Kupang-NTT, MSH.Com – Jemaat dan seluruh Majelis Jemaat Ebenhaezer Tarus Barat menyatakan rasa bangganya dan berterima kasih kepada Majelis Sinode GMIT yang telah mempercayakan jemaat ini menjadi tuan dan nyonya rumah bagi pelaksanaan Pembukaan Persidangan Majelis Sinode ke XLV tahun 2020.

Hal ini disampaikan Ketua Majelis Jemaat Ebenhaezer Tarus Barat dalam sapaan selamat datang, Minggu, 16 Februari 2020. Pembukaan Persidangan ini diawali dengan Ibadah yang dipimpin oleh Liturgos Pdt. Alfred Waang Sir,S.Th dan Pengkhotbah Pdt.Emr.S.B.A. Meza-Tauk, S.Th.

Dalam kesempatan kebaktian juga dikukuhkan dan diperhadapkan 3 (tiga) orang anggota Majelis Sinode GMIT EX OFFICIO periode pelayanan 2020 – 2023 masing-masing: Pdt.Samuel Pandi, S.Th., Pdt.Gustaf Amekan,S.Th., dan Pdt.Jois Toelle, S.Th.

 Bupati Kupang, Drs. Korinus Masneno, dalam sambutannya mengatakan bahwa adalah merupakan suatu kehormatan yang luar biasa bagi Pemerintah Kabupaten Kupang ketika pembukaan Sidang Sinode yang harusnya menjadi urusan Provinsi NTT, diberi kehormatan kepada Pemerintah Kabupaten Kupang untuk melaksanakannya di wilayah Kabupaten Kupang.

BACA JUGA:   MASNENO: MEMBANGUN DI KABUPATEN KUPANG PERLU SIKAP OPTIMIS

Berbicara Sidang pada organisasi gerejawi atau di bidang apapun yang namanya sebuah organisasi, untuk mencapai suatu kesepakatan bersama dalam tujuan bersama kita selalu berjalan dalam sebuah proses, proses ini yang pada akhirnya akan mengatur tentang sistem dalam sebuah organisasi.

Kenapa proses? menurut orang nomor satu di Kabupaten Kupang ini, karena organisasi itu sebetulnya terdiri dari sub-sub sistem dari satu sistem besar.  “Ketika sub-sub sistem itu hendak menyepakati satu teriakan, atau satu suara atau satu derap langkah yang sama, maka satu ketukan dia harus bersama sama di semua mata rantai sub-sub sistem itu”. Dan biasanya kita akan mengalami kesulitan didalam mengetuk lonceng yang berbunyi sama pada semua sub-sub sistem yang berada dalam sebuah organisasi.

Ini bukanlah perkara yang mudah karena tidak semua orang memiliki waktu, untuk menetapkan langkah pertama pada saat yang tepat. Oleh karena itu, kita jangan pernah takut bahwa yang namanya berselisih pendapat dalam sebuah organisasi itu adalah dosa.

BACA JUGA:   3 Rumah Warga GMIT Pengharapan Dendeng Rata Tanah

Selisih pendapat bukanlah dosa. Kita sedang berjalan mencari apa yang dikehendaki oleh Tuhan. Bahwa proses persidangan ini tentunya akan dikeluarkan dan ditetapkan program-program yang terbaik dalam rangka membangun manusia yang lebih baik di hari depan.

Mengingat hampir semua masyarakat Kabupaten Kupang adalah jemaat GMIT,  maka Kabupaten Kupang selalu merasa sangat membutuhkan GMIT sebagai salah satu pilar, untuk membangun manusia Kabupaten Kupang menjadi manusia yang lebih baik.

Sehebat apapun ilmu pengetahuan yang dimiliki, sehebat apapun kemampuan teknologi yang dimiliki, sehebat dan sekuat apapun ekonomi yang dimiliki, tetapi kalau mental dan spiritualnya tidak baik maka kita tidak akan pernah bahagia di dunia ini.

Hanya manusia yang memiliki ilmu pengetahuan cukup, didasari atas iman dan spiritual yang baik, yang mampu bersaing pada dunia saat ini, bahkan saat ini pula kecepatan informasi melebihi kecepatan pemikiran manusia untuk memecahkan masalah informasi.

BACA JUGA:   Seorang Penolong Yang Lain Yohanes 14:15-21

Karena informasi itu selalu datang mendahului pikiran manusia. Untuk mengantisipasi, semuanya harus ada saringan. Kecepatan informasi saringan terbaiknya adalah ketika orang memiliki iman dan spiritual yang baik serta budaya yang kuat. Kita akan siap untuk menerima kemampuan informasi sebagai sumber kekuatan untuk membangun negeri ini.

Sementara itu, Suara Gembala Majelis Sinode yang disampaikan Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Merry Kolimon mengatakan terima kasih yang tak terhingga pada semua pihak yang telah memberikan pundak untuk memikul bersama tanggung jawab pelayanan Sinode.

Di tahun ini kita perlu memberikan perhatian yang serius untuk mengupayakan supaya HKUP kita yang memberikan amanat yang besar dapat kita kerjakan dengan baik. Kita sama- sama berdoa, roh kudus memberikan hikmatnya agar di sidang ini kita mengupayakan pelayanan GMIT yang berdampak bagi perbaikan kualitas persekutuan kesaksian ibadah dan penataan layanan.

Persidangan ini berlangsung selama 5(lima) hari, yakni tanggal 16 s.d 20 Pebruari 2020 bertempat di Jemaat Ebenhaezer Tarus Barat dan Jemaat Benyamin Oebufu.

Hadir pula Pengurus Sinode GMIT, BPP dan UPP MS GMIT, Para Pendeta Emiritus, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kupang, Kepala Bimas Kristen Kanwil Provinsi NTT Drs. Yorhans Lopis, M.Si serta undangan lainnya.* Marta/Kabag Humas Kabupaten Kupang