Majalah Suara Harapan – Tahun 2019, sebuah proyek besar bernama SPAM Air Oenuntono dimulai dengan penuh semangat.
Pemerintah menginvestasikan miliaran rupiah untuk membangun sistem distribusi air bersih yang diperkirakan akan menjadi penyelesaian bagi warga Oenuntono, Kecamatan Amabi Oefeto Timur yang selama ini kesulitan mendapatkan akses air bersih.
Namun, 2020, 2021, 2022, 2023 berlalu, proyek tersebut tidak berjalan sesuai rencana. Warga yang seharusnya mendapatkan manfaat dari SPAM Air Oenuntono justru kecewa karena instalasi air yang dibangun tidak berfungsi. Air tidak pernah mengalir ke rumah-rumah mereka seperti yang diharapkan.
https://youtu.be/FzKZrAqGHZ0?si=id6M7UgrnSOrUuQy
Di tahun 2024, pemerintah memutuskan untuk merehap proyek SPAM Air Oenuntono dengan harapan akan ada perbaikan yang signifikan. Namun, ketika tahun 2025 tiba, warga hanya mendapatkan angin sebagai hasil dari proyek tersebut.
https://youtu.be/FzKZrAqGHZ0?si=id6M7UgrnSOrUuQy
Menurut warga pada (Selasa, 01 April 2025) para pekerja proyek itu terus bekerja tanpa henti, meskipun tidak ada perkembangan yang berarti. Mereka tidak pernah memberikan penjelasan kepada kami (warga) tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi, dan sosialisasi yang mereka (para pekerja) lakukan juga tidak jelas dan tidak efektif.
https://youtu.be/FzKZrAqGHZ0?si=id6M7UgrnSOrUuQy
Akhirnya, kami (Warga) terpaksa menerima kenyataan bahwa SPAM Air Oenuntono mungkin hanya akan menjadi angan-angan belaka. Sebuah misteri yang tak pernah terpecahkan, proyek yang seharusnya menjadi penyelamat malah menjadi kekecewaan yang mendalam bagi mereka. Dan hingga kini, angin masih menjadi satu-satunya hasil dari proyek besar yang pernah menggema di desa mereka (Oenuntono), Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang-NTT.



































