Majalah Suara Harapan – Di bawah langit cerah Lapangan Sepakbola Batakte, Sabtu (02/05/2026) pagi, ribuan pasang mata tertuju pada sosok Bupati Kupang, Yosef Lede.
Di tengah semarak tari-tarian daerah dan keriuhan pelajar, peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kabupaten Kupang tahun ini bukan sekadar seremoni rutin. Ia membawa pesan transisi besar: dari sekadar belajar, menuju pembentukan karakter yang tangguh.
Refleksi Filosofis: Memanusiakan Manusia
Membuka amanatnya, Bupati Yosef Lede mengajak seluruh hadirin kembali ke akar pemikiran Ki Hajar Dewantara. Baginya, pendidikan di Kabupaten Kupang harus berlandaskan sistem among—asah, asih, dan asuh.
”Pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang, untuk memanusiakan manusia,” tegas Yosef. Pernyataan ini seolah menjadi pengingat bagi para pendidik di Bumi Flobamora bahwa di balik angka-angka statistik kelulusan, ada potensi makhluk Tuhan yang harus dirawat dengan hati.
Menyambut Era “Deep Learning” dan Asta Cita
Salah satu poin krusial yang ditekankan Bupati adalah sinkronisasi program daerah dengan visi nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya adalah pembangunan SDM unggul melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
Untuk mendukung implementasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kupang telah memetakan lima kebijakan strategis:
- Revitalisasi Fisik & Digital: Memastikan sekolah bukan hanya gedung tua, tapi pusat literasi digital yang nyaman.
- Kesejahteraan Guru: Peningkatan kualifikasi melalui beasiswa dan tunjangan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”.
- Karakter & Nutrisi: Integrasi program Makan Bergizi Gratis dan gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk menekan angka perundungan.
- Literasi & STEM: Mempertajam kemampuan akademik melalui penguatan sains dan teknologi.
- Akses Inklusif: Memastikan anak-anak berkebutuhan khusus dan mereka yang berada di pelosok tetap mendapatkan layanan pendidikan yang setara melalui sekolah terbuka.
Kolaborasi di Luar Ruang Kelas
Menariknya, Hardiknas kali ini tak hanya soal pidato. Kehadiran stan UMKM, pelayanan kesehatan gratis dari Puskesmas Batakte, hingga pembukaan rekening bank bagi pelajar menunjukkan bahwa pendidikan adalah kerja kolosal yang melibatkan dunia usaha dan sektor kesehatan.
Bupati Yosef Lede secara lugas menyebutkan tiga kunci keberhasilan kebijakan ini: Mindset yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus. Tanpa sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat, visi pendidikan bermutu hanya akan menjadi narasi di atas kertas.
Semangat dari Lapangan Batakte
Acara ditutup dengan penuh kegembiraan saat para siswa pemenang lomba pidato Bahasa Inggris dan story telling menerima penghargaan. Gemuruh musik Ja’i bersama yang diikuti oleh jajaran Forkopimda, para guru, dan siswa menjadi simbol harmoni.
Dari Batakte, Kabupaten Kupang mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru NTT: bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan investasi peradaban untuk masa depan Indonesia yang lebih bermartabat.
*Prokopim


































