KUPANG, SH – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kupang tengah gencar melakukan sosialisasi door-to-door ke rumah-rumah warga sebagai bagian dari upaya edukasi masyarakat tentang politik dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) November nanti.
Ketua Bawaslu Kabupaten Kupang, Marthoni Reo, menyatakan bahwa tahapan ini dilakukan oleh Panitia Pengawas Pemilu di tingkat Desa dan Kecamatan yang telah direkrut dan dilantik beberapa waktu lalu.
“Target kami minimal satu KK satu hari di setiap desa, supaya kita buka pikiran masyarakat kita soal pendidikan politik yang baik, yang benar, yang tidak boleh, yang boleh, yang tidak boleh sangsinya apa,” ujar Marthoni di ruangan kerjanya, Selasa (11/6).
“Karena masyarakat kita banyak yang belum paham soal pendidikan politik yang sebenarnya seperti apa. Yang mereka paham adalah politik transaksional. Karena itu dengan cara sosialisasi kita bangkitkan pemahaman mereka untuk kiranya pilkada ini menjadi lebih baik” lanjutnya.
Bersamaan dengan sosialisasi ini dilakukan koordinasi dengan stakeholder dalam proses pemutakhiran data pemilih yang sedang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Setiap tahun biasanya bermasalah karena dengan data pemilih. Mari kita kawal bersama untuk kita hasilkan satu data pemilih yang benar-benar akurat yang bisa kita pertanggung jawabkan,” pesan Marthoni.
Marthoni juga menyampaikan pesan kepada para bakal calon kepala daerah yang akan berkompetisi untuk bisa mengikuti tahapan pemilihan dengan baik.
“Kami menghormati proses yang sedang berjalan di partai. Pesan kami agar mari kita ikuti semua aturan, misalnya dokumen administrasi, sehingga sekiranya sesuai dengan ketentuan aturan yang berlaku,” pesan Marthoni. (*)

































