http://radiosuaraharapan.com

“Berdiri di atas mimbar dewan yang terhormat, politisi Mesak Mbura selaku Wakil Ketua Pansus menyampaikan apresiasi kepada pemerintah karena setelah ujian badai siklon Seroja sudah bekerja secara totalitas, namun terdapat juga kekurangan-kekurangan yang perlu dibenahi agar ke depan lebih baik lagi dari hari ini


Oelamasi, Suara Harapan – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kupang atas kinerja laporan Panitia khusus (Pansus) merekomendasikan lima catatan terhadap kinerja pemerintah dalam mengatasi bencana siklon badai Seroja yang terjadi pada April 2021 lalu.

Pantauan Suara Harapan (Kamis, 4 Juni 2021) berdiri di atas mimbar dewan yang terhormat, politisi Mesak Mbura selaku Wakil Ketua Pansus menyampaikan apresiasi kepada pemerintah karena setelah ujian badai siklon Seroja sudah bekerja secara totalitas, namun terdapat juga kekurangan-kekurangan yang perlu dibenahi agar ke depan lebih baik lagi dari hari ini.

Terdapat lima catatan penting yang ditemukan di lapangan:

1) Pengambilan kembali bantuan di Kecamatan Amarasi Barat. dalam laporan Mbura berkisah (Kupon bantuan dari pihak Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sebanyak 364 lembar yang harus dibagikan kepada 364 Kepala Keluarga tersebar di sembilan dusun. Namun karena waktu singkat, kupon yang berhasil dibagikan sebanyak 240, sisanya sebanyak 140 diambil kembali.

2) Dana BTT bencana siklon Seroja Rp7 milliar. (Rp1,5 milliar dikelola BPBD Kabupaten Kupang, terpakai Rp887.500.000,00-. Tersisa anggaran Rp612.500.000,00 masih berada di di BPBD Kabupaten Kupang.

3) Penanganan bencana siklon Seroja dari Dinas Sosial melalui dapur umum. Anggaran sebesar Rp202.000.000,00-.

4). Fasilitas umum dan rumah terdampak badai siklon Seroja warga yang rusak belum ditangani atau diperbaiki oleh pemerintah Kabupaten Kupang.

5). Sisa bantuan yang masih berada di Posko segera dibagikan kepada warga yang terdampak badai siklon Seroja (masyarakat yang belum dapat bantuan).

Terkait Laporan Pansus

http://radiosuaraharapan.com

Anggota DPRD Kabuptaten Kupang Anton Natun merasa kinerja Pansus merugikan salah satu pihak atau tokoh yang berada di Pemerintah Kabupaten Kupang, karena temuan mereka (Pansus) itu kata orang. Seharusnya kesempatan Paripurna saat ini diberi ruang untuk memberikan ruang klarifikasi, kembali Natun meluapkan kekecewaan terhadap Paripurna dan Pansus karena kinerja mereka tidak profesional.

http://radiosuaraharapan.com

Sedangkan Yos Lede mengkritisi data-data korban bencana Seroja. Dirinya kesal karena Pansus tidak menyinggung jumlah korban, kerusakan bahkan ada oknum pejabat yang berani hapus nama (korban bencana) untuk tidak mendapatkan bantuan, contoh di (Nekamese) kampung Ketua DPRD Kabupaten Kupang, tutup Lede.

http://radiosuaraharapan.com

Menanggapi laporan Pansus, Wakil Bupati Kupang memberi apresiasi dan tidak menyalahkan Pansus bahkan anggota DPRD yang terhormat. Ke depan dirinya akan membuktikan catatan Pansus, karena sampai saat ini dirinya tidak diberi ruang untuk melakukan klarifikasi. Inti dari semua ini Wakil Bupati Kupang akan mendoakan supaya kebenaran akan nampak, akan nyata pada waktu Tuhan.

Turut hadir dalam Paripurna seluruh Anggota DPRD Kabupaten Kupang yang adalah Wakil Rakyat, Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, SH. M.Th., Sekretaris Daerah Ir. Obed Laha, dan para Pimpinan OPD lingkup Kabupaten Kupang*

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here