“Sebagai Makhluk Spiritual dan memiliki keyakinan kepada Tuhan, kita tidak berhenti hanya dengan melakukan upaya lahiriah, kita juga harus berupaya dengan Mengetuk Pintu Langit melalui Doa dan Pengharapan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,”

http://radiosuaraharapan.com/

Jakarta,  Suara Harapan – Kamis (18/03) Pusat Kerukunan Umat Beragama RI menggelar Doa Lintas Agama “Mengetuk Pintu Langit” sebagai momentum untuk menjaga solidaritas keagamaan, menjaga kemaslahatan dan memperkuat persaudaraan sebagai wujud cinta kita kepada Bangsa di tengah pandemi Covid-19. Doa dilangitkan kepada Tuhan untuk Keselamatan Bangsa agar pandemi Covid-19 segera bisa diatasi. Doa Lintas Agama ini juga sebagai bagian dari upaya Kemenag untuk terus menguatkan Moderasi Beragama.

http://radiosuaraharapan.com/
http://radiosuaraharapan.com/

Mengetuk Pintu Langit yang diselenggarakan di Museum Kebangkitan Nasional dengan melibatkan Enam Agama yang ada di Indonesia dihadiri oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, didampingi oleh Dirjen Bimas Kristen Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si. bersama dengan para pejabat Eselon I dari Bimas lainnya. Kementerian Agama mau membuktikan nilai-nilai toleransi yang begitu kuat sehingga terwujudnya Indonesia yang damai dan berbhineka.

“Pemerintah Indonesia bersama masyarakat telah dan sedang berupaya mengatasi berbagai musibah secara komprehensif melalui program yang konkret, terukur, dan berkesinambungan agar kita segera terbebas dari musibah,” jelas Menag.

“Namun, sebagai makhluk spiritual dan memiliki keyakinan kepada Tuhan, kita tidak berhenti hanya dengan melakukan upaya lahiriah, kita juga harus berupaya dengan Mengetuk Pintu Langit melalui Doa dan Pengharapan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” tambahnya.

“Kita tentu yakin setiap usaha, musibah dan kejadian apapun di alam raya ini terdapat campur tangan Tuhan, sehingga kita perlu bersimbuh di kaki-Nya untuk mengharap pertolongan dan rahmat-Nya. Sehebat apapun kekuatan yang kita, tidak akan pernah mampu melawan kehendak-Nya,” kata Gus Menteri.

“Indonesia terdiri dari masyarakat yang beragam, baik dari sisi bahasa, budaya, agama, maupun keyakinan. Dari sudut pandang agama, ini adalah anugerah dan kehendak Tuhan. Perbedaan ini bukan untuk memisahkan diri dengan identitas masing-masing, melainkan menyatu dalma keragaman, dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. Walaupun berbeda, kita tetap dalam tujuan yang sama, yaitu merawat kesatuan dan persatuan bangsa,” terang Menag.

Acara yang diselenggarakan secara nasional ini dihadiri pula oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf secara virtual dan disiarkan langsung melalui Youtube Channel Kemenag RI. Kemenag Bimas Kristen.

Sample Page

Komentar