Majalah Suara Harapan – Hingga Senin, 11 Mei 2026 pengamatan Media Suara Harapan masih ada yang ganjil terhadap hasil Pansus.
Panitia Khusus DPRD Kabupaten Kupang sudah bekerja maksimal. Membongkar borok Dinas Peternakan. Ada 5 program, 20 kegiatan. Hasilnya terdapat sembilan rekomendasi tajam, termasuk indikasi mafia rekom pengiriman sapi antar pulau.
Tapi sampai pekan kedua Mei 2026 ini, pimpinan DPRD Kabupaten Kupang diam. Tak gubris. Tak direspon.
Berikut sembilan Rekomendasi Pansus berdasarkan laporan pansus pada halaman 45-46.
Pertama, Maksimalkan RPH: Pemerintah diminta manfaatkan Rumah Potong Hewan di Kabupaten Kupang. Jangan dibiarkan jadi gedung mati.
Kedua, Standarisasi Bantuan Ternak: Bantuan ke masyarakat harus sesuai harga, bobot, dan kualitas fisik. Target: setahun sudah produksi. Jangan kasih bibit kurus, rakyat yang rugi.
Ketiga, Larang Potong Sapi Bibit Produktif: Perlu regulasi tegas. Sapi betina produktif dipotong = bunuh masa depan peternakan.
Keempat, Tangani Wabah Babi: Pemerintah wajib punya solusi antisipasi penyakit ternak babi yang bikin petani bangkrut.
Kelima, Tambah Dokter Hewan: Tenaga drh di Kabupaten Kupang masih sangat terbatas. Bagaimana mau sehat ternaknya?
Keenam, Bangun Ranch Sapi Timor: Buat tempat pembibitan dan pemurnian sapi Timor. Jaga plasma nutfah asli NTT.
Ketujuh, Transparansi Rekom Antar Pulau: Pansus temukan indikasi pengiriman sapi antar pulau yang tekan harga di tingkat petani. Minta transparansi distribusi rekomendasi. Prioritaskan pengusaha lokal Kupang.
Kedelapan, SOP Distribusi Rekom: Buat SOP yang transparan dan akuntabel.
Kesembilan, Bentuk Pansus Mafia Recom: Ini puncaknya. Pansus minta pimpinan DPRD bentuk Pansus baru untuk dalami indikasi mafia rekomendasi di Dinas Peternakan.
Pansus sudah kantongi data. Ada indikasi kuat mafia rekom. Alur rekomendasi pengiriman ternak diduga tidak beres. Yang kaya makin kaya, petani ternak makin tertekan harga.
Tapi ketika Pansus minta palu diketok untuk bentuk Pansus lanjutan, pimpinan DPRD masih diam.
Saat ini telah memasuki pertengahan Mei. Minggu kedua. Tidak ada tanda-tanda pimpinan DPRD serius menanggapi temuan anak buahnya sendiri. Padahal Pansus hanya minta satu hal: bentuk tim untuk bongkar dugaan mafia yang hampir dapat dipastikan benar adanya
Karena itu, Media Suara Harapan akan terus mengawal, akan terus menagih janji dan respons pimpinan DPRD Kabupaten Kupang. Sampai Pansus Mafia Rekom dibentuk, sampai SOP transparan dibuat, sampai harga ternak petani tidak lagi ditekan.


































