AMARASI, SH – Dalam usia yang masih belia, Angelus Syukur Teguh Nitti telah mengukir prestasi yang mengagumkan di tingkat nasional. Siswa kelas 6 SD Negeri Buraen 1, Amarasi, ini membuktikan bahwa ketekunan dan semangat belajar mampu mengantarkannya ke puncak prestasi.
Dalam wawancara khusus dengan Suara Harapan, Angelus berbagi perjalanan inspiratifnya dalam dunia kompetisi matematika.
Prestasi Gemilang di Tengah Tantangan
Di usia 11 tahun, Angelus sudah mengantongi medali emas dari berbagai ajang bergengsi. Dalam kompetisi matematika tingkat SMP nasional tahun 2024, Angelus bersaing dengan 71 peserta dari seluruh Indonesia dan berhasil meraih medali emas, meskipun ia masih duduk di bangku sekolah dasar.
Angelus juga meraih medali emas di Kompetisi Sains Siswa Nasional (KS2N) dan Science Youth National Competition (SYNC), serta medali perunggu dari Dalton Mathematics Competition.
“Saya sangat bersyukur bisa dapat prestasi ini. Setiap lomba yang saya ikuti menjadi tantangan tersendiri, tapi saya selalu berusaha melakukan yang terbaik,” ujar Angelus dengan rendah hati.
Rahasia Sukses: Disiplin dan Dukungan Keluarga
Ketika ditanya tentang bagaimana ia bisa mencapai prestasi ini, Angelus menyebutkan pentingnya disiplin dalam belajar. Ia banyak belajar dari video pembelajaran di YouTube, terutama dari kanal Jerome Polin, dan membaca buku-buku dari Gramedia.
Waktu belajarnya diatur dengan ketat, dua jam sehari tanpa gangguan, di bawah bimbingan orang tua yang selalu mendukungnya.
“Mama selalu meminta saya untuk belajar dulu sebelum bermain. Saya juga sering belajar dari YouTube, terutama tentang matematika,” kata Angelus.

Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam keberhasilannya. Selain menyediakan buku-buku yang ia butuhkan, mereka juga selalu memastikan bahwa ia tetap fokus dan disiplin.
Dedikasi untuk Orang Tua dan Guru
Salah satu hal yang menyentuh dalam perjalanan Angelus adalah rasa terima kasih yang mendalam kepada orang tuanya.
“Saya persembahkan semua medali ini untuk Bapak dan Mama serta guru-guru dan pendamping saya. Mereka selalu mendukung dan mendoakan saya. Saya sangat berterima kasih kepada mereka,” ungkap Angelus penuh syukur.
Bagi Angelus, orang tuanya adalah pahlawan sejati yang tidak pernah berhenti memberikan dukungan.
Ayah Angelus, Dominikus Nitti, yang bekerja sebagai supir, menyampaikan kebanggaannya terhadap sang anak.
“Kami selalu berdoa dan mendukung Angelus dalam setiap langkahnya. Kami tidak pernah membatasi mimpinya, dan kami berharap ia terus berprestasi,” ujar Dominikus.
Tetap Rendah Hati dan Bermimpi Besar
Meskipun telah mencapai banyak prestasi, Angelus tetap rendah hati. Ia percaya bahwa kesuksesan harus diiringi dengan sikap rendah hati dan kerja keras.
“Orang tua saya selalu mengingatkan untuk tidak sombong meskipun sudah juara. Kalau kita rendah hati, Tuhan akan terus mengangkat kita,” katanya.
Cita-cita Angelus adalah menjadi seorang dokter, dan ia bertekad untuk terus belajar dan berprestasi guna mewujudkan impian tersebut. Di tengah gemerlap prestasi yang ia raih, Angelus tetap menjadi anak yang sederhana, penuh semangat, dan berfokus pada pendidikan.
Inspirasi Bagi Generasi Muda
Perjalanan Angelus menjadi inspirasi bagi banyak anak di Amarasi dan sekitarnya. Ia telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan keluarga, tidak ada hal yang mustahil. Prestasinya yang luar biasa di usia muda menjadi teladan bagi teman-temannya dan anak-anak lain di seluruh NTT.
Angelus Nitti adalah bukti nyata bahwa mimpi besar bisa diraih, bahkan dari sudut terpencil di Amarasi, Kabupaten Kupang. Ia terus melangkah dengan cita-cita mulia, menjadi seorang dokter yang akan membawa perubahan bagi masa depan. (*)


































