Majalah Suara Harapan – Jumat Agung adalah penting bagi umat di seluruh dunia untuk merenungkan pengorbanan besar yang dilakukan oleh Yesus Kristus demi keselamatan umat manusia.
Dalam ayat Yohanes 3:16-17, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia
Kita dapat melihat betapa besar kasih Allah kepada dunia ini sehingga Ia mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk menderita dan mati agar setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Pada Jumat Agung, kita diingatkan akan kesetiaan Yesus kepada kehendak Bapa yang membawa-Nya pada penderitaan dan akhirnya kematian di kayu salib. Meskipun Yesus merasakan kesengsaraan yang tak terbayangkan, Dia tetap mempertahankan iman dan harapan kepada Bapa-Nya. Seruan-Nya, “Eli, Eli, lama sabacthani!” menjadi bukti bahwa Yesus pun mengalami ketidakpastian dan kesulitan namun tetap percaya kepada rencana-Nya.
Pengorbanan Yesus Kristus mengajarkan kita untuk tetap berharap dan percaya kepada Allah meskipun dalam situasi terberat sekalipun. Seruan-Nya yang tak putus-putus menjadi teladan bagi kita untuk menjaga iman dan keyakinan ketika menghadapi segala kesulitan dan penderitaan dalam hidup. Kita diajarkan untuk tidak pernah menyerah dan selalu mempercayai bahwa Allah selalu bersama kita, bahkan di saat-saat paling gelap sekalipun.
Renungan Jumat Agung menjadi semakin penting bagi kita untuk merenungkan kasih dan pengorbanan Yesus Kristus serta menemukan kekuatan dan harapan dalam iman kita. Melalui penderitaan dan kematian-Nya, Yesus membawa keselamatan bagi umat manusia dan mengajarkan kepada kita arti dari pengorbanan sejati.
Dengan merenungkan pengorbanan Yesus Kristus dalam Jumat Agung, semoga kita semua dapat memperkuat iman dan harapan kita kepada Allah serta mengambil hikmah dan pelajaran untuk tetap percaya dan berserah kepada-Nya dalam segala situasi dan kondisi kehidupan kita. Amin.*Referensi berbagai sumber
































