Bacaan Alkitab: Amsal 1:1-7, Tema: Berhikmat dalam Iman
Iman dan hikmat merupakan dua hal penting yang saling melengkapi. Iman merupakan dasar yang membuat kita percaya sepenuhnya kepada Tuhan lalu berserah kepada Tuhan. Hikmat merupakan pemberian Tuhan yang menolong kita memahami karya-Nya, menolong kita menjalani kehidupan dengan segala pergumulannya.
Oleh karena itu iman dan hikmat tidak bisa dipisahkan apalagi dipertentangkan. Iman tanpa hikmat akan membuat iman mudah diombang-ambingkan; sedangkan hikmat tanpa iman akan melahirkan kejahatan dan malapetaka.
Pentingnya hubungan iman dan hikmat itu tergambar juga dalam kitab suci. Alkitab tidak hanya berisi kisah-kisah atau berita-berita iman yang disampaikan para nabi atau rasul. Alkitab juga memuat nasihat-nasihat hikmat.
Hikmat-hikmat itu ada dalam kisah para nabi dan kitab-kitab sejarah, tetapi juga dalam kitab-kitab khusus. Ada lima kitab hikmat dalam Alkitab, yakni Kitab Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah dan Kidung Agung.Penjelasan Teks Kitab Amsal sebagai salah satu kitab hikmat dihasilkan oleh beberapa penulis. Namun, sebagian besar dihasilkan oleh Raja Salomo.
Salomo menuliskan amsal-amsal untuk menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan. Tujuan Amsal ini adalah memberi hikmat dan pengertian mengenai perilaku yang bijak, kebenaran, keadilan, dan kejujuran (ay. 2, 3). Hikmat ini yang manusia pakai untuk mengelola kehidupan sehingga menjadi lebih baik. Oleh karena itu hikmat itu perlu untuk didengar, diterima dan dilakukan. Hikmat memberikan energi positif untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik.
Hikmat atau kebijaksanaan itu bukan hanya menjadi ciri atau milik orang tua yang sudah kenyang dengan pengalaman hidup. Hikmat juga harusnya ada pada semua orang dalam setiap rentang usia. Memang benar bahwa hikmat juga ditemukan dari perenungan akan pengalaman.
Nilai-nilai hikmat dari pengalaman itu kemudian diberitakan melalui penulisan amsal. Dengan demikian orang-orang muda yang belum berpengalaman pun dapat belajar dan menjadi bijak (ay. 4). Mereka tidak harus mengalami kemalangan untuk tahu pentingnya berhati-hati; tidak perlu mengalami kemarahan dan kebencian untuk tahu betapa pentingnya menjaga tutur kata dan lain sebagainya.
Oleh karena itu semua orang dari setiap golongan usua, termasuk orang-orang muda janganlah mengabaikan hikmat. Jangan menyia-nyiakan usia muda dengan hal-hal yang tidak berguna dan merusak masa depan; jangan buang-buang waktu karena waktu tidak akan bisa diputar kembali. Manfaatkan masa muda dengan menemukan hikmat dan memperolehnya. Salomo juga mengingatkan orang-orang bijak untuk tidak berhenti belajar dan menimba hikmat (ay. 5-6).
Jangan cepat berpuas diri dengan pengetahuan yang dimiliki karena pengetahuan juga senantiasa berkembang. Pengetahuan dan hikmat perlu selalu diperbaharui. Orang-orang berpengertian pun harus terus belajar memperkaya kebijaksanaan yang sudah dimiliki. Untuk itu kerinduan akan pengetahuan dan hikmat perlu terus dipelihara.
Selain itu perlu ada kerendahan hati untuk mau belajar dari orang lain karena terkadang ada yang merasa gengsi untuk belajar dari orang lain.Hikmat yang didapatkan dan dimiliki haruslah diawali dan didasarkan pada iman yakni rasa takut akan Tuhan (ay. 7).
Rasa takut akan Tuhan ini akan membingkai hikmat kita sehingga memberikan nilai positif bagi kehidupan. Hikmat yang tidak didasarkan pada rasa takut akan Tuhan akan membuat orang-orang berpengertian menjadi sombong; merendahkan orang lain; menggunakan hikmat itu hanya untuk kepentingan diri sendiri dan tidak jarang mengorbankan orang lain atau membawa dampak buruk bagi kehidupan.
Aplikasi
Pendidikan menjadi salah satu cara menemukan hikmat dan pengetahuan. Memperjuangkan pendidikan merupakan cara menyatakan iman dan keyakinan tentang masa depan yang Tuhan rancangkan. Oleh karena itu pendidikan harus diupayakan sebaik mungkin demi kehidupan yang lebih baik.
Pendidikan ini diupayakan bagi semua golongan usia dan juga tidak diskriminatif. Memberi dorongan dan mengupayakan pendidikan anak-anak tanpa membedakan jenis kelamin merupakan hal baik untuk pengembangan Sumber Daya Manusia.
Memperjuangkan pendidikan ditunjukan dengan kerelaan untuk membuka kesempatan belajar dan menyediakan dana pendidikan; kesediaan untuk membagi waktu dan perhatian untuk memantau perkembangan pendidikan anggota keluarga atau lembaga.
Gereja perlu hadir untuk menyaringkan suaranya tentang pentingnya pendidikan dan menguatkan karyanya dalam dunia pendidikan.
Hikmat dan pengetahuan itu harus didasarkan pada iman, yakni dalam rasa takut kepadaTuhan. Dengan demikian hikmat dan pengetahuan yang dimiliki sehingga tidak salah arah atau disalahgunakan; jangan sampai melahirkan kesombongan yang merusak persekutuan dan merendahkan kehidupan.
Dalam pengembangan dan penggunaan pengetahuan ada nilai-nilai yang harus dihargai dan dijaga. Hikmat dan pengetahuan haruslah dipakai untuk menolong dan bukan untuk merusak kehidupan; bukan untuk menipu atau mengeksploitasi pihak lain.
Demikian juga dengan hasil dari perkembangan pengetahuan yakni teknologi. Penggunaan teknologi perlu dibingkai oleh iman. Misalnya teknologi komunikasi. Itu dipakai untuk memperlancar dan memperluas komunikasi dan persaudaraan. Itu dipakai untuk menyebarkan nilai-nilai positif dan kesaksian yang menginspirasi dan menguatkan orang lain. Tetapi jangan dipakai untuk menghasut atau menyebar kebencian dan fitnah; jangan juga dipakai untuk menipu dan merugikan orang lain.
Teknologi pertanian, peternakan atau perikanan tetap dibingkai dalam tanggung jawab iman menjaga kelestarian alam.
Dalam hal ini, mari bersama kita membangun masa depan yang lebih baik melalui pendidikan. Landasi itu dengan rasa takut akan Tuhan; bingkai itu dalam iman kepada Tuhan; percayalah bahwa dengan memperjuangkan pendidikan kita sementara memperjuangkan masa kini dan masa depan yang kita percaya disediakan Tuhan bagi kita. Amin. (Bahan Sinode GMIT)



































