(Foto:Humas)
Kupang,Majalahsuaraharapan.com
Bertempat di Hotel Aston Kupang (2/8/19) diselenggarakan seminar bagi Bunda PAUD Kecamatan, Camat dan Kepala Desa dalam rangka mendukung PAUD HI-Berintegritas di Kab. Kupang, dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Ir.Obet Laha. Turut hadir Kepala Perwakilan UNICEF wilayah NTT dan NTB, Direktur Yayasan Alfa Omega (YAO), Ketua Pokja IV TP PKK Prov NTT, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Kupang, para Camat, Gugus tugas PAUD HI, para Bunda PAUD, dan Kepala Desa. Terselenggaranya seminar atas kerja sama antara UNICEF, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pemkab Kupang dan Yayasan Alfa Omega. 
Dalam melaksanakan tugas dan peran Bunda Paud Kecamatan dan Kepala Desa serta Bunda Desa untuk melakukan monitoring dan pendamping di Lembaga PAUD secara terencana dan bagaimana Pemerintah Desa mengalokasikan anggaran dana desa dalam mendukung PAUD HI, maka perlu dilaksanakan seminar ini. Demikian yg disampaikan ketua Panitia Tien Riwu saat menyampaikan laporannya. Menurutnya, selama ini kendala di lapangan adalah pemahaman Bunda PAUD dan fungsinya sangat terbatas. Hal inilah yang membuat sehingga pendampingan terhadap PAUD-PAUD yg ada di desa dan kecamatan tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman yang baik kepada semua bunda PAUD terkait fungsi sangat dibutuhkan agar dikembangkan oleh PAUD lewat pelayanan holistik. Selain itu pula pemanfaatan dana desa dapat mendukung pengembangan anak usia dini Holistik Integratif (PAUD HI). 
Sementara itu Direktur YAO, Pdt. David A.N.Fina mengatakan tiga hal utama memajukan PAUD dalam konteks pengembangan ekonomi, (1) Skill/kemampuan sesuai kapasitasnya sebagai pemerhati PAUD dalam menciptakan ruang pendidikan yang maksimal bagi anak-anak, (2) Ketersediaan dana, dan (3) Pasar; sesuatu yang diadakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berhubungan dengan PAUD untuk bisa berkembang karena menurutnya PAUD merupakan fondasi dapat menciptakan mimpi-mimpi bagi masa depan anak bangsa. 
Sedangkan Kepala Perwakilan UNICEF wilayah NTT dan NTB, Yudistira Yewangoe berpendapat pendidikan PAUD didalamnya harus ada revolusi Industri, terdiri atas mekanisasi, otomatisasi, digitalisasi dan teknologi. Menurutnya jika era teknologi ditanamkan saat usia dini sangat baik bagi perkembangan anak dalam menganalisa bagaimana menggunakan teknologi. Untuk itu butuh dukungan sumber daya dan sumber dana dari berbagai pihak. 
Sekda Ir.Obet Laha
Sementara Sekda Kab.Kupang, Ir.Obet Laha dalam arahan mengatakan pelaksanaan seminar ini merupakan sarana strategis menyamakan persepsi dari semua pihak sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi serta masukan-masukan yang positif terhadap berbagai kebijakan serta peningkatan mutu proses pembelajaran maupun akses layanan PAUD HI di Kab. Kupang. Ditambahkannya bahwa peran Bunda PAUD adalah sebagai simbol sekaligus mitra utama dalam gerakan nasional PAUD berkualitas. Sebagai figur ibu yg merupakan tokoh sentral di setiap jenjang pemerintahan Sekda Obet Laha menyampaikan keberadaan Bunda PAUD dapat memotivasi masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk menyediakan layanan PAUD yang berkualitas. Tambahnya, pendidikan PAUD merupakan tanggung jawab kita semua dalam mempersiapkan generasi dan sumber daya manusia (sdm) yang unggul di masa mendatang. Obet mengharapkan Bunda PAUD di kecamatan maupun desa teruslah berkreasi dan berinovasi tentang pola-pola pembinaan dan penyelenggaraan PAUD yang paling efektif dan efisien. Sebab menurutnya, keberhasilan program PAUD di kab. Kupang hanya dapat berhasil apabila ada dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap anak usia dini dan Pendidikan PAUD, karena dari PAUD kita telah meletakan dasar dan membentuk manusia menjadi manusia berkualitas, berakhlak dan tanggung jawab. Selain itu anggaran Dana Desa, sekda berharap harus bisa dikelola dengan baik, salah satunya untuk pendidikan PAUD.* Tim Humas

KOMENTAR ANDA

BACA JUGA:   Korinus Masneno Berharap Umat Muslim Mendukung dan Menyukseskan Program 5 P