Ayu Patrecia Pollin,S.Th

 

Minggu yang penuh sukacita ini, kita patut menaikan segala puji dan syukur kepada Tuhan, karena atas kasih dan anugerahNya kita masih diberi kesempatan untuk menikmati hidup sampai dengan saat ini. Kesempatan ini penulis mengajak kita untuk mau bersama belajar kebenaran Firman Tuhan dalam Kitab Kolose 1:15-23 dengan tema yang telah ditetapkan oleh Majelis  Sinode GMIT “Keselamatan Semua Ciptaan Melalui Kristus”
Latar belakang konteks  surat/kitab  ini di tulis bagi jemaat  di Kolose, ini adalah hendak menjawab pergumulan yang sedang terjadi di sana. Saat itu jemaat sedang menghadapi berbagai ajaran sesat yang beredar. Kolose merupakan kota kecil, kota pelabuhan efesus, sehingga sangat memungkinkan ajaran dan pemahanman masuk bergantian secara cepat.
Surat ini menekankan keutamaan Yesus Kristus, bertujuan agar jemaat tidak dibodohi oleh ajaran sesat. Menjaga jemaat dari praktek keagamaan yang berkembang di Asia kecil pada saat Paulus hendak meyakinkan jemaat agar tetap memegang teguh iman percaya kepada Yesus.
Perikop ini Paulus menjunjung Kristus dalam lima (5) hal penting: 
Pertama (1), Kristus adalah representasi dari Allah yang hidup. artinya bahwa:  pada ayat yang 15-20, disitu dengan tegas Paulus menjelaksan  dan menggambarkan tentang keutamaan Yesus Kristus. Setidaknya ada beberapa yang dapat dipahami di dalamnya tentang Kristus. Kristus sebagai representasi dari Allah yang hidup nyata di dalam hidup dan karya dari Yesus Kristus turut Telibat langsung dalam proses penciptaan bukan duduk diam tapi dengan tangan kuasaNya  menjadikan manusia menjadi sulung dari segala ciptaan (ada sebelum segalanya menjadi ada).
Kedua (2) Dia adalah the Creator (segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia). artinya Kepala dan tubuh yang juga dipahami  bahwa, Yesus sebagai gereja yang pertama bangkit dari antara orang mati karena merupakan kepenuhan dari Allah sendiri. dikatakan bahwa gambar Allah, di dalam, dan untuk Dia.
Ketiga (3), DIa adalah kepala gereja dan kepala Tubuh, artinya menunjukkan lambang Kristus, Kristus dipandang sebagai manusia sejati sebagai rancangan Allah dalam penciptaan. Dengan demikian menjadi serupa dengan Allah. Namun terkadang mau jadi sama,  mau jadi serupa dengan Kristus, bukanlah hal yang mudah, butuh proses juga untuk menjadi sama seperti Kristus, apalagi kita masih hidup dalam dunia yang hari demi hari begitu banyak menawarkan hal-hal yang menjadikan kita untuk tidak sama seperti Kristus. 
Kempat (4) ialah:  Kristus adalah Allah sejati dan manusia sejati artinya, ketika Inkarnasi, sebelum Yesus mati dan bangkit Ia juga sama seperti kita manusia sekarang, bisa makan, minum, tidur, kerja, dan melakukan hal-hal yang seperti manusia lakukan pada umumnya, itulah sisi kemanusiaan Yesus Kristus, namun Ia juga Allah yang sejati yang berasal dari Sang Bapa dari Allah yang tidak kelihatan. Di dalam Kristus seluruh kepenuhan Allah (yaitu sifat Allah secara utuh). Kristus adalah Allah sejati. Dia adalah yang sulung dari segala yang di ciptakan. Yang pertama bangkit dari antara orang mati. Kristus adalah yang sulung, baik bagi manusia sebagai ciptaan yang fana maupun bagi manusia sebagai yang kekal. inilah sisi keilahian dari Tuhan Yesus Kristus. Kristus yang pertama dan terutama, kekuatan apapun yang ada di dunia ini tidak memiliki kuasa apa-apa, sebab di dalam Kristus orang Kristen memiliki segala hal.
Kelima (5) atau terakhir itu ada pada ayat 21-22, Kristus adalah Juru Damai, kedua ayat ini mengingatkan begitu jahatnya keadaan manusia akibat kehidupan yang jauh dari Tuhan, bahkan Allah memusuhi manusia karena perbuatan jahat. Keadaan yang seperti itulah kemudian menjadi penyebab rusaknya hubungan antara manusia dengan Tuhan (DOSA). Akan tetapi keadaan itu tidak berlangsung selamanya, karena kemudian hubungan yang rusak itu didamaikan oleh karya Kristus. Ia menjadi juru damai yang agung melalui Kematian-Nya Kristus memulihkan keadaan manusia di hadapan Tuhan sehingga kembali kudus, tak bercacat, tak bercela.
Ada kisah seorang Afrika, Pada usia ke-23, ia juga pengarang lagu Amazing Grace ‘Ajaib benar Anugerah KJ 40) Jhon Newton adalah seorang yang kacau hidupnya. Dia terjebak dalam gaya hidup yang tidak bermoral, jhon newton hidupnya penuh dengan kejahatan). Pada tanggal 10 Maret 1748, kapalnya dihantam badai dan dalam ketakutannya ia berkata ‘Tuhan Kasihanilah kami” hatinya kemudian disentuh belas kasihan  dan pada saat itu juga ia percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Melalui badai hidup yang ia alami, jhon menjadi percaya bahwa Tuhan telah mengampuninya dari belenggu hidupnya yang jahat.


Ayat 23, merupakan nasihat untuk memelihara apa yang telah Tuhan anugerahkan, yaitu perdamaian ilahi,  jemaat di Kolose mereka diminta untuk tetap teguh dan tekun di dalam iman serta menolak setiap pengaruh yang hendak menggantikan pengharapan kepada injil.
Dari pandangan ini, ada beberpa hal yang perlu kita belajar bersama, antara lain:
a. Jadikan Yesus selalu yang utama. masalah keutamaan Yesus merupakan hal sentral dalam kehidupan iman orang Kristen. Itu sebabnya setiap orang percaya harus selalu waspada terhadap godaan yang dapat memnpengaruhi iman. Tanpa disadari bisa saja apa yang ada disekitar kita ada sesuatu atau sesorang yang kemudian dapat meggantikan posisi Yesus sebagai yang utama di hati kita, (kadang  uang, jabatan, harta, pacar/kekasih atau yang lainnya, yang sangat mungkin dapat menjadi penggoda bagi kita sehingga tidak mengutamakan Dia yaitu Yesus Kristus, Jemaat di kolose dan kita  diperingatkan oleh Paulus agar tetap mengandalkan keutamaan Yesus yang melebihi dari apapun, dengan demikian kita tidak akan pindah ke lain hati.  Dalam badai apapun dalam hidup ini, Dia Allah tetap setia.


b.Perdamaian yang sesusngguhnya penyebab utama rusaknya perdamaian antara Tuhan dan manusia adalah dosa karena tidak patuh. Dosa itu semakin berkarat di dalam kehidupan manusia sehingga manusia semakin jauh dari hadirat-Nya. keadaan tersebut sudah tidak dapat dipulihkan oleh korban apapun sampai pada akhirnya Kristus sendiri yang mendamaikan diri-Nya dengan manusia. (segala keadaan tidak dapat memulihkan kita dari dosa hanyalah Kristus yang sanggup untuk memulihkan kita)


c. Hidup dalam ketekunan dan keteguhan iman. Atas apa yang Tuhan buat dalam karya pendamaian. Paulus menasehatkan  kita agar hidup dalam ketekunan dan keteguhan iman. Dengan demikian kita tidak akan mudah digoyahkan untuk berpaling dari iman yang Tuhan anugerahkan . namun kita masih hidup di dunia ini, godaan silih berganti namun orang yang bertahan dalam godaan hiduplah yang akan menang bersama Tuhan. Jangan lari dari proses hidupmu, sebab Tuhan sudah merancangkan yang terbaik bagimu sekalipun dunia seakan akan menolak mu pecayalah Yesus,  Yesus selalu membuka tanganNya bagi yang mau mempercayakan hidup seutuhnya kepada Tuhan.
   Dalam ketekunan iman kita, kadang kita digoyahkan oleh dunia yang jahat, seperti murid-murid Yesus dalam perahu yang di goncangkan oleh angin ribut yang kencang, waktu mereka menyeberang, datang angin, badai, mereka dengar suara angin (tapi) mereka lupa suara Yesus, artinya Yesus sudah kasih tau hasil akhir kamu (karena  Dia maha tahu), badai datang buat hidup suadara dan saya, angin menderu, perahu kehidupan kita digoyang, diombang ambingkan, seakan akan kita tidak punya pilihan , namun butuh  satu kepercayaan penuh pada Firman Allah yang hidup.
Jika mau jujur sebagai orang Kristen, apa yang paling utama di dalam hidup kita? apakah Yesus yang mengawali semuanya? Apakah Yesus segalanya/yang utama dalam keseharian kita?, saat bangun pagi, saat bangun dari tempat tidur,  apa yang duluan menjadi perhatian kita? Apakah Handpone?, Lihat pemberitahuan di Facebook, Status di Whatsapp, atau Pekerjaan rumah tangga? Binatang peliharaan kita? atau Firman Tuha (Alkitab)? Kita bisa jawab dalam  hati kita masing” namun, Ingatlah jangan sampai ada hal lain yang dapat menggantikan posisi Tuhan Yesus di hati kita.
 Ia adalah Allah yang cemburu juga dan dapat menyatakan murka-Nya. Allah juga bisa marah dan cemburu jika kita manusia, umat ciptaan-Nya tidak menjadikan Ia sebagai yang utama dalam hidup ini. akan tetapi kasih setia-Nya tidak akan berkesudahan bagi setiap orang yang selalu mengutamakan dan mengandalkan Dia. Kristen adalah kehidupan kita, bukan sekedar Agama (orang biasa bilang Kristen KTP hanya agama saja yang Kristen tapi tidak menunjukkan hidup sebagai orang Kristen), jadilah orang yang sebenarnya Kristen yang mengutamakan Yesus dalam hidup.
Sesuai kalender Sinode GMIT, menetapkan bulan November sebagai bulan lingkungan hidup. Yang menjadi pertanyaan apa makna/hubungan Firman Tuhan hari ini dengan Lingkungan Hidup?  Artinya bahwa Tuhan Yesus yang menyelamtkan segala ciptaan, baik tanah, air, udara, tumbuh-tumbuhan, hewan-hewan, dan segalanya yang sudah tercemar, dan karena itu Tuhan Yesus telah menyelamatkan semuanya. Karena itu sebagai manusia, baik,  bapa, mama, jemaat Tuhan sekalian dan saya, kita perlu menjaga dan memelihara keselamatatan  dari semua ciptaan yang sudah Tuhan Yesus selamatkan, tidak boleh terjadi sikap eksploitasi secara liar, penggundulan hutan besar-besaran,  kerakusan manusia untuk sewenang-wenangnya merusak alam lingkungan secara tidak bertanggung jawab, itu sama saja dengan orang-orang yang belum dibebaskan dari dosa atau yang belum diselamatkan. 
 
Musim hujan telah tiba marilah kita semua selaku orang-orng yang telah diselamatkan, untuk membuat lubang-lubang peresapan air di tempat tinggal kita, agar ketika hujan turun air dapat meresap ke dalam lubang peresapan yang ada. Sebab tujuan hidup kita sebagai orang percaya adalah tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Kiranya Tuhan Yesus Kristus memberkati kita dengan Firman-Nya.* 

KOMENTAR ANDA

BACA JUGA:   Korinus Masneno: Kehadiran Jokowi karena Rasa Cinta sebagai Sebutir Mutiara dari Timur