Foto:Humas

Kupang,Majalahsuaraharapan.Com

Bupati Kupang Korinus Masneno mengikuti Peresmian Rumah Ibadah dan Pastori Jemaat Lahairoi Merdeka. Turut hadir Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Merry Kolimon, para pendeta GMIT Lahairoi, Pendeta Emeritus, Ketua Majelis Klasis Kupang Timur dan Sulamu, Anggota DPRD Agus Maboy, para penatua, diaken, pengajar dan seluruh jemaaat Lahairoi yang bertempat di halaman Gedung Gereja Lahairoi Merdeka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT (Minggu, 01 September 2019).
Jemaat Lahairoi merdeka, sebelum menjadi jemaat mandiri, merupakan bagian dari jemaat GMIT Getsemani Babau, pergumulan awal
pembentukan jemaat Lahairoi sebenarnya sudah di rencanakan oleh para orang tua, di kampung Merdeka ini sejak tahun 1980. Pergumulan panjang, akhirnya peletakan batu pertama pembangunan gedung GMIT Jemaat Lahairoi Merdeka, dilakukan pada 26 Agustus 2006 oleh Bupati Kupang Bapak Ibrahim Agustinus Medah, dengan modal panitia KAS Rutin untuk pembagunan sejumlah Rp6.800.000-, sekarang mencapai Rp1,3 Miliar. Tuhan berkenan mewujud nyatakan pembangunan gereja ini.
Setelah meresmikan Rumah Ibadah, Bupati Kupang bersama dengan pelayan dan jemaat Lahairoi mengikuti kebaktian. Ibadah di pimpin oleh Pdt. Januarita Bullan Baun,S.Th dan Pdt. Jenny de fretes-Lulan,S.Th.
Bupati Kupang dalam sambutan mengatakan, gereja membimbing iman para jemaat, mengingatkan kepada jemaat bahwa ketika pembelajaran soal iman semakin baik, harusnya diikuti dengan perkembangan teknologi dan informasi. Masneno menambahkan, kalau tidak dengan ketahanan iman dan ketahanan mental kita, maka generasi ini akan terpengaruh ke arah yang lain. Bupati Kupang kembali menegaskan, semoga jemaat ini akan siap menjadi penyaring yang baik dari informasi luar yang dapat memengaruhi Kasih kita terhadap sesama. Masneno mengucapkan proficiat,  dan terima kasih untuk jemaat di tempat ini. Walaupun hanya beberapa Kepala Keluarga (KK) di gereja ini selama kurang lebih 13 tahun, puji Tuhan, akhirnya mampu menyelesaikan pembangunan gereja. Masneno kembali menekankan, Gereja harus menjadi pilar utama bagi pembangunan Iman Kristen dan bagaimana gereja ini bisa menjadi tempat pendidikan iman dan spiritual kepada anak-anak kita kedepan. Pemerintah terus menjadikan pilar Gereja, sebagai pilar utama di Kabupaten Kupang karena mayoritas masyarakat kita adalah umat Kristen. Lanjut, Masneno, membangun manusia seutuhnya, yaitu ekonomi, iman dan spiritualnya juga harus baik. Itulah peran Pemerintah dan Gereja dalam rangka membimbing dan mengarahkan jemaat kita di bumi Kabupaten Kupang yang kita cinta.
Pdt. Merry Kolimon, dalam menyampaikan suara gembala mengatakan, jemaat ini mulai dari 70 KK, hari ini sudah mencapai 128 KK, 458 jiwa, dibagi menjadi 10 rayon. Semoga Gereja Lahairoi berdiri di tempat ini untuk menyatakan bahwa ini buah iman kami bahwa Tuhan menyertai kami. Ketua Majelis Sinode GMIT mengingatkan, kiranya rumah Tuhan ini menjadi tempat dimana ketika jemaat bergumul, ketika susah dan senang jemaat bisa berjumpa dengan Tuhan di tempat ini.
Merry menambahkan, rumah Pastori juga bukan sekedar pendeta tinggal, tetapi menjadi rumah seorang gembala yang menjadi tempat iman dikuatkan dan iman boleh berjalan dalam Kasih Tuhan. Akhir sambutan, Pdt. Merry mengucapkan selamat kepada seluruh Jemaat Lahairoi Merdeka atas peristiwa besar, hari ini menjadi sejarah. Bersama -sama dengan Bupati Kupang Korinus Masneno, Pdt.Merry Kolimon mendoakan, kiranya berkat Tuhan selalu menyertai kita. (Tim Humas)

KOMENTAR ANDA

BACA JUGA:   YPA Membantu Dua Sekolah GMIT