Ditinjau Langsung Mensos, Gubernur, & Bupati, Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang-NTT Capai 75%, Hadiah Presiden Prabowo untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan
Suara Harapan – Mimpi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem di kabupaten Kupang – NTT segera jadi kenyataan. Pembangunan Sekolah Rakyat permanen pertama di NTT yang berlokasi di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang kini sudah mencapai progres 75 persen. Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menargetkan sekolah berbasis asrama ini mulai beroperasi Juli 2026.
Gus Ipul meninjau langsung lokasi pembangunan bersama Gubernur NTT Melki Laka Lena, Bupati Kupang, Yosef Lede, dan jajaran, Minggu 31 Mei 2026. Peninjauan untuk memastikan kesiapan program prioritas nasional bidang pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan kelompok rentan.
Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang Provinsi NTT posisinya sudah mencapai dan mendekati 75 persen dan kita sudah melihat model dari asrama untuk siswa. Kita harapkan pembelajaran nanti bisa dimulai pada bulan Juli mendatang, kata Gus Ipul.
Sekolah Rakyat permanen pertama di NTT ini dibangun di lahan 10 hektare. Dirancang menampung lebih dari 1.000 siswa mulai jenjang SD, SMP hingga SMA dengan sistem asrama.
Fasilitasnya lengkap: ruang belajar, asrama siswa + asrama guru, fasilitas olahraga, laboratorium, perpustakaan, hingga sarana ekstrakurikuler.
Gedung ini bisa menampung lebih dari 1.000 siswa termasuk di dalamnya ada asrama untuk guru, fasilitas olahraga, fasilitas ekstrakurikuler, laboratorium, perpustakaan yang semuanya diharapkan menjadi bagian dari dukungan Sekolah Rakyat terhadap proses pembelajaran, ujarnya.
Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat adalah intervensi pemerintah pusat untuk perluas akses pendidikan dan putus rantai kemiskinan antargenerasi.
Ini adalah hadiah, ini adalah persembahan Presiden Prabowo Subianto untuk keluarga paling tidak mampu dalam rangka memutus mata rantai kemiskinan dan menghasilkan generasi emas 2045, katanya.
Untuk kesempatan pertama baru Kabupaten Kupang yang memenuhi syarat tanahnya untuk kemudian dibangun Sekolah Rakyat, ujar Gus Ipul. Ia berharap daerah lain di NTT segera siapkan lahan.
Sekolah akan terima siswa bertahap: Tahun pertama: 300-400 siswa – SD 100, SMP 100, SMA 100, Tahun kedua: sekitar 800 siswa hingga tahun 2028; capai kapasitas penuh 1.000 siswa
Seleksi fokus ke warga lokal desil 1 miskin ekstrem berdasarkan verifikasi data kesejahteraan sosial. Yang bersekolah di sini adalah warga setempat yang ditetapkan oleh Bupati Kupang, kata Gus Ipul. Rekrutmen guru libatkan BKN, KemenPAN-RB, dan Kemendikdasmen.
Gubernur Melki Laka Lena pastikan Pemprov NTT akan kawal pembangunan sampai 100 persen agar Juli 2026 bisa beroperasi. Pemprov juga akan koordinasi dengan bupati/wali kota lain agar cepat siapkan lahan untuk Sekolah Rakyat berikutnya.
Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah kami akan terus mengawal proses pembangunan yang sekarang sudah mencapai 75 persen agar cepat mencapai 100 persen sehingga cepat beroperasi, kata Melki.

































