Pemerintah Kabupaten Kupang

Majalah Suara Harapan 

Gereja-gereja di Kabupaten Kupang diharapkan bisa memaksimalkan perannya dalam membangun kualitas iman jemaat sekaligus karya nyata yang berguna bagi kesejahteraan hidup setiap hari.

Harapan itu selalu disampaikan Bupati Kupang, Korinus Masneno, ketika mengikuti kegiatan-kegiatan rohani gereja. Ketika menghadiri Sidang Klasis Kupang Tengah, Rabu 16 Januari 2019, di GMIT Syalom Oehani, Kecamatan Taebenu, Korinus mengatakan bahwa gereja adalah pilar penting dalam pembangunan manusia seutuhnya. Manusia yang utuh itu harus mempunyai kualitas iman yang baik serta kehidupan keseharian yang baik pula.

Oleh karena itu, menurutnya, para pemimpin gereja harus selalu mengevaluasi, merencanakan, dan membahas berbagai program pelayanan yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat. Momentum Sidang Klasis harus menghasilkan sesuatu yang bernilai, bermakna dan berdampak bagi kehidupan jemaat.

Menurutnya, membangun iman jemaat yang baik perlu diimbangi  dengan membangun kesejahteraan hidup jemaat. Dirinya menitipkan gereja agar dapat membentuk jemaat dalam dua poin penting kehidupan yakni memiliki iman, mental dan spiritual yang diimbangi dengan kehidupan ekonomi yang baik. “Dua hal tersebut bagaikan dua sisi mata uang yang sama-sama penting,” ujarnya.

BACA JUGA:   Survei, 95,5% Menyatakan Setuju pada Praktik Ibadah Daring

Ia juga meminta gereja mendukung program penanaman kelor dalam rangka peningkatan kehidupan masyarakat sesuai dengan semangat yang dicanangkan Gubernur NTT Viktor Laiskodat. “Manfaatkan halaman untuk tanam, setiap keluarga harus menanam,” lanjut Korinus.

Hal senada ia ungkapkan ketika mengikuti pentahbisan dan peresmian Gereja Moria Batiri dan Serah Terima Pendeta pada 14 Februari 2019. Ia berpesan agar gedung gereja dimanfaatkan dengan baik untuk bersekutu memuji dan menyembah Tuhan. “Tolong jaga dan rawat gedung ini, bangun persekutuan dengan Tuhan senantiasa.”

Ia berharap kolaborasi yang kuat antara Pemda Kabupaten Kupang dan Gereja dalam membangun Kabupaten Kupang lebih baik. Secara khusus ia meminta agar Program Revolusi 5P dapat diaplikasikan oleh jemaat.

Majelis Sinode Harian GMIT Pdt Ariance Touselak dalam suara gembalanya mengatakan pembangunan gedung gereja merupakan bukti dari persekutuan yang kuat dari jemaat. Ia berharap berdirinya gedung gereja yang megah dibarengi dengan  persekutuan dan iman yang kuat dalam jemaat. Gedung gereja harus diisi dengan ibadah dan persekutuan yang dihadiri oleh jemaat dan dapat juga digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. “Tiap orang punya tanggung jawab dan pangilan iman. Mari persembahkan hidupmu yang terbaik untuk Tuhan.”

BACA JUGA:   Yesus Naik ke Sorga, Kita Tetap Berada di Bumi

Sementara itu, dalam acara peresmian Gedung Kebaktian Jemaat Zaitun Pitay, 3 November 2019, Bupati Kupang menegaskan tentang dampak gedung gereja terhadap pembangunan iman para jemaat.

“Pembangunan fisik gedung kebaktian ini harus memberikan dampak bagi  pembangunan iman Kristen jemaat yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Manfaatkan juga gedung ini sebagai tempat pengembangan SDM berkualitas, memiliki mental yang baik, punya keterampilan, dan pastinya punya iman Kristen yang baik pula,” ujarnya.

Di samping itu, ia juga mengingatkan jemaat bahwa perkembangan teknologi tak hanya membawa manfaat positif tapi juga punya dampak negatif. Karena itu ia berharap jemaat punya ketahanan mental yang baik, iman yang kuat yang terbentuk lewat persekutuan dengan Tuhan baik di gereja maupun  dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak gampang terjerumus dan terpengaruh oleh dampak negatif perkembangan teknologi.

BACA JUGA:   Theologi Salib Luther

Dalam peringatan HUT ke-7 Jemaat Rehobot Fatukanutu Minggu, 17 November 2019, Korinus menegaskan kembali bahwa kedewasaan dalam iman harus disertai dengan karya nyata dalam menggapai kehidupan yang lebih baik. Momentum HUT harus disyukuri dan menjadi momentum pergerakan dalam rangka membangun hidup yang lebih sejahtera.

Ia meminta jemaat agar terus bersemangat dan memacu diri untuk menggapai kehidupan yang lebih baik dengan rajin bekerja dan memanfaatkan potensi yang dimilikinya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, dalam pembukaan acara Kongres Nasional Persekutuan Perempuang Berpendidikan Teologi di Indonesia (Pertuati) ke-5 27 Oktober 2019 mengharapkan momentum tersebut membawa dampak bagi peningkatan kualitas iman jemaat, khususnya para perempuan.

“Saya berharap Konas ini menghasilkan rekomendasi strategis dalam peningkatan kapasitas dan kualitas perempuan, pengembangan sumber daya manusia, dan peningkatan kualitas iman keluarga yang akan berdampak bagi kemajuan bangsa dan negara,” ujar Jerry.* Materi Cetakan Majalah Suara Harapan Edisi XIX/2020