DPR RI. 
Sementara itu, Suara Gembala dari Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon, saat ini Gereja sementara berusaha untuk membawa perubahan, demi membuat NTT bisa sejahtera. 
“Selain tugas Gereja membawa kabar baik bagi semua orang, kami juga sedang mempersiapkan Gereja untuk menjadi pusat belajar bagi anak – anak. Kita mempersiapkan Sumber Daya Manusia sedini mungkin, sehingga masyarakat NTT dapat terbebas dari tawanan, baik tawanan kebodohan maupun tawanan kemiskinan. Kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, sehingga target kami untuk menghasilkan masyarakat sejahtera di NTT dapat terealisasi dalam waktu dekat,” kata Pdt. Mery. 
Turut hadir dalam dalam perayaan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Maksi Nenabu dan jemaat Yegar Sahaduta Oenaek, Ketua Klasis Kupang Barat Pdt Oriana Nenometa,S.Th.*Tim Humas/Eras/Red. 

KOMENTAR ANDA

BACA JUGA:   Si Bodoh, Si Pandai, dan Si Bijak