“ Kami hanya bisa berucap terima kasih. Hati kecil kami menangis bahagia karena bantuan yang diberikan ini sangat berarti bagi kami semua. Kami tidak bisa membalas kebaikan masyarakat Papua Barat. Hanya Tuhan yang akan membalasnya “ ujar Nelson

Oelamasi, Suara Harapan – Dengan suara terbatah-batah dan berlinang air mata, kepala desa Oesena, Nelson Boemau menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Flobamora se-Papua Barat atas bantuan yang telah diterima warganya.

Nelson berucap, meski telah banyak menerima bantuan dari berbagai pihak, namun bantuan kali ini dirasakan sedikit berbeda. Pasalnya Nelson tak pernah menyangka bantuan diterimanya langsung dari tangan pengurus ikatan keluarga Flobamora yang rela datang dari jauh.

“ Kami hanya bisa berucap terima kasih. Hati kecil kami menangis bahagia karena bantuan yang diberikan ini sangat berarti bagi kami semua. Kami tidak bisa membalas kebaikan masyarakat Papua Barat. Hanya Tuhan yang akan membalasnya “ ujar Nelson dengan suara terbata-bata.

Di hari pertama penyaluran, bantuan masyarakat Papua Barat yang dihimpun oleh Ikatan Keluarga Flobamora diberikan kepada korban bencana Siklon Seroja NTT yang ada di wilayah kabupaten Kupang.

Setelah menempuh perjalanan darat menggunakan mobil selama kurang lebih 90 menit dari pusat kota Kupang, tim relawan akhirnya tiba di desa Oesena, kecamatan Amarasi, (Senin 26/04/21).

Akibat kondisi geografis serta alokasi waktu yang tidak memungkinkan, penyaluran bantuan berupa paket sembako diawali secara simbolis di balai desa, ditandai dengan penyerahan oleh Ketua Ikatan Keluarga Flobamora Kota Sorong (Martinus Lende Mere) didampingi Ny. Amerthina Udiata, Ketua Ikatan Keluarga Flobamora Kabupaten Sorong (Yohanes Laba Maran), serta Ketua Ikatan Keluarga Flobamora Prov. Papua Barat (Clinton Tallo) kepada perwakilan warga.

Usai penyerahan secara simbolis, tim relawan akan melanjutkan pembagian bantuan kepada seluruh warga desa Oesena dalam jangka waktu 2×24 jam sesuai jadwal kerja yang telah ditetapkan.

Akibat Bencana Siklon Tropis Seroja awal April lalu, wilayah yang dihuni 822 jiwa (239 kepala keluarga) ini terdampak rusak cukup serius.

Meski tidak ada korban jiwa, namun ratusan kepala keluarga terpaksa kehilangan rumah tinggal, dan sejumlah fasilitas penunjang pertanian berupa saluran irigasi serta bendungan rusak total. Tidak hanya itu, ratusan ton padi hasil panen dan hewan ternak lenyap.* Flobamora center

Komentar