Bupati dan Wakil Bupati Kupang
Bupati dan Wakil Bupati Kupang
Pemerintah Kabupaten Kupang di bawah kepemimpinan Bupati Korinus Masneno dan Jerry Manafe terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan taraf kehidupan masyarakat.
“Jika kita bekerja bersama masyarakat pasti akan sejahtera”
“Bekerja keras, bekerja sekuat tenaga, dan mulai melangkahkan kaki di langkah pertama, sesulit apapun keadaan kita, akan membuahkan hasil yang diharapkan.”
Yupiter Loinati

Majalah Suara Harapan – Pembangunan fisik seperti jalan, listrik, dan air terus digenjot agar aksesibilitas dan mobilitas masyarakat lebih cair. Selain itu, pembangunan dalam bidang ekonomi melalui Revolusi 5P serta pembangunan di bidang sosial dan budaya, juga tak lupa digalakkan demi mendongkrak kesejahteraan dan kemandirian masyarakat Kabupaten Kupang.

 

Ketika menghadiri acara peresmian peningkatan pelayanan listrik 24 jam untuk Kecamatan Amfoang Tengah dan Amfoang Selatan di Desa Oh’ Aem, Kecamatan Amfoang Selatan, 17 Oktober lalu, Bupati Kupang, Korinus Masneno, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak PLN yang sudah mengalirkan listrik 24 jam ke dua kecamatan tersebut.

 

Ia yakin kehadiran listrik 24 jam itu akan membantu meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan yang bijak dan tepat untuk hal-hal yang produktif.

 

“Mari kita syukuri berkat Tuhan ini dan memanfaatannya untuk meraih kehidupan yang lebih baik.  Memang masih ada keterbatasan yang kita miliki, tapi dengan sikap selalu bersyukur kita akan mampu melewati kesulitan dan menjadi pribadi yang lebih baik di hari yang akan datang,” pesannya.

 

Yakob, salah satu anggota masyarakat yang hadir juga tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya.

 

“Terima kasih Pemerintah Kabupaten Kupang dan PLN sehingga listrik sudah menyala 24 Jam. Dulu kita sulit beraktivitas karena jam operasional terbatas (menyala hanya 12 jam dari jam 18.00 sampai jam 06.00), kita hanya bisa manfaatkan beberapa jam setiap malam. Kita berharap ekonomi masyarakat dapat bertumbuh lewat pelayanan listrik 24 jam,” ungkap Yakob.

 

Di bidang air bersih yang masih menjadi persoalan sebagian besar wilayah di NTT termasuk Kabupaten Kupang, Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, berharap ada kerja sama seluruh komponen masyarakat agar problem air bersih itu bisa teratasi.

 

Hal itu diungkapkan Manafe dalam dialog radio bertema Jembatan Aspirasi bersama Pro 1 RRI Kupang yang berlangsung di Aula Kantor Desa Silu Kecamatan Fatuleu, Rabu, 14 Oktober 2020 yang mengangkat tema Dilema Pengelolaan Air Bersih di Desa Silu”.

 

Tema itu diangkat karena adanya persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Silu diantaranya kondisi sumur bor yang di programkan oleh Pemerintah, LSM dan dukungan pihak lain belum termanfaatkan dengan baik.

 

Menurut Jerry, problem yang terjadi di Desa Silu disebabkan oleh kurangnya koordinasi antar stakeholder.

 

“Saya minta kepada kades dan camat untuk membuat permohonan pembentukan kelompok melalui Bumdes dan diserahkan kepada saya agar bisa saya teruskan ke Bupati untuk ditandatangani dan diserahkan ke P2AT agar sumur bor tersebut bisa diberikan kepada masyarakat untuk dimanfaatkan”, ungkapnya.

 

Anggota DPRD Kabupaten Kupang Benediktus Humau mengharapkan, Pemdes  Silu bisa mengelola Bumdesnya sehingga air tersebut bisa diakses oleh semua masyarakat melalui penggunaan meteran air. Menyangkut pengelolaan, dibuatkan bersama peraturan desa (perdes) agar semua bisa berjalan sesuai dengan yang telah disepakati bersama.

 

Selain pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Kupang juga tak lupa memberi perhatian pada pembangunan ekonomi masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan kepada seluruh masyarakatnya.

 

Di antaranya adalah dukungan dan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi untuk menjalankan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPPS) yang digagas Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

 

Di Kecamatan Fatuleu Barat, dari potensi 3.750 ha lahan, sudah sekitar 200 ha yang dimanfaatkan untuk program TJPS.

 

Gubernur NTT Viktor Laiskodat dalan kunjungan kerja ke Kecamatan Fatuleu Barat, 30 Oktober 2020 silam mendorong masyarakat untuk lebih giat menjalankan program tersebut karena potensi Kabupaten Kupang sangat besar.

 

 

“Panen dilahan 7 ha hari ini saya anggap adalah latihan dan untuk tahun depan kita harus bisa memanen di lahan 400 ha. Jika itu terpenuhi, saya siap penuhi permintaan masyarakat untuk daerah ini bisa dipasang jaringan listrik dan jaringan HP,” ungkap Viktor sesuai permintaan masyarakat yang disampaikan oleh Camat Fatuleu Barat, Kandidus Neno.

 

Wabup Kupang, Jerry Manafe, pada kesempatan yang sama mengatakan akan terus mendorong masyarakatnya agar bisa memanfaatkan program TJPS tersebut. Apa yang menjadi keluhan masyarakat diyakini akan menjadi perhatian pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi.

 

Selain program TJPS yang digagas provinsi untuk mendukung perekonomian masyarakat, Pemkab Kupang melalui duet Korinus Masneno dan Jerry Manafe juga punya program yakni Revolusi 5P untuk mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Revolusi 5P merupakan upaya pemerintah untuk mendorong perubahan pola kerja masyarakat secara revolusioner dalam 5 bidang strategis, yakni pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan pariwisata.

 

Saat ini Kabupaten Kupang menjadi salah satu sentra produksi garam yang mulai menunjukkan kelasnya.

 

Menurut Wabup Kupang, Jerry Manafe,  dalam kesempatan menerima kunjungan kerja anggota DPRD Kabupaten Sumba Tengah, usaha garam sudah lama dikerjakan masyarakat melalui usaha garam rakyat. Beberapa waktu terakhir usaha itu mulai berkembang dengan masuknya investor/pengusaha yang berinvestasi membangun usaha garam di Kabupaten Kupang.

 

Kabupaten Kupang jelasnya sangat terdukung kondisi alam dengan garis pantai yang panjang, kadar garam yang tinggi dan panas yang lama sehingga sangat mendukung pengembangan produksi garam yang baik. Terkait pola kerjasamanya dengan sistem bagi hasil kepada masyarakat pemilik lahan, pemerintah dan menyerap pekerja lokal.

 

“Tentu pengembangan produksi garam berhasil karena kasih Tuhan melalui cuaca yang baik, panas dan menghasilkan produksi garam terbaik yang tidak kalah kualitasnya dari garam di jawa,” ungkapnya.

 

Keberhasilan produksi garam di Kabupaten Kupang khususnya di wilayah Bipolo mulai terasa saat sejumlah masyarakat Bipolo pemilik lahan, tanah ulayat yang digunakan sebagai tambak garam oleh PT. Garam Bipolo menyerahkan bagi hasil produksi bersama PT. Garam kepada beberapa unsur diantaranya kepada Lembaga Pembangku Adat (LPA) Kabupaten Kupang, Sinode GMIT dan Pemkab Kupang bertempat di Kantor Bupati Kupang, Rabu 4 November 2020.

 

Bupati Kupang Korinus Masneno dalam sambutannya menyatakan apresiasi atas kerja sama yang baik antara PT. Garam dan pemilik lahan sehingga produksi bisa berjalan dengan baik dan membuahkan hasil seperti saat ini.

 

Diakui Masneno bahwa sumber daya alam di Kabupaten Kupang khususnya untuk pengolahan dan produksi garam namun masih terbatas, baik modalnya yang minim, peralatan terbatas maupun SDM-nya. Karena itu perlu kolaborasi dengan pihak lainnya.

 

“Dengan bergandengan tangan seperti ini kita akan mampu meraih hasil yang lebih baik, saling melengkapi dan menolong,” ungkapnya.

 

Tak lupa ia mengapresiasi pola bagi hasil dimana pemilik lahan ulayat memberikan bagi hasil kepada pihak lainnya seperti Gereja, Pemerintah dan LPA dalam rangka berbagi dan bergandengan tangan membangun masyarakat.

 

“Tentu ini menjadi model yang patut dicontoh. Kalau niatan ini dibangun dengan baik akan menjadi berkat dan berlanjut di hari yang akan datang,” ujarnya.

 

Di bidang pertanian, ada langkah maju yang dibuat di Kabupaten Kupang. Hal itu antara lain dapat dilihat dari keberhasilan produksi padi hibrida jenis Mapan-05 di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah.

 

Pada Kamis 5 November 2020 dilakukan panen simbolis oleh Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe didampingi Kadis Pertanian Kabupaten Kupang Pandapotan Sialagan, Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang Paulus Ati, Sekdis Perindag Kabupaten Kupang Yohanis Eki, anggota DPRD Kabupaten Kupang Yakobus Dethan.

 

Turut hadir Kepala Desa Mata Air, perwakilan PT. Roda Tani Kupang, tenaga kerja dari PT. Primasid Andalan Utama, Anggota Polsek Kupang Tengah, Tokoh agama, para Kelompok Tani Desa Mata Air serta masyarakat setempat.

 

Keberhasilan itu merupakan kerja sama berbagai stakeholder diantaranya PT. Primasid Andalan Utama, Roda Tani Kupang, Kades Mata Air, Kelompok Tani Tunas baru serta unsur terkait lainnya.

 

Jerry berharap peran PT. Primasid dan Roda Tani tidak hanya mendukung petani di Desa Mata Air saja tapi juga di desa-desa lainnya yang ada di Kabupaten Kupang. Selain itu, pendampingan melaui penyuluh pertanian terkait kiat-kiat suksesnya menanam padi hibrida Mapan P-05 dengan incomenya juga harus disosialisasikan secara luas sehingga bisa diaplikasikan oleh lebih banyak masyarakat petani.

 

Pemilik lahan dari Kelompok Tani Tunas Baru,  Zaka Banu mensyukuri apa yang mereka kerjakan bersama. Selain padi, mereka juga berhasil memanen, melon, tomat, kacang panjang, bawang merah dan lombok. Menurut Zaka, pemupukan lahan pertanian menggunakan pupuk organik rendaman atau bokasi sehingga produk pertanian lebih aman dikonsumsi.

 

Geliat pembangunan yang sudah berjalan di Kabupaten Kupang menunjukkan bahwa Program Revolusi 5P sudah mulai dijalankan secara baik oleh masyarakat. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi.

 

Karena itu, Korinus dan Jerry mengimbau kepada masyarakat untuk secara serius mengembangkan model usaha yang lebih revolusioner lagi demi mendongkrak pendapatan masyarakat.

 

Secara khusus ia mengajak masyarakat untuk menanam dan bekerja sama memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam. Jika satu hektar hasilkan 4 ton saja dan satu kilogramnya dihargai 3000 rupiah akan sangat banyak keuntungan yang didapat jika masyarakat bersama menanam minimal di lahan 50 Hektar.

 

Selain itu, ia juga selalu mengingatkan masyarakat untuk menanam Lamtoro, karena memiliki manfaat besar untuk pakan ternak.

 

“Rumusnya Lamtoro itu satu tahun sudah bisa panen, namun bisa dijadikan pakan ternak bertahun-tahun dan sangat besar manfaatnya,” kata  Masneno dalam kesempatan peletakan batu pertama pembangunan gedung Kebaktian Imanuel Taupkole Bipolo Kecamatan Sulamu, Minggu, 15 November 2020.

 

Dirinya yakin dengan bekerja keras, bekerja sekuat tenaga, dan mulai melangkahkan kaki di langkah pertama, sesulit apapun keadaan kita, akan membuahkan hasil yang diharapkan.

 

Kepada perangkat Kecamatan dan Desa dirinya berpesan untuk proaktif mendukung kesejahteraan masyarakat, berkomunikasi dan bekerja sama. “Jika kita bekerja bersama masyarakat pasti akan sejahtera,”.

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here