KUPANG BARAT, SH – Delegasi Senator Kongres Amerika Serikat bersama perwakilan International Fund for Agricultural Development (IFAD) melakukan kunjungan kerja di Desa Oematnunu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Rabu (9/10).
Kunjungan ini merupakan bagian dari evaluasi Program READSI (Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative), yang selama lima tahun terakhir telah berperan dalam mengembangkan sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat pedesaan di wilayah tersebut.
Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Novita Foenay, menyambut baik kunjungan tersebut.
“Kehadiran delegasi dari Amerika Serikat dan IFAD ini menegaskan komitmen bersama untuk mendukung pembangunan pedesaan yang inklusif dan berkelanjutan. Program READSI telah berhasil meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong ekonomi lokal melalui pertanian berkelanjutan,” ujar Novita dalam sambutannya.
Program READSI di Kabupaten Kupang melibatkan 20 desa di 10 kecamatan, dengan 140 kelompok tani yang mencakup 3.500 petani. Selama lima tahun pelaksanaannya, program ini berhasil meningkatkan kapasitas petani lokal, memperkenalkan teknologi smart farming, serta memberikan akses yang lebih baik ke pasar dan lembaga keuangan.
Senator Peter, pimpinan delegasi AS, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Kami sangat terkesan dengan pencapaian Program READSI di Kupang. Apa yang dilakukan di sini luar biasa, terutama dalam mengembangkan ketahanan pangan yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sebagai peluang bisnis bagi para petani,” ungkapnya.

Peter, yang juga seorang petani, turut berbagi pengalaman pribadinya dalam menggunakan teknologi irigasi tetes seperti yang diterapkan di Oematnunu.
Bayu Rahmawan, perwakilan IFAD, menegaskan bahwa Program READSI telah membawa perubahan signifikan bagi masyarakat desa di Kabupaten Kupang.
“Program ini mengubah pola pikir petani untuk lebih berorientasi bisnis, dengan dukungan pelatihan, literasi keuangan, dan teknologi pertanian yang lebih modern,” jelasnya.
Kunjungan ini juga disii dengan aktivitas panen dan penanaman brokoli serta tomat yang dilakukan bersama para petani setempat. Delegasi AS dan IFAD turut berdialog dengan petani mengenai manfaat program ini, yang dinilai telah meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Kabupaten Kupang.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Amin Juariah, mengharapkan kehadiran senator Amerika Serikat dan IFAD dapat memberi motivasi dan inspirasi bagi para petani.
“Dengan pelatihan peningkatan kapasitas yang dilakukan melalui program READSI para petani bisa membuktikan bahwa bisa mengelola usaha tani dengan lebih baik, termasuk mengakses lembaga keuangan dan pemasaran yang lebih baik,” ujarnya. (*)
































