Jumat Kedua, 26 Februari 2021 Berpuasa dan berdoa untuk Tenaga dan Fasilitas Kesehatan
Jumat Kedua, Anggota GMIT Berpuasa dan Berdoa untuk Tenaga dan Fasilitas Kesehatan
“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya”
Jumat Kedua, 26 Februari 2021
Berpuasa dan berdoa untuk Tenaga dan Fasilitas Kesehatan
Majalah Suara Harapan – Pokok-pokok Doa:
  1. Tenaga medis di berbagai rumah sakit di seluruh dunia, terutama di kota/kampung di NTT yang sedang bekerja sangat keras untuk menolong saudara-saudara yang terinveksi Covid-19. Mereka harus berkorban untuk tetap melayani walau mereka sangat rentan terpapar. Ada di antara mereka yang harus tinggal di penginapan dan sudah berminggu-minggu tidak pulang ke rumah.
    2. Bagi keluarga tenaga medis yang rela ditinggalkan demi dukungan untuk pelayanan mereka.
    3. Berdoa bagi upaya pengadaan alat-alat dan fasilitas medis yang saat ini terbatas: oksigen, ventilator, ruang isolasi terpusat oleh pemerintah.
    4. Bagi pimpinan dan manajemen rumah sakit, Puskesmas, dinas kesehatan, laboratorium biokesmas, klinik-klinik yang menangani covid dan kesehatan masyarakat.

Ibadah malam

Nyanyian : NR “ Pengharapanku”
1. Pengharapanku hanya Yesus saja, yang mati atas Golgota Dia gembala jiwaku yang sungguh, Yesus Dia harapanku
Reff: Yesus harapan jiwaku, Yesus menebus dosaku Dia pohon selamat, Dan kemenanganku, Yesus Dia harapanku

2. Dia membelaku dalam pencobaan, bebaskan dengan kuasaNya Kuditegakkan kokoh bagai karang, Yesus Dia harapanku—Reff

Ayat penguatan: I Korintus 10:13

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya”

Percayalah bahwa sakit penyakit yang kita alami adalah pencobaan biasa yang dikatakan pada Alkitab pasti tidak akan melebihi kekuatan manusia. Kita pasti mampu untuk melewatinya dengan kekuatan Allah. Terkadang, dengan diberi penyakit, kita akan semakin dekat dengan Allah dan lebih merasakan penyertaan-Nya dalam kehidupan kita. Tuhan mungkin tidak akan langsung menyembuhkan penyakit kita, tetapi satu hal yang pasti bahwa Dia akan menemani kita dan memberikan kekuatan untuk melewati penderitaan.

Komitmen Bersama:

Memberi dukungan dengan bertepuk tangan bagi para medis dengan memukul lonceng gereja, memukul gong, meniup nafiri/tois di tiap rayon/kelompok/oikos/sel dan rumah tangga, secara serempak pada jam 8 malam oleh penatua/diaken/petugas selama 2 menit sebagai simbol dukungan untuk para tenaga kesehatan [masing-masing jemaat/klasis perlu mengatur dengan baik agar dapat diberikan secara serempak].

Doa penutup

Teknik Pelaksanaan setiap hari Jumat

  1. Puasa dilakukan sehari penuh mulai jam 7 pagi sampai dengan jam 6 sore (18.00). Sebelum berpuasa seluruh anggota keluarga yang hendak berpuasa harus makan pagi.
  2. Pelaksanaan puasa dimulai dengan membunyikan lonceng di gereja pada jam 7 pagi dan doa di tiap rumah tangga.
  3. Puasa berarti tidak makan dan tidak minum sama sekali.
  4. Bagi kaum lanjut usia, anak-anak, dan mereka yang sakit keras disarankan untuk berpuasa setengah hari atau tidak berpuasa sama sekali. Dalam masa pandemi ini, daya tahan tubuh harus tetap dijaga.
  5. Bagi yang mengalami gangguan kesehatan ringan/sedang bisa minum air putih.
  6. Di hari puasa ini kita tidak sekedar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadikannya sebagai hari berdoa kita. Setiap keluarga perlu mempersiapkan tempat khusus untuk menjadi tempat doa/mesbah keluarga. Keluarga bisa duduk mengitari meja atau bertelut untuk berdoa bersama. Di atas meja dapat diletakkan Alkitab, lilin yang dinyalakan, dan salib, tanda kehadiran Firman Allah, cahaya kasihNya, dan penghayatan pada pengorbanan Yesus.
  7. Pada jam 7 malam ada bunyi lonceng untuk semua masuk dalam ibadah.
  8. Selama hari berpuasa, kita dapat mengatur agar dapat berdoa 10-15 menit setiap 2 jam sesuai dengan pokok pergumulan yang disediakan setiap hari.
  9. Pada masa puasa selama 7 hari ini, kita akan sungguh-sungguh menggumuli pergumulan yang diatur setiap hari serta ditutup dengan ibadah keluarga. Dalam ibadah itu ada kesempatan untuk membuat komitmen bersama sebagai keluarga untuk menindaklanjuti puasa dan doa dengan tindakan berbagi.
Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here