ARTIKELINSPIRASIROHANITAFSIRAN KITAB
Trending

Suami Istri yang Berdoa

Cintailah pasanganmu. Mencintai seseorang, artinya belajar mengenal pikiran, perasaan, dan juga harapan-harapan orang tersebut. Suami istri perlu menemukanlah cara-cara baru untuk memperkaya sukacita dalam perkawinanmu.

Story Highlights
  • Bersatulah dalam doa. Usahakan ada waktu berdua, suami-istri untuk bersekutu dengan Allah dalam doa. Kata bijak berikut ini mengandung makna yang sangat dalam. ”Hari yang diawali dengan doa, jarang berakhir kusut.” Yang paling ditakuti oleh iblis dari kehidupan rumah tangga, ialah jika suami dan istri bersatu dalam doa.
, Suami Istri yang Berdoa, Majalah Suara Harapan, Majalah Suara Harapan
….Ternyata ada dua model cinta yang harus disadari oleh suami-istri, yakni cinta pesona dan cinta yang dewasa….

Pdt. Dr. Ebenhaizer I Nuban Timo

Efesus 5:22-33

Majalahsuaraharapan.com – Sepasang mempelai berjanji untuk hidup bersama baik dalam suka maupun duka, dalam untung atau malang, ketika sehat maupun sakit. Ini sebuah pengalaman yang mengharukan. Dua insan dari latar belakang dan orientasi hidup yang sama sekali berbeda siap merelatifkan perbedaan-perbedaan mereka untuk mengukir sebuah sejarah bersama. Mereka yang mulanya dua sekarang menjadi satu. Hanya maut saja, bahkan ada banyak contoh yang menunjukkan bahwa juga maut tidak dapat memisahkan kasih di antara mereka.

            Mau tahu apa kekuatan perekat yang mampu menyatukan mereka dengan begitu kuat? Itulah kasih. Seseorang pernah berkata: ”Kasih memampukan kita melihat kebaikan sesama dengan teleskop dan kekurangan mereka dengan mikroskop. Itulah yang terjadi dengan kehidupan perkawinan, setidak-tidaknya pada awal pembentukan rumah tangga mereka.

            Tetapi kalau suami-istri perlu berwaspada, kasih yang mengikat satukan mereka itu bisa terkena virus sehingga begitu lewat bulan madu, rumah tangga berubah jadi pentas tinju dan karate. Kisah kehidupan banyak rumah tangga pada saat ini menunjukan hal itu secara jelas. Relasi suami-istri penuh dengan kegetiran, keretakan, bahkan juga perceraian. Suami-istri tidak berhasil mencapai cinta dewasa. Mereka hanya berhenti pada cinta pesona pada waktu pacaran dan bulan madu.

BACA JUGA:   Tidak Ada yang Baru

            Pantje Pondaang, seorang komponis musik POP Indonesia menulis sebuah lagu tentang kehidupan rumah tangga yang penuh sandiwara. ”Senyum dan tawa hanya sekedar saja, sbagai pelengkap sempurnanya sandiwara.”

            Banyak suami-istri masa kini yang menjalani kehidupan rumah tangga mereka sebagai sebuah neraka. Awalnya mereka sepakat menjadi satu dalam segala hal. Tetapi seiring perjalanan waktu, mereka mulai melihat keretakan-keretakan.

            Ternyata ada dua model cinta yang harus disadari oleh suami-istri, yakni cinta pesona dan cinta yang dewasa. Cinta pesona biasa muncul pada saat pacaran, dan diawal pembentukan rumah tangga. Kedua insan saling tertarik satu sama lain, dan terus ingin ada bersama-sama. Cinta pesona biasanya bersifat sementara, tidak bertahan lama.

            Cinta dewasa akan tumbuh setelah tahun-tahun yang penuh ketegangan dan perkawinan berhasil dilampaui. Dalam cinta dewasa, bukan lagi pesona fisik antara suami-istri yang menjadi perekat perkawinan mereka, tetapi pesona batin, sesuatu yang muncul dari dalam. Cinta dewasa bersifat langgeng. Sekali sepasang-suami mencapai tahap cinta dewasa, mereka pasti mampu mengatasi banyak godaan dan cobaan.

BACA JUGA:   Jangan Biarkan Ketidakberdayaan Melanda Terus

Pertanyaan kita: bagaimana seorang suami atau istri terus mengasihi istrinya atau suaminya sama seperti Kristus mengasihi jemaatNya? Resep apakah yang bisa kita pakai untuk cinta kita berhasil mencapai tahap kedewasaan itu?

Coba ikuti anjuran ini: dengarlah partner anda. Berilah dia waktu untuk menceritakan isi hatinya tanpa takut. Sebuah penelitian di Denmark menunjukan bahwa perempuan ada manusia yang akan merasa berharga dan bernilai apabila ada orang yang mau mendengarkan dia.

Ini perlu diperhatikan oleh setiap suami. Mendengar adalah juga prinsip kehidupan kristiani. Setelah pengajaranNya yang mendetail mengenai prinsip-prinsip kemuridan seperti yang tertulis dalam Khotbah di Bukit (Mt. 5-9) Yesus berkata: ”Barangsiapa mendengar perkataanKu ini dan melakukannya….”

Suami mendengar istri, istri mendengarkan suami adalah satu tindakan kebajikan. Sayangnya, banyak kali kita meremehkan kebajikan ini. Sebuah amsal kuno dari Timur Tengah berujar begini: ”Kalau marah sebaiknya anda berdiri. Jika kemarahan masih terus menyala, duduklah. Kalau itu belum menolong, sebaiknya berbaring.” Kita tidak boleh berbuat sebaliknya.

Apa yang terjadi justru kebalikannya. Orang yang marah biasanya tidak mau berbaring. Ia duduk, lalu berdiri, dan seterusnya terjadi pertengkaran, dan kekerasan dalam keluarga.

BACA JUGA:   KELAHIRAN ADALAH BERKAT CAMPUR TANGAN ALLAH

Cintailah pasanganmu. Mencintai seseorang, artinya belajar mengenal pikiran, perasaan, dan juga harapan-harapan orang tersebut. Suami istri perlu menemukanlah cara-cara baru untuk  memperkaya sukacita dalam perkawinanmu.

Kalau pada masa berkenalan dan awal perkawinan istri / suami melihat suaminya / istrinya sebagai pasangan yang sempurna, tetapi setelah dua tiga tahun menikah ia berubah menjadi seorang kritikus yang menjengkelkan, pelajarilah mengapa terjadi demikian. Jika suami-istri sungguh-sungguh mengamati latar belakang perubahan besar itu dan dengan jujur mencatat temuan mereka mereka akan sadar bahwa biang keladi persoalan bukan terletak pada partner melainkan pada diri sendiri.

Apa itu? Dulu ia memperhatikan hal-hal positif dari partnernya. Sekarang ia ribut dengan kelemahan-kelemahan kekasihnya. Lihatlah umpamanya pada contoh berikut. Sewaktu belum menikah, setiap kali menjumpai Mery, Boby selalu membawa kembang mawar merah. Mery menerima kembang itu dengan hati berbunga-bunga dan senyum cerah.

Hal yang sama Mery buat untuk Boby. Untuk menyenangkan hati kekasihnya, Mery selalu membeli rokok kesayangan Boby. Keduanya saling memperhatikan dengan tindakan-tindakan konkret.

Setelah menikah, Boby sering marah-marah kalau Mery memberikan dia hadiah. Ia tidak pernah lagi memberi penghargaan apalagi senyum. Ia malah berkata: “Saya kira uang belanja akan cepat habis jika kau pakai membeli hadiah-hadiah yang tidak berguna, lagi pula saya tidak suka cara-cara itu.”

Baca Halaman Selanjutnya

KOMENTAR ANDA

1 2Next page
Tags
Baca Selengkapnya
Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close