Majalah Suara Harapan – Saat memasuki Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta, Viktor Bungtilu Laiskodat tidak melihat tembok tinggi sebagai pemisah, melainkan sebuah ruang yang menyimpan jutaan kisah dan harapan. Kita semua lahir sebagai manusia yang paling takut pada dua hal: kehilangan nyawa dan kehilangan kebebasan. Kebebasan yang dirampas itu ada di sini, di dalam lapas. Tapi hari ini, saya menyaksikan sesuatu yang mengubah cara pandang saya tentang tempat ini.
Dahulu, orang memandang penjara sebagai akhir dari segalanya. Hari ini, Laiskodat melihat wajah-wajah yang sedang dipersiapkan untuk memulai lembaran baru. Perubahan paradigma dari “penjara” menjadi “pemasyarakatan” bukan sebatas pergantian nama, tetapi pergeseran cara kita memandang kemanusiaan. Di sinilah, di balik jeruji besi, saya justru melihat proses kelahiran kembali manusia-manusia baru.
Saya katakan kepada teman-teman warga binaan, jika dulu orang menyatakan senang masuk penjara, itu patut diragukan kewarasannya. Tapi hari ini, ketika lapas berubah dengan pendekatan emosional dan sentuhan kemanusiaan yang begitu hangat, jika ada yang tidak merasa nyaman di sini, justru itu yang patut dipertanyakan. Bukan karena mereka sedang menikmati hukuman, tetapi karena mereka sedang mengalami proses pemulihan harga diri sebagai manusia.
Saya bersama anggota Fraksi NasDem DPR RI datang dalam rangka buka puasa bersama dengan warga binaan, tidak hanya untuk berdialog, tetapi untuk memastikan bahwa dukungan politik kami hadir nyata. Kami ingin menciptakan tata kelola pemasyarakatan yang bersih, transparan, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Karena proses pembinaan yang baik hanya bisa lahir dari lingkungan yang bersih.
Tradisi buka puasa bersama di lapas telah kami lakukan sejak 2014, bukan ritual tahunan, tetapi cara kami mengatakan kepada saudara-saudara kita yang sedang menjalani pembinaan bahwa mereka tidak sendiri. Mereka bukan orang yang harus selamanya dicap buruk, tetapi manusia yang sedang dididik untuk kembali menjadi warga bangsa yang berguna.
Saya percaya, dari ruang-ruang seperti inilah lahir generasi baru yang lebih baik. Teruslah semangat menjaga dedikasi. Karena suatu hari nanti, saudara-saudara akan keluar dari sini dan membuktikan bahwa setiap manusia berhak atas kesempatan kedua.*Akun Facebook VBL


































