• Home
  • About
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Juli 3, 2026
  • Login
  • Home
  • NewsHot!
    475 Kuda, Silat Kampung, Tarian Kebelai : Hus Kuda Usman Cup II Rote Ndao Tarik Wisatawan Asing

    475 Kuda, Silat Kampung, Tarian Kebelai : Hus Kuda Usman Cup II Rote Ndao Tarik Wisatawan Asing

    Juara Hus Kuda Cup II Mika Manu “Bukan Sinetron” Bangga Ada Anak Rote di Senayan, Ini Soal Kebersamaan

    Juara Hus Kuda Cup II Mika Manu “Bukan Sinetron” Bangga Ada Anak Rote di Senayan, Ini Soal Kebersamaan

    Kapolres Rote Ndao Ajak Warga ​Merawat Warisan Nenek Moyang di Hus Kuda Cup II Usman Cup

    Kapolres Rote Ndao Ajak Warga ​Merawat Warisan Nenek Moyang di Hus Kuda Cup II Usman Cup

    Jaga Akurasi Data Pemilih, KPU Kupang Rekap PDPB Triwulan II Tahun 2026

    Jaga Akurasi Data Pemilih, KPU Kupang Rekap PDPB Triwulan II Tahun 2026

    ​Petani Rote Selatan Sampaikan Aspirasi Langsung ke Usman Husin

    ​Petani Rote Selatan Sampaikan Aspirasi Langsung ke Usman Husin

    Orang Rote Pintar Tapi Mudah Diakalin, Usman Husin Tatap Muka dengan Ratusan Petani Daleholu, Rote Selatan

    Orang Rote Pintar Tapi Mudah Diakalin, Usman Husin Tatap Muka dengan Ratusan Petani Daleholu, Rote Selatan

    Trending Tags

    • Sosok
      Kisah Kades Naunu, Romao Soares Menjaga Kepercayaan Masyarakat

      Kisah Kades Naunu, Romao Soares Menjaga Kepercayaan Masyarakat

      Hari Raya Pentakosta bersama Oma Taroci Niab di Desa Fatumetan yang “Terabaikan” oleh Pemerintah

      Hari Raya Pentakosta bersama Oma Taroci Niab di Desa Fatumetan yang “Terabaikan” oleh Pemerintah

      Blusukan Ala Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes

      Desa Manusak, Pantulan, Fatukanutu, Pakubaun, Tunfeu, dan Batuinan Diakui BPKP Perwakilan NTT Sebagai Desa Percontohan Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa

      Menghidupkan Asa Kisah Inspiratif Thobias Uly, Wakil Bupati Sabu Raijua

      Menghidupkan Asa Kisah Inspiratif Thobias Uly, Wakil Bupati Sabu Raijua

      Demas Koris Nubatonis Sosok Inspiratif Membangun Desa Oenuntono

      Demas Koris Nubatonis Sosok Inspiratif Membangun Desa Oenuntono

      Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T., Siap Mengambil Tantangan yang Lebih Besar dengan Mencalonkan Diri sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang

      Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T., Siap Mengambil Tantangan yang Lebih Besar dengan Mencalonkan Diri sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang

      Trending Tags

      • Nintendo Switch
      • CES 2017
      • Playstation 4 Pro
      • Mark Zuckerberg
    • Advertorial
      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Ditinjau Langsung Mensos, Gubernur, dan Bupati Kupang, Pembangunan SR Capai 75%, Hadiah Presiden Prabowo

      Ditinjau Langsung Mensos, Gubernur, dan Bupati Kupang, Pembangunan SR Capai 75%, Hadiah Presiden Prabowo

      Mengaca pada Kaca Pecah KUD: Tantangan Pasar dan Uang Beredar di Balik Koperasi Desa Merah Putih, Catatan  Kritis Daniel  Hurek 

      Mengaca pada Kaca Pecah KUD: Tantangan Pasar dan Uang Beredar di Balik Koperasi Desa Merah Putih, Catatan  Kritis Daniel  Hurek 

      Meidelzed Amtiran, Ketua Peppsi NTT Dukung Sensus Sapi di Kabupaten Kupang: Jujur Data, Naik Kuota, Harga Peternak Selamat

      Meidelzed Amtiran, Ketua Peppsi NTT Dukung Sensus Sapi di Kabupaten Kupang: Jujur Data, Naik Kuota, Harga Peternak Selamat

      Kejujuran Data Selamatkan Peternak

      Kejujuran Data Selamatkan Peternak

    • Editorial
    • Opini
    • Rohani
    • E-MagazineBaru
    • Video
    • Foto
    No Result
    View All Result
    Majalah Suara Harapan
    • Home
    • NewsHot!
      475 Kuda, Silat Kampung, Tarian Kebelai : Hus Kuda Usman Cup II Rote Ndao Tarik Wisatawan Asing

      475 Kuda, Silat Kampung, Tarian Kebelai : Hus Kuda Usman Cup II Rote Ndao Tarik Wisatawan Asing

      Juara Hus Kuda Cup II Mika Manu “Bukan Sinetron” Bangga Ada Anak Rote di Senayan, Ini Soal Kebersamaan

      Juara Hus Kuda Cup II Mika Manu “Bukan Sinetron” Bangga Ada Anak Rote di Senayan, Ini Soal Kebersamaan

      Kapolres Rote Ndao Ajak Warga ​Merawat Warisan Nenek Moyang di Hus Kuda Cup II Usman Cup

      Kapolres Rote Ndao Ajak Warga ​Merawat Warisan Nenek Moyang di Hus Kuda Cup II Usman Cup

      Jaga Akurasi Data Pemilih, KPU Kupang Rekap PDPB Triwulan II Tahun 2026

      Jaga Akurasi Data Pemilih, KPU Kupang Rekap PDPB Triwulan II Tahun 2026

      ​Petani Rote Selatan Sampaikan Aspirasi Langsung ke Usman Husin

      ​Petani Rote Selatan Sampaikan Aspirasi Langsung ke Usman Husin

      Orang Rote Pintar Tapi Mudah Diakalin, Usman Husin Tatap Muka dengan Ratusan Petani Daleholu, Rote Selatan

      Orang Rote Pintar Tapi Mudah Diakalin, Usman Husin Tatap Muka dengan Ratusan Petani Daleholu, Rote Selatan

      Trending Tags

      • Sosok
        Kisah Kades Naunu, Romao Soares Menjaga Kepercayaan Masyarakat

        Kisah Kades Naunu, Romao Soares Menjaga Kepercayaan Masyarakat

        Hari Raya Pentakosta bersama Oma Taroci Niab di Desa Fatumetan yang “Terabaikan” oleh Pemerintah

        Hari Raya Pentakosta bersama Oma Taroci Niab di Desa Fatumetan yang “Terabaikan” oleh Pemerintah

        Blusukan Ala Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes

        Desa Manusak, Pantulan, Fatukanutu, Pakubaun, Tunfeu, dan Batuinan Diakui BPKP Perwakilan NTT Sebagai Desa Percontohan Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa

        Menghidupkan Asa Kisah Inspiratif Thobias Uly, Wakil Bupati Sabu Raijua

        Menghidupkan Asa Kisah Inspiratif Thobias Uly, Wakil Bupati Sabu Raijua

        Demas Koris Nubatonis Sosok Inspiratif Membangun Desa Oenuntono

        Demas Koris Nubatonis Sosok Inspiratif Membangun Desa Oenuntono

        Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T., Siap Mengambil Tantangan yang Lebih Besar dengan Mencalonkan Diri sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang

        Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T., Siap Mengambil Tantangan yang Lebih Besar dengan Mencalonkan Diri sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang

        Trending Tags

        • Nintendo Switch
        • CES 2017
        • Playstation 4 Pro
        • Mark Zuckerberg
      • Advertorial
        Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

        Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

        Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

        Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

        Ditinjau Langsung Mensos, Gubernur, dan Bupati Kupang, Pembangunan SR Capai 75%, Hadiah Presiden Prabowo

        Ditinjau Langsung Mensos, Gubernur, dan Bupati Kupang, Pembangunan SR Capai 75%, Hadiah Presiden Prabowo

        Mengaca pada Kaca Pecah KUD: Tantangan Pasar dan Uang Beredar di Balik Koperasi Desa Merah Putih, Catatan  Kritis Daniel  Hurek 

        Mengaca pada Kaca Pecah KUD: Tantangan Pasar dan Uang Beredar di Balik Koperasi Desa Merah Putih, Catatan  Kritis Daniel  Hurek 

        Meidelzed Amtiran, Ketua Peppsi NTT Dukung Sensus Sapi di Kabupaten Kupang: Jujur Data, Naik Kuota, Harga Peternak Selamat

        Meidelzed Amtiran, Ketua Peppsi NTT Dukung Sensus Sapi di Kabupaten Kupang: Jujur Data, Naik Kuota, Harga Peternak Selamat

        Kejujuran Data Selamatkan Peternak

        Kejujuran Data Selamatkan Peternak

      • Editorial
      • Opini
      • Rohani
      • E-MagazineBaru
      • Video
      • Foto
      No Result
      View All Result
      Majalah Suara Harapan
      No Result
      View All Result
      Home News

      Selembar Surat untuk Mama Reti (dan Bapa Prabowo Subianto)

      by Suara Harapan
      5 bulan ago
      in News
      A A
      Selembar Surat untuk Mama Reti (dan Bapa Prabowo Subianto)
      178
      VIEWS
      Bagikan ke FacebookBagikan ke WA

      BacaJuga

      475 Kuda, Silat Kampung, Tarian Kebelai : Hus Kuda Usman Cup II Rote Ndao Tarik Wisatawan Asing

      Juara Hus Kuda Cup II Mika Manu “Bukan Sinetron” Bangga Ada Anak Rote di Senayan, Ini Soal Kebersamaan

      Kapolres Rote Ndao Ajak Warga ​Merawat Warisan Nenek Moyang di Hus Kuda Cup II Usman Cup

      Majalah Suara Harapan – Ada kalanya sebuah bangsa tampak sibuk menata meja makan raksasa, lengkap dengan taplak anggaran, piring kebijakan, dan sendok statistik, sementara di sudut dapur ada seorang anak yang pergi karena tak kebagian alat makan paling sederhana. Kita menyebutnya pembangunan. Kita menamainya program strategis. Kita merapikannya dalam grafik dan presentasi. Tetapi pada suatu hari di Ngada, Nusa Tenggara Timur, sebuah angka yang tak sampai sepuluh ribu rupiah menjelma liang sunyi bagi seorang bocah kelas IV sekolah dasar.

      YBS berusia sepuluh tahun. Usia ketika dunia seharusnya selebar halaman buku tulis, ketika masa depan masih bisa ditulis ulang dengan pensil yang mudah dihapus. Ia tidak meminta gawai untuk bermain gim. Tidak meminta sepatu baru. Bahkan bukan seragam. Ia hanya meminta buku tulis dan pulpen. Permintaan yang, bagi sebagian besar dari kita, bahkan tak layak menjadi catatan belanja. Namun bagi ibunya, MGT—seorang janda dengan lima anak, bekerja serabutan dan bertani—permintaan itu adalah kemewahan.

      “Kita tidak punya uang.” Kalimat itu sederhana, jujur, dan kejam sekaligus. Ia bukan penolakan karena kikir, melainkan pengakuan atas batas hidup. Tetapi bagi seorang anak, kalimat semacam itu bisa berubah menjadi vonis: aku tidak cukup penting untuk diteruskan. Dari sinilah rasa malu mulai bekerja, pelan, diam, namun mematikan.

      Pada waktu yang hampir bersamaan, negara sedang larut dalam perayaan angka. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digadang-gadang dengan anggaran fantastis: sekitar 300 triliun rupiah dalam APBN 2026. Angka yang disebut-sebut sebagai bukti keberpihakan negara kepada anak-anak. Angka yang berkilau di pidato, konferensi pers, dan baliho. Tetapi angka, seperti juga cahaya lampu sorot, sering kali menyilaukan—ia membuat kita gagal melihat apa yang berada di pinggir.

      Di lapangan, MBG bukan sekadar soal nasi dan lauk. Ia adalah soal rantai distribusi, kontrak pengadaan, vendor, dapur umum, logistik, dan birokrasi. Dalam rantai itulah anggaran raksasa menemukan rumah nyamannya. Mereka yang berada dekat dengan lingkaran kekuasaan—pengusaha, penyedia jasa, perantara kebijakan—menikmati porsi utama. Sementara anak-anak sekolah, terutama di daerah seperti NTT, sering kali hanya menerima remah-remahnya: menu seadanya, distribusi tak merata, atau bahkan nihil kehadiran.

      Negara gemar menyebut angka agregat. Tetapi angka agregat tak pernah bisa menjawab satu pertanyaan sederhana: apakah anak ini, hari ini, merasa dipedulikan. YBS tidak mati karena tidak makan siang. Ia mati karena tidak bisa menulis di kelas. Karena alat paling dasar untuk merasa setara dengan teman-temannya tak ada di tangannya.

      YBS tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar delapan puluh tahun. Bukan karena kasih sayang berkurang, melainkan karena kemiskinan memaksa keluarga miskin untuk pandai berbagi jarak. Ayahnya telah meninggal bahkan sebelum ia lahir. Hidup datang kepadanya tanpa pilihan-pilihan yang lazim kita anggap wajar. Sekolah, yang seharusnya menjadi ruang kesetaraan, perlahan berubah menjadi cermin yang memantulkan kekurangan.

      Ia menulis sepucuk surat. Polisi mencocokkan tulisan itu dengan buku-buku sekolahnya: identik. Isinya bukan kemarahan. Bukan tudingan. Melainkan kepasrahan yang terlalu matang bagi seorang anak. Dalam bahasa Bajawa, ia menyebut ibunya “pelit sekali”. Sebuah kata yang polos. Anak-anak sering menamai dunia dengan kosa kata yang mereka punya. Mereka belum mengenal istilah “kemiskinan struktural”. Mereka belum paham bahwa yang pelit bukanlah ibu mereka, melainkan sistem yang membiarkan kebutuhan paling dasar menjadi barang mewah.

      “Kalau saya meninggal, mama jangan menangis.” Kalimat ini bukan keberanian. Ini tanda menyerah. Dalam psikologi perkembangan, Erik Erikson menyebut usia ini sebagai fase industry versus inferiority: masa ketika anak ingin merasa mampu, berguna, dan diakui. Ketika alat belajar tak tersedia, rasa malu datang lebih dulu daripada lapar. Malu adalah luka sosial. Ia tidak berdarah, tetapi membuat seseorang menarik diri dari dunia.

      Di dahan pohon cengkih, tak jauh dari pondok, YBS pergi. Kita tergoda menyederhanakan sebab: pulpen, buku tulis. Tetapi penyederhanaan sering kali menjadi cara paling halus untuk menghindar. YBS tidak meninggal karena pulpen dan buku tulis. Ia meninggal karena martabatnya sebagai pelajar dirampas oleh kemiskinan yang dibiarkan, dinormalisasi, bahkan dianggap wajar.

      Di titik inilah ironi kebijakan publik menjadi telanjang. Negara dengan enteng mendiskusikan ratusan triliun rupiah untuk satu program, tetapi gagap memastikan sepuluh ribu rupiah hadir tepat waktu bagi seorang anak. Kita berbicara tentang generasi emas, bonus demografi, dan masa depan bangsa, sementara di akar rumput, masa depan itu patah sebelum sempat tumbuh.

      Tak berhenti di sana, negara juga sibuk mengukir citra global. Sumbangan belasan triliun rupiah diumumkan untuk tragedi kemanusiaan di Gaza. Solidaritas itu, pada dirinya, mulia. Tetapi kebajikan yang dipertontonkan keluar negeri sering kali berbanding terbalik dengan kepekaan ke dalam. Hannah Arendt pernah mengingatkan tentang banality of evil: kejahatan tidak selalu lahir dari niat jahat, melainkan dari rutinitas, kepatuhan, dan kebiasaan untuk tidak berpikir. Dalam konteks ini, kebutaan nurani negara bukan karena kebencian, melainkan karena terlalu sibuk mengelola citra dan ambisi.

      Jean-Jacques Rousseau menulis bahwa legitimasi kekuasaan terletak pada kemampuannya melindungi yang lemah. Negara yang kuat bukan yang paling lantang berpidato atau paling besar anggarannya, melainkan yang paling hadir bagi mereka yang tak punya daya tawar. Dalam kisah YBS, negara absen. Atau lebih tepatnya, negara hadir dalam bentuk yang salah: hadir sebagai angka, bukan sebagai tangan yang menolong.

      Surat YBS bukan sekadar catatan perpisahan. Ia adalah dokumen kegagalan kolektif. Ia menegaskan bahwa pendidikan tak pernah netral. Ia bisa menjadi tangga, tetapi juga bisa menjadi tembok. Ketika alat tulis menjadi syarat tak tertulis untuk merasa pantas berada di kelas, sekolah telah berubah menjadi arena seleksi sosial. Yang kuat bertahan. Yang lemah menyingkir—atau disingkirkan oleh rasa malu.

      Kita sering membicarakan kemiskinan sebagai masalah ekonomi. Padahal ia juga masalah bahasa: bagaimana negara berbicara kepada warganya yang paling miskin. Apakah dengan angka dan jargon, atau dengan kehadiran nyata. Apakah dengan baliho, atau dengan pulpen dan buku di tangan anak.

      Ada ironi yang tak bisa disangkal: triliunan rupiah dibahas dengan ringan, sementara sepuluh ribu rupiah menjadi tembok tak tertembus. Di antara dua angka itu, ada jarak yang bukan sekadar nominal, melainkan jarak nurani. Kita mungkin bangga pada program. Kita mungkin puas pada laporan. Tetapi selama masih ada anak yang berpikir bahwa kepergiannya adalah solusi, ada sesuatu yang rusak pada cara kita memahami kebahagiaan.

      YBS tidak lemah. Dunia di sekitarnya yang terlalu keras dan terlalu diam. Dan diam, seperti kita tahu, adalah bentuk lain dari persetujuan.

      Esai ini tidak meminta air mata. Ia menuntut ingatan dan tanggung jawab.

      Sebab sesungguhnya, selembar surat ini tidak hanya ditujukan kepada Mama Reti—seorang ibu yang dipaksa keadaan untuk berkata “tidak punya uang” kepada anaknya sendiri. Surat ini juga dialamatkan kepada Bapa Presiden Prabowo Subianto, kepada para pemimpin dan anggota MPR dan DPR dari pusat hingga daerah, kepada para gubernur, bupati, dan wali kota, serta kepada seluruh aparatus yang hari-harinya diisi rapat anggaran, pidato pembangunan, dan jargon kesejahteraan.

      Tetapi surat ini tidak berhenti di sana. Ia juga ditujukan kepada kita semua—kepada masyarakat yang sering kali terbiasa mengagumi angka besar dan lupa pada luka kecil; kepada publik yang gemar berdebat soal triliunan, namun abai pada sepuluh ribu rupiah yang tak pernah sampai. Termasuk kepada saya sendiri, yang menulis dengan jarak aman, dan kepada kita yang membaca dengan rasa iba, lalu perlahan melanjutkan hidup seperti biasa.

      Sebab kematian YBS bukan hanya akibat kemiskinan, melainkan akibat kelalaian kolektif. Ia lahir dari sistem yang terlalu sibuk mengatur citra, tetapi malas mengurus yang paling rapuh. Dari negara yang gemar tampil sebagai dermawan di panggung dunia, namun gagal memastikan bahwa seorang anak di Ngada bisa menulis pelajaran hari esok.

      Jika negara adalah rumah bersama, maka surat ini adalah ketukan kecil dari pintu dapur—tempat yang jarang kita periksa. Ia mengingatkan bahwa kebijakan, betapapun megahnya, harus diuji pada pertanyaan paling sederhana: apakah ia membuat seorang anak merasa pantas untuk tetap hidup dan belajar esok hari.

      Jika jawabannya belum, maka selembar surat ini akan terus berulang. Ditulis ulang. Dikirimkan kembali. Bukan dengan tinta, melainkan dengan kehilangan demi kehilangan.

      Dan pada akhirnya, kita patut bertanya dengan jujur: di negeri yang begitu fasih menghitung triliunan, mengapa sepuluh ribu rupiah bisa menjadi akhir dari sebuah masa kanak-kanak? (****)

      Julianus Akoit, mantan Wartawan

      Tags: NKRIPrabowo Subianto
      Share71Send
      Previous Post

      Anak SD Bunuh Diri di NTT, Mensos Gus Ipul: Ini Alarm Keras Buat Negara

      Next Post

      Selamat Memasuki Masa Emeritasi Pdt. Bendelina Doeka-Souk

      BeritaTerkait

      475 Kuda, Silat Kampung, Tarian Kebelai : Hus Kuda Usman Cup II Rote Ndao Tarik Wisatawan Asing
      News

      475 Kuda, Silat Kampung, Tarian Kebelai : Hus Kuda Usman Cup II Rote Ndao Tarik Wisatawan Asing

      Juli 3, 2026
      162
      Juara Hus Kuda Cup II Mika Manu “Bukan Sinetron” Bangga Ada Anak Rote di Senayan, Ini Soal Kebersamaan
      News

      Juara Hus Kuda Cup II Mika Manu “Bukan Sinetron” Bangga Ada Anak Rote di Senayan, Ini Soal Kebersamaan

      Juli 3, 2026
      319
      Kapolres Rote Ndao Ajak Warga ​Merawat Warisan Nenek Moyang di Hus Kuda Cup II Usman Cup
      News

      Kapolres Rote Ndao Ajak Warga ​Merawat Warisan Nenek Moyang di Hus Kuda Cup II Usman Cup

      Juli 3, 2026
      138
      Next Post
      Selamat Memasuki Masa Emeritasi Pdt. Bendelina Doeka-Souk

      Selamat Memasuki Masa Emeritasi Pdt. Bendelina Doeka-Souk

      Stay Connected test

      • Trending
      • Comments
      • Latest
      Empat Bulan, Honorer di Kabupaten Kupang belum Mendapatkan Upah

      Empat Bulan, Honorer di Kabupaten Kupang belum Mendapatkan Upah

      April 12, 2025
      Beredar Nama Kandidat Bupati dan Wabup Kupang, Siapa Saja Mereka?

      Beredar Nama Kandidat Bupati dan Wabup Kupang, Siapa Saja Mereka?

      Maret 8, 2024
      Ini Dia 14 Nama Bakal Calon Bupati dan Wabup Kupang yang Melamar ke Partai Nasdem

      Ini Dia 14 Nama Bakal Calon Bupati dan Wabup Kupang yang Melamar ke Partai Nasdem

      Mei 10, 2024
      Angelus Nitti, Bintang Matematika Baru dari Amarasi, Kabupaten Kupang

      Angelus Nitti, Bintang Matematika Baru dari Amarasi, Kabupaten Kupang

      Juni 4, 2024
      Hus Kuda Memanggil Kami Kembali, Terminal Tenau Penuh Penumpang ke Rote Ndao

      Hus Kuda Memanggil Kami Kembali, Terminal Tenau Penuh Penumpang ke Rote Ndao

      0
      APP: Umat KUB St. Ignatius Loyola Berbagi Kasih

      APP: Umat KUB St. Ignatius Loyola Berbagi Kasih

      0
      Temui Presiden Jokowi, Tokoh Masyarakat Adat Amfoang Minta Moratorium DOB Dicabut

      Temui Presiden Jokowi, Tokoh Masyarakat Adat Amfoang Minta Moratorium DOB Dicabut

      0
      Yakobus Klau dan Martinus Siki Siap Bawa Aspirasi Masyarakat

      Yakobus Klau dan Martinus Siki Siap Bawa Aspirasi Masyarakat

      0
      475 Kuda, Silat Kampung, Tarian Kebelai : Hus Kuda Usman Cup II Rote Ndao Tarik Wisatawan Asing

      475 Kuda, Silat Kampung, Tarian Kebelai : Hus Kuda Usman Cup II Rote Ndao Tarik Wisatawan Asing

      Juli 3, 2026
      Juara Hus Kuda Cup II Mika Manu “Bukan Sinetron” Bangga Ada Anak Rote di Senayan, Ini Soal Kebersamaan

      Juara Hus Kuda Cup II Mika Manu “Bukan Sinetron” Bangga Ada Anak Rote di Senayan, Ini Soal Kebersamaan

      Juli 3, 2026
      Kapolres Rote Ndao Ajak Warga ​Merawat Warisan Nenek Moyang di Hus Kuda Cup II Usman Cup

      Kapolres Rote Ndao Ajak Warga ​Merawat Warisan Nenek Moyang di Hus Kuda Cup II Usman Cup

      Juli 3, 2026
      Jaga Akurasi Data Pemilih, KPU Kupang Rekap PDPB Triwulan II Tahun 2026

      Jaga Akurasi Data Pemilih, KPU Kupang Rekap PDPB Triwulan II Tahun 2026

      Juli 1, 2026

      Recent News

      475 Kuda, Silat Kampung, Tarian Kebelai : Hus Kuda Usman Cup II Rote Ndao Tarik Wisatawan Asing

      475 Kuda, Silat Kampung, Tarian Kebelai : Hus Kuda Usman Cup II Rote Ndao Tarik Wisatawan Asing

      Juli 3, 2026
      162
      Juara Hus Kuda Cup II Mika Manu “Bukan Sinetron” Bangga Ada Anak Rote di Senayan, Ini Soal Kebersamaan

      Juara Hus Kuda Cup II Mika Manu “Bukan Sinetron” Bangga Ada Anak Rote di Senayan, Ini Soal Kebersamaan

      Juli 3, 2026
      319
      Kapolres Rote Ndao Ajak Warga ​Merawat Warisan Nenek Moyang di Hus Kuda Cup II Usman Cup

      Kapolres Rote Ndao Ajak Warga ​Merawat Warisan Nenek Moyang di Hus Kuda Cup II Usman Cup

      Juli 3, 2026
      138
      Jaga Akurasi Data Pemilih, KPU Kupang Rekap PDPB Triwulan II Tahun 2026

      Jaga Akurasi Data Pemilih, KPU Kupang Rekap PDPB Triwulan II Tahun 2026

      Juli 1, 2026
      149
      • Home
      • About
      • Pedoman Media Siber
      • Redaksi

      © 2023 Suara Harapan Group - Diterbitkan oleh PT. Suara Harapan Group Nomor: AHU-031021.AH.01.30. Tahun 2024.

      No Result
      View All Result
      • Home
      • News
      • Sosok
      • Advertorial
      • Editorial
      • Opini
      • Rohani
      • E-Magazine
      • Video
      • Foto

      © 2023 Suara Harapan Group - Diterbitkan oleh PT. Suara Harapan Group Nomor: AHU-031021.AH.01.30. Tahun 2024.

      Welcome Back!

      Login to your account below

      Forgotten Password?

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In