Majalah Suara Harapan – Gotong royong sebagai salah satu nilai budaya yang kuat di Indonesia, menjadi kekuatan kolektif masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk perbaikan infrastruktur pertanian.
Khususnya di Desa Mata Air, gotong royong yang diusung oleh kelompok Petani Pengelola Air (P3A) Dahulu Rasa berperan aktif dalam memperbaiki saluran irigasi primer yang mengairi 142 hektar sawah.
Situasi saluran irigasi yang mengalami kerusakan mencapai 70% dari total panjang 700 meter sangat membutuhkan perhatian pemerintah.
Perbaikan saluran irigasi primer bukan sekadar gotong royong infrastruktur; hal ini berhubungan langsung dengan keberlangsungan hidup petani dan produksi pertanian di Desa Mata Air.
Irigasi yang baik memastikan tanaman memperoleh cukup air, yang pada gilirannya dapat meningkatkan hasil panen. Tanpa perawatan dan perbaikan yang memadai, saluran irigasi yang sudah termakan usia menyebabkan gangguan yang berujung pada penurunan produktivitas pertanian.
Pekerjaan rutinitas P3A Dahulu Rasa ini dimulai setelah panen dan memasuki musim tanam baru. Momen transisi ini menjadi waktu yang tepat bagi para petani untuk bersatu, berkolaborasi, dan mengatasi permasalahan yang ada.
Dengan berpartisipasi dalam perbaikan saluran irigasi, anggota P3A tidak hanya meningkatkan kualitas irigasi tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan antar-warga desa. Kegiatan ini menciptakan ikatan sosial yang lebih kuat dan membangun rasa memiliki terhadap sumber daya yang ada.
Namun, gotong royong P3A tidak dapat dijadikan satu-satunya harapan dalam menangani masalah infrastruktur irigasi.
Diperlukan adanya dukungan dari pemerintah provinsi dan kabupaten Kupang dalam memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan petani di Desa Mata Air.
Diharapkan Peran pemerintah dalam menyediakan dana, sumber daya, dan kebijakan yang mendukung sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program irigasi.
Tanpa dukungan yang memadai, usaha gotong royong akan terbatas pada kemampuan dan sumber daya komunitas yang ada, yang mungkin tidak mencukupi untuk memperbaiki dan merawat infrastruktur secara optimal.
Pemerintah Kabupaten Kupang yang punya program swasembada pangan dan air dimohonkan melihat Kelompok P3A Dahulu Rasa.
Dengan adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah, harapan untuk mendapatkan saluran irigasi baik.



































