Waingapu,Majalahsuaraharapan.com– Dukungan jemaat-jemaat Gereja Kristen Sumba (GKS) terhadap pelaksanaan Sidang Raya PGI XVII di Sumba terasa begitu besar. Hal ini terlihat dari spontanitas mengumpulkan sumbangan berupa natura yang saat ini telah terkumpul 38 ekor kerbau, 55 ekor babi dan 6,5 ton beras.
Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Umum PGI, Pdt. Gomar Gultom, usai mengikuti Rapat Persiapan Sidang Raya PGI di GKS Jemaat Payeti, Waingapu, Sumba; sekitar 200 orang hadir dalam rapat tersebut. Sebagaimana diketahui, Sidang raya PGI akan dilaksanakan pada 8-13 Nopember 2019 di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, dan diperkirakan akan diikuti sebanyak 2000-an peserta.
Selain jemaat, dukungan juga diberikan oleh empat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di Sumba, masing-masing telah mengalokasikan 2 Miliar Rupiah untuk operasional, ditambah 8 miliar dari Pemkab Sumba Tengah untuk pembangunan prasarana gedung. Bahkan, Bupati Sumba Barat dan Wakil Bupati Sumba Timur, yang hadir dalam rapat, mengungkapkan tekad pemerintah untuk mensukseskan Sidang Raya PGI.
Menyaksikan keseriusan dan ketekunan Bapak/Ibu yang hadir rapat tadi, apalagi mendengar laporan dari Seksi-seksi yang ada, saya optimis bahwa Sidang Raya akan berlangsung baik sesuai rencana. Apalagi, Pimpinan Sinode GKS yang menjadi perhelatan sekali lima tahun ini dapat berkolaborasi dengan keempat Pemerintah Kabupaten yang ada di Sumba dan Pemerintah Propinsi NTT, papar Sekum PGI.
Sementara Pemerintah Pusat, melalui Kementrian Perhubungan, Kementrian PUPR, dan Kementrian ESDM ikut serta mendukung dengan menyumbangkan 9 unit bus, pembangunan dan pembenahan prasarana jalan, pengadaan beberapa unit pembangkit listrik dan pompa air tenaga surya, serta bantuan lainnya dari Kementerian Desa.
Kesemuanya itu tentu tidak hanya berguna bagi pelaksanaan Sidang Raya, tetapi akan tinggal menjadi bantuan bagi masyarakat Sumba. Listrik dan air adalah salah satu masalah pelik di Sumba. Dan komitmen Bapak Ignatius Jonan, Menteri ESDM, untuk pengadaan proyek listrik tenaga surya dan air dengan pompa air dengan kedalaman lebih dari 200 meter di beberapa titik lokasi tentu akan sangat disyukuri oleh masyarakat, jelasnya.
Pdt. Gomar menambahkan, tugas yang dilakukan oleh panitia tidaklah mudah sebab mereka harus mempersiapkan tiga kegiatan Pra Sidang Raya di samping perhelatan Sidang Raya itu sendiri, yakni Pertemuan Raya Pemuda Gereja (2-5 Nopember 2019) di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, yang akan diikuti oleh 500-an pemuda; Pertemuan Raya Perempuan Gereja (2-5 Nopember 2019) di Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, yang akan diikuti oleh 600-an perempuan gereja; dan Sidang MPL-PGI (6-7 Nopember 2019) di Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah, yang akan diikuti 200-an pimpinan gereja. Demikian juga dengan Pekan Komunikasi Kristen yang akan digelar oleh Yakoma PGI dengan ragam kegiatan komunikasi di saat Sidang Raya berlangsung.
Lanjut Sekum PGI, dalam rapat dia menekankan pentingnya memaknai perhelatan Sidang Raya ini sebagai Pesta Iman, ketimbang melihatnya hanya sebagai kewajiban konstitusional Gereja-Gereja di Indonesia. Sebagai sebuah pesta iman, maka ungkapan syukur harus mewarnai seluruh rangkaian kegiatan, sejak masa persiapan saat ini.
Saya juga mendorong digalinya kekayaan budaya Sumba untuk mengekspresikan Pesta Iman tersebut. Lagu Tema Sidang Raya sendiri, “Akulah Yang Awal dan Yang Akhir”, yang diciptakan oleh Hadi Wahono dari Yamuger, memang dengan sengaja melodinya ditata sebegitu rupa dengan nuansa Sumba. Makanya, saya tadi juga meminta secara khusus kepada Ketua Sinode GKS, Pdt. Alfred Samani, untuk menjajaki kemungkinan menggunakan Jungga mengiringi lagu tema ini; Jungga adalah salah satu alat musik petik khas Sumba, jelasnya.
Pdt. Gomar berharap, semua persiapan dan pelaksanaan Sidang Raya ini menjadi dupa yang harum bagi Kerajaan Allah, dan berkat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. PGI 

KOMENTAR ANDA

BACA JUGA:   Idul Adha 1440 Hijriah Momentum Berkah Bagi Umat Muslim di Kabupaten Kupang