KUPANG, SH – Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Partai Perindo, Mesak Nikodemus J. Mbura, menyerukan agar seluruh peserta Pilkada menghindari kampanye hitam dan tetap memegang teguh aturan serta etika kampanye yang berlaku.
Menurutnya, setiap paket calon kepala daerah sebaiknya fokus pada visi dan misi masing-masing tanpa menjatuhkan pihak lain.
“Proses kampanye ini sebaiknya diisi dengan menawarkan visi-misi yang bisa diaktualisasikan, bukan sekadar janji tinggi yang sulit diwujudkan karena keterbatasan anggaran,” tegas Mesak, Sabtu (2/11).
Menurutnya, keterbatasan APBD dan PAD Kabupaten Kupang membuat janji-janji yang terlalu tinggi akan sulit dijalankan dan hanya menjadi mimpi bagi masyarakat.
Selain menyoroti etika kampanye, Mbura juga menyinggung program bantuan perumahan yang menjadi salah satu agenda strategis pemerintah pusat di era Presiden Prabowo Subianto.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2023, Kabupaten Kupang mengusulkan sekitar seribu unit bantuan rumah, tetapi yang terealisasi sekitar 150 unit pada 2024, dengan alokasi sebagian besar untuk wilayah Kecamatan Kupang Timur, Fatuleu, dan Kupang Tengah.
Menyusul program 2 juta rumah dari Presiden Prabowo Subianto, Mesak mendorong pemerintah Kabupaten Kupang untuk bisa lebih responsif dengan mengusulkan calon penerima yang memang layak dibantu.
“Kami mendorong agar Penjabat Bupati, melalui Dinas Perumahan Rakyat, bekerjasama dengan Dinas PMD serta pihak desa dan kelurahan untuk mengidentifikasi warga yang benar-benar membutuhkan. Ini penting agar program bantuan perumahan tepat sasaran dan tidak dipolitisasi,” ujar Mesak.
Mesak juga mengimbau agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengecek politisasi program bantuan perumahan ini. Ia menyebut adanya calon kepala daerah yang memberikan langsung dokumen usulan perumahan, yang dinilai bisa berpotensi melanggar aturan kampanye.
“Ini kami harap Bawaslu bisa periksa, apakah tindakan tersebut bertentangan dengan UU Pilkada atau tidak. Program pemerintah sebaiknya dijalankan dengan tujuan membantu masyarakat, bukan untuk kepentingan politik sesaat,” tegasnya.
Menjelang pemilihan pada 27 November mendatang, Mesak mengajak seluruh warga Kabupaten Kupang untuk memilih paket calon yang terbaik.
Berada di partai yang mendukung Paket Kemesraan, dr. Messerasi Ataupah dan Maria Nuban Saku, ia mengajak masyarakat untuk mendukung paket tersebut karena punya program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, baik di sektor pendidikan, kesehatan, pertanian dan infrastruktur.
“Program-program Kemesraan menurut saya realistis dan tidak mengada-ada. Program seperti perbaikan jalan sepanjang 400-500 kilometer menjadi prioritas agar dapat terealisasi setidaknya 40-50 persen dalam lima tahun ke depan,” pungkas Mesak. (*)


































