Adhy Koroh

Oelamasi,Majalahsuaraharapan.com

Nasib 535 guru-guru kontrak sesuai Surat Keputusan (SK) tahun 2019 di Kabupaten Kupang sangat memprihatinkan, para guru kontrak mengeluh karena sudah delapan bulan belum menerima gaji, tidak tahu mau mengadu kemana. Hal ini diungkapkan oleh ibu mawar (bukan nama sebenarnya), berasal dari SMPN yang berada di wilayah Kabupaten Kupang, menurut ibu mawar saat berkunjung ke redaksi Majalah Suara Harapan (20/8/2019) mengatakan, kami telah bekerja selama delapan bulan tetapi belum juga terima apapun dari pemerintah, sedangkan kebutuhan makan, minum dan biaya operasional sehari-hari kami utang, ‘beta’/Saya dengan suami tidur malam tidak nyenyak karena tiap hari orang datang tagih utang di rumah. Lanjut, mawar berharap kiranya pemerintah segera membayar gaji sebagai hak yang telah kami kerjakan, karena kewajiban telah kami lakasanakan dengan baik sesuai regulasi aturan dari pihak sekolah maupun dari pihak dinas. 
Adhy Koroh DPRD Kabupaten Kupang kepada Majalah Suara Harapan (22/8/2019) menyayangkan pelayanan Pemerintah daerah  (dinas terkait) terhadap keterlambatan pembayaran gaji guru kontrak di Kabupaten Kupang, menurut Adhy, ini persoalan serius yang harus ambil tindakan dengan cepat. Karena para guru kontrak ini telah menjalankan tugas mereka selama delapan bulan tetapi tidak menerima hak mereka, bayangkan sudah delapan bulan para guru kontrak bekerja tapi kita tidak melihat hak-hak mereka. Sebagai anggota dewan komisi C yang bermitra dengan dinas pendidikan, saya akan kordinasikan dengan dinas mitra dan bupati/wakil bupati agar segera membayar gaji guru kontrak tersebut. Menurut Adhy jika ada perubahan atau revisi Surat Keputusan guru kontrak sesegra diselesaikan sehingga tidak membuat para guru kontrak menjerit. Asaf

KOMENTAR ANDA

BACA JUGA:   Pdt.Mery Mengungguli Pdt.Ebenhaizer