Malang, Majalah Suara Harapan – Di tengah riuh rendah diskusi mahasiswa, sebuah pesan tajam bergema di ruang pertemuan ITN Malang.
Viktor Bungtilu Laiskodat, sosok yang dikenal dengan ketegasannya, memberikan suntikan semangat bagi Ikatan Keluarga Flobamora Malang.
Baginya, menjadi muda bukan sekadar soal usia, melainkan soal keberanian untuk berdiri tegak di atas landasan etika dan kecerdasan.
“Knowledge and character, itu manusia. Pengetahuan membuat orang menjadi terang, karakter membuat orang punya nilai,” tegas Viktor.
Bagi Viktor, generasi muda Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan antara kemudahan akses informasi dan tantangan integritas. Ia menekankan bahwa pengetahuan tanpa karakter hanya akan melahirkan sosok yang pintar namun hampa. Sebaliknya, karakter tanpa pengetahuan akan membuat perjuangan menjadi buta.
Ia mendorong mahasiswa untuk mengasah nalar kritis. Ketegasan dalam menyampaikan pandangan adalah identitas anak muda yang sesungguhnya. Namun, Viktor memberikan catatan penting: keberanian tersebut harus dibalut dengan cara yang intelektual, terukur, dan bertanggung jawab. Mengatakan yang salah sebagai kesalahan bukan sekadar protes, melainkan sebuah kewajiban moral yang harus disampaikan dengan data dan solusi.
Di hadapan para mahasiswa NTT di perantauan, Viktor mengingatkan agar semangat muda tidak padam oleh rasa takut atau “nina bobo” kenyamanan. Masa depan bangsa, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh gelar akademis, tetapi oleh kemauan untuk bekerja dan berkarya secara nyata.
“Hari ini, pengetahuan mudah diakses, tetapi kemauan untuk bekerja, berkarya, dan menghasilkan sesuatu yang nyata jauh lebih menentukan masa depan bangsa,” ujarnya.
Ia melihat potensi besar yang dimiliki Indonesia—tanah yang subur dan laut yang luas—hanya akan menjadi catatan statistik jika tidak diolah oleh tangan-tangan muda yang tangguh.
Pesan utama yang dibawa Viktor dalam dialog tersebut adalah hilangnya sekat antara teori dan praktik. Ia memimpikan transisi besar:
Dari gagasan menjadi karya nyata. Dari potensi menjadi hasil yang dirasakan masyarakat. Dari ruang kuliah menuju ruang pengabdian.
Indonesia tidak kekurangan orang pintar, namun Indonesia selalu membutuhkan lebih banyak anak muda yang mau “turun tangan” dan tidak sekadar “tunjuk tangan.” Dengan karakter yang kuat dan ilmu yang mumpuni, Viktor yakin generasi muda akan menjadi kunci bagi Indonesia yang lebih maju, adil, dan bersatu.
Langkah nyata dan keberanian untuk mencoba, bagi Viktor, adalah investasi terbaik yang bisa dilakukan anak muda hari ini untuk menjemput masa depan.


































