Kupang-NTT,MSH.Com – Salam kasih dalam Yesus Kristus, Semoga kami dapat menjumpai Bapak/Ibu dalam keadaan damai sejahtera.

Kita sedang menghadapi ancaman serius dari wabah corona virus yang membutuhkan komitmen kita bersama untuk mencegah penularannya. Informasi yang kami dapat dari berbagai sumber, termasuk Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan Kota Kupang, mendorong kita semua sebagai komunitas untuk berperan sungguh-sungguh dalam pencegahan makin mewabahnya penyakit COVID-19 yang telah menjadi pandemi ini. Tanpa peran bersama untuk pencegahan penularan, penyakit ini bisa menjadi ancaman besar bagi kehidupan manusia. Sebagai ciptaan Allah, kita mendapat panggilan dan mandat untuk turut serta dalam misi Tuhan Allah untuk menjaga, memelihara, dan melindungi ciptaan yang sangat dikasihi Allah.

Dalam rangka turut mencegah perkembangan dan penyebaran penyakit ini, dan menindaklanjuti surat Majelis Sinode Harian GMIT sebelumnya, melalui surat ini kami menghimbau bapak/ibu sekalian untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Kami meminta setiap keluarga untuk MELAKUKAN DOA SERENTAK SETIAP JAM 9 MALAM DI RUMAH MASING-MASING. Kita berdoa dan memohon kepada Allah yang di dalam Yesus Kristus Putera-Nya telah memenangkan kuasa sakit penyakit, maut, dan kehancuran. Dalam iman, kita percaya wabah ini akan berlalu dan kita dikapai Tuhan untuk turut memutuskan rantai penularannya melalui hidup yang sehat. Untuk itu, kami berharap agar jemaat tidak hilang pengharapan dan tetap optimis.
  2. Kami mendorong jemaat untuk menggunakan momen belajar dari rumah dan bekerja dari rumah saat ini sebagai kesempatan membangun keintiman relasi di dalam keluarga. Dalam momen ini kita juga memperkuat doa/ibadah keluarga di setiap rumah tangga sambil terus mendoakan bangsa dan pemerintah dalam upaya penangan COVID-19.
  3. Kebaktian minggu maupun ibadah rumah tangga untuk sekarang ini dapat tetap dilakukan di gereja dengan harus mengikuti protokol pemerintah tentang social distancing (jarak sosial):
  4. siapkan air cuci tangan, sabun, tissue dan/atau hand sanitizer di depan gereja sebelum kebaktian/ibadah dimulai;
  5. atur tempat duduk dalam kebaktian dengan jarak 1 meter samping kiri kanan muka belakang;
  6. pengeras suara (mike) dan alat-alat musik yang dipakai dalam kebaktian harus diperhatikan sterilitasnya. Mohon alat-alat itu dibersihkan dengan tissue basah atau disinfektan setelah pemakaiannya dan sebelum dipakai oleh orang lain;
  7. kolekte dikumpulkan dengan cara masing-masing anggota jemaat membawa persembahannya ke kotak persembahan yang disiapkan. Mohon majelis jemaat menyiapkan dalam jumlah yang memadai agar jemaat tidak berdesak-desakan ketika memberi persembahan;
  8. petugas penghitung kolekte wajib menggunakan sarung tangan dan bagi mereka disiapkan cairan disinfektan/hand sanitizer;
  9. kami mohon perempuan GMIT dan unsur-unsur jemaat yang lain dapat membuat hand sanitizer dan masker untuk dibagi kepada mereka yang membutuhkan. Barang-barang ini sekarang sangat dibutuhkan, namun sulit didapat. Cara membuatnya dapat dilihat di internet/you tube.
  10. Jika situasi memburuk gereja-gereja harus siap untuk anggota jemaat berbakti di rumah. Majelis Sinode akan mempersiapkan liturgi untuk ibadah dirumah jika keadaan memburuk dan hal itu dibutuhkan. Selain itu jika dibutuhkan kami akan menyiapkan protokol pelayanan pemberkatan nikah dan pemakaman dalam situasi darurat.
  11. Terkait pemberkatan nikah dan resepsinya kami minta untuk dapat dibicarakan dengan keluarga agar sedapat mungkin ditunda. Jika harus tetap dilaksanakan maka harus memperhatikan protokol yang diatur pemerintah.
  12. Kami minta para pendeta yang melayani di jemaat maupun di sekolah, rumah sakit, lapas, kantor klasis, sinode, dan tempat-tempat lainnya menjaga kesehatan masing-masing dengan memperhatikan protokol yang dikeluarkan pemerintah.
  13. Majelis Sinode sudah dan sedang mempersiapkan liturgi minggu sengsara ke 5-7 dan juga liturgi kebaktian Jumat Agung, Paskah I dan Paskah II dengan sedapat mungkin mengakomodir protokol pemerintah mengenai jarak sosial seperti disebutkan di atas. Liturgi ini sudah dan akan dibagi kepada jemaat-jemaat.
  14. Perayaan besar untuk paskah seperti prosesi, pawai, dan lain-lain ditunda sampai wabah berlalu. Biasanya dalam perayaan paskah ada pawai obor dan cari telur, kami minta agar kegiatan ini ditiadakan sementara.
  15. Kami menghimbau kepada jemaat agar untuk sementara waktu tidak bersalaman dengan cara pegang tangan dan cium hidung/pipi, tapi dengan menaruh tangan di dada atau tangkupkan kedua tangan di depan dada.
  16. Kita semua wajib memperhatikan kelompok-kelompok rentan dalam pelayanan jemaat seperti anak dan para lanjut usia yang gampang menurun daya tahan tubuhnya. Para diaken kami dorong untuk melakukan kunjungan yang lebih sering kepada orang-orang lanjut usia dan penyandang difabilitas dan memperhatikan keadaan mereka dan mengorganisir dukungan bagi mereka.
  17. Semua anggota jemaat harus selalu menjaga kesehatan dan menguatkan kekebalan tubuh melalui menjaga pola makan, makan makanan bergizi, beristirahat yang cukup, menghindari kerumunan, dan tidak bepergian jauh. 
BACA JUGA:   Selamat Datang 39 Finalis Putri Indonesia di Bumi Komodo

Demikian imbauan ini disampaikan. Atas pengertian serta kerja samanya, kami ucapkan terima kasih. Tuhan Sang Kepala Gereja dan Pemilik Pelayanan memberkati kita.

BACA JUGA:   Pemerintah NTT Dukung Lanjutan Program INOVASI

Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor

BACA JUGA:   GMIT Menunda Perjamuan Kudus namun Anugerah Allah terus Berlangsung Melalui Pengorbanan Yesus Kristus di Salib
Ketua,    

Pdt. Dr. Mery L.Y. Kolimon
Sekretaris,    

Pdt. Yusuf Nakmofa, M.Th.

KOMENTAR ANDA