“Akan tetapi, Ia ditikam karena pelanggaran-pelanggaran kita. Ia diremukkan karena kejahatan kejahatan kita. Hukuman yang mendatangkan kesejahteraan bagi kita ditimpakan ke atasnya, dan oleh bilur-bilur-Nya kita disembuhkan.”
Jumat Pertama, 19 Februari 2021
Berpuasa Dan Berdoa Bagi Penderita Covid Dan Keluarga

Pokok-Pokok Doa:

  • Memulai puasa bersama keluarga, dengan memohon ampun atas segala dosa dunia yang telah saling menyakiti antar sesama manusia, merusak alam, dan melawan kehendak Allah.
  • Memohon belas kasihan Allah bagi mereka yang terinveksi dan sedang dirawat di rumahrumah sakit di seluruh dunia.
  • Berdoa bagi anggota keluarga dari mereka yang terinveksi dan sedang dirawat.
  • Bagi mereka yang sedang menjalani isolasi terpusat atau isolasi mandiri. Tuhan kiranya menguatkan mereka dalam masa yang sulit ini. Berdoa juga agar masyarakat tidak membuat stigma dan diskriminasi terhadap mereka.
  • Bagi anggota keluarga yang merawat saudaranya yang terinveksi dan isolasi mandiri di rumah.
  • Bagi keluarga dari mereka yang meninggal terinveksi Covid-19. Mereka tentu sangat berduka karena kehilangan orang yang dikasihi dan tidak bisa memakamkan dengan cara yang biasa. Tuhan kiranya menguatkan mereka dalam masa yang sulit ini. Berdoa juga agar masyarakat tidak membuat stigma dan diskriminasi terhadap mereka.
Ibadah Malam

Nyanyian : NKB No 10 : 1,3  “Dari Kungkungan Malam Gelap” do= g 6 Ketuk

  1. Dari kungkungan malam gelap, Yesus, Tuhan, ‘ku datanglah; masuk ke dalam t’rangMu tetap; Yesus, ‘ku datanglah. Dari sengsara, sakit dan aib, masuk dalam kasih ajaib. Dan kurindukan dosaku raib, Yesus, ‘ku datanglah.

3. Dari gelisah, angkuh, sesat, Yesus, Tuhan, ‘ku datanglah; masuk ke dalam naungan berkat, Yesus, ‘ku datanglah. Dari kecewa, hati sendu, masuk ke dalam t’rang kasihMu dan sukacita pun milikku, Yesus, ‘ku datanglah.

Ayat penguatan: Yesaya 53:5 “Akan tetapi, Ia ditikam karena pelanggaran-pelanggaran kita. Ia diremukkan karena kejahatan kejahatan kita. Hukuman yang mendatangkan kesejahteraan bagi kita ditimpakan ke atasnya, dan oleh bilur-bilur-Nya kita disembuhkan.”

Ayat di atas menunjukkan kepada kita alasan mengapa Yesus diutus ke dunia. Tidak hanya pelanggaran dan dosa kita yang dipikul-Nya. Melainkan juga segala beban dan penderitaan kita. Itulah mengapa kita menjadikan Yesus sebagai sumber pengharapan dalam kehidupan ini. Karena hanya Dia satu-satunya yang memiliki kasih yang nyata kepada kita, yaitu prinsip kasih yang tidak menuntut balas. Iman kepadaNya juga menguatkan kita untuk menjadi kebaikan bagi sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan dukungan kita dalam saat-saat yang sulit sekarang ini.

Komitmen Bersama : Menyatakan kasih bagi anggota jemaat atau di rayon yang terinveksi Covid-19, atau yang sedang sakit yang lain. Bisa dengan mengirim lagu, video lagu, puisi, dan kalimat motivasi melalui media sosial. Bisa juga melalui komitmen untuk berbagi makanan dan kebutuhan lain seperti vitamin bagi anggota jemaat di rayon atau satu jemaat yang terinveksi virus corona.

Doa Penutup

Teknik Pelaksanaan setiap hari Jumat

  1. Puasa dilakukan sehari penuh mulai jam 7 pagi sampai dengan jam 6 sore (18.00). Sebelum berpuasa seluruh anggota keluarga yang hendak berpuasa harus makan pagi.
  2. Pelaksanaan puasa dimulai dengan membunyikan lonceng di gereja pada jam 7 pagi dan doa di tiap rumah tangga.
  3. Puasa berarti tidak makan dan tidak minum sama sekali.
  4. Bagi kaum lanjut usia, anak-anak, dan mereka yang sakit keras disarankan untuk berpuasa setengah hari atau tidak berpuasa sama sekali. Dalam masa pandemi ini, daya tahan tubuh harus tetap dijaga.
  5. Bagi yang mengalami gangguan kesehatan ringan/sedang bisa minum air putih.
  6. Di hari puasa ini kita tidak sekedar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadikannya sebagai hari berdoa kita. Setiap keluarga perlu mempersiapkan tempat khusus untuk menjadi tempat doa/mesbah keluarga. Keluarga bisa duduk mengitari meja atau bertelut untuk berdoa bersama. Di atas meja dapat diletakkan Alkitab, lilin yang dinyalakan, dan salib, tanda kehadiran Firman Allah, cahaya kasihNya, dan penghayatan pada pengorbanan Yesus.
  7. Pada jam 7 malam ada bunyi lonceng untuk semua masuk dalam ibadah.
  8. Selama hari berpuasa, kita dapat mengatur agar dapat berdoa 10-15 menit setiap 2 jam sesuai dengan pokok pergumulan yang disediakan setiap hari.
  9. Pada masa puasa selama 7 hari ini, kita akan sungguh-sungguh menggumuli pergumulan yang diatur setiap hari serta ditutup dengan ibadah keluarga. Dalam ibadah itu ada kesempatan untuk membuat komitmen bersama sebagai keluarga untuk menindaklanjuti puasa dan doa dengan tindakan berbagi.
Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here