(Catatan, Arnolus Mooy)
Majalah Suara Harapan — Menutup bulan Mei 2026, tepatnya Minggu (31/5), Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Kupang, Arnolus Mooy, tengah merenungkan perjalanan sebuah lembaga keuangan yang menurutnya telah melampaui sekat-sekat kaku perbankan konvensional.
Syalom, selamat berkarya untuk kita semua, sapanya hangat membuka obrolan bersama Suara Harapan memancarkan aura optimisme seorang wakil rakyat yang akrab dengan masyarakat bawah.
Hari ini, sebuah catatan syukur terukir indah. Bank TLM Cabang Kabupaten Kupang resmi menginjak usia yang ke-12. Sebuah usia yang matang dalam membuktikan konsistensi, menembus tantangan geografis, dan merajut asa bersama masyarakat di Kabupaten Kupang.
Bagi Arnolus Mooy, Bank TLM bukan sekadar papan nama lembaga keuangan yang mencari profit. Lebih dari itu, ia adalah harapan di tengah dahaga masyarakat yang kerap tersandung rumitnya administrasi perbankan saat membutuhkan modal usaha atau dana darurat.
DPRD dua periode ini memberikan apresiasi dan proviciat setinggi-tingginya kepada jajaran manajemen Bank TLM atas pelayanan yang luar biasa tanggap dan humanis. Di saat bank-bank lain menerapkan prosedur yang berbelit-belit, Bank TLM justru hadir dengan formula yang memanusiakan nasabah.
Manajemennya terbaik dalam melayani nasabah dan masyarakat. Dalam permohonan pinjaman, prosesnya sangat singkat. Asalkan syarat permohonan terpenuhi saat itu juga, langsung diproses, dan besoknya uang sudah cair! Ini luar biasa, puji Arnolus
Kecepatan ini, lanjut Mooy, adalah sebuah wujud nyata bagi para pelaku UMKM, petani, dan masyarakat kecil yang perputaran ekonominya bergantung pada kecepatan modal.
Tidak hanya soal kecepatan, ada satu kebijakan humanis dari Bank TLM yang menurut Ketua Fraksi PKB ini patut diacungi jempol: inklusivitas tanpa batasan usia.
Di tempat lain, faktor usia sering kali menjadi dinding pembatas yang kaku bagi masyarakat untuk mendapatkan akses permodalan. Namun, Bank TLM melihat dari sudut pandang yang berbeda. Selama ada produktivitas, semangat kerja, dan tanggung jawab, ruang itu selalu terbuka lebar.
Bank TLM tidak membatasi usia seperti bank-bank lain. Ini adalah bukti nyata bahwa pelayanan mereka berbasis pada kebutuhan rakyat, bukan sekadar hitung-hitungan angka di atas kertas, tegas Arnolus.
Menutup untaian harapannya, Arnolus Mooy menyelipkan doa mendalam bagi seluruh keluarga besar Bank TLM yang tengah bersukacita.
Terus semangat dalam melayani dengan kasih. Dan semoga Bank TLM semakin menjadi berkat yang melimpah bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kupang. Tuhan Yesus Kristus memberkati katong semua. Tuhan memberkati, pungkasnya dengan senyum tulus.

































