• Home
  • About
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Juni 5, 2026
  • Login
  • Home
  • NewsHot!
    Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat, Catatan Strategis Fraksi NasDem, Viktor Laiskodat untuk RAPBN 2027

    Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat, Catatan Strategis Fraksi NasDem, Viktor Laiskodat untuk RAPBN 2027

    Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

    Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

    Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

    Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

    USMAN HUSIN DORONG KEMENTERIAN KEHUTAN SERAHKAN KAWASAN HUTAN KE MASYARAKAT NTT

    USMAN HUSIN DORONG KEMENTERIAN KEHUTAN SERAHKAN KAWASAN HUTAN KE MASYARAKAT NTT

    Kata Dadan Hindayana Usai Dicopot dari Kepala BGN

    Kata Dadan Hindayana Usai Dicopot dari Kepala BGN

    PIP Jalur Aspirasi Stevano Jangkau1.600 Siswa dari 142 Sekolah se-Kabupaten Rote Ndao

    PIP Jalur Aspirasi Stevano Jangkau1.600 Siswa dari 142 Sekolah se-Kabupaten Rote Ndao

    Trending Tags

    • Sosok
      Kisah Kades Naunu, Romao Soares Menjaga Kepercayaan Masyarakat

      Kisah Kades Naunu, Romao Soares Menjaga Kepercayaan Masyarakat

      Hari Raya Pentakosta bersama Oma Taroci Niab di Desa Fatumetan yang “Terabaikan” oleh Pemerintah

      Hari Raya Pentakosta bersama Oma Taroci Niab di Desa Fatumetan yang “Terabaikan” oleh Pemerintah

      Blusukan Ala Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes

      Desa Manusak, Pantulan, Fatukanutu, Pakubaun, Tunfeu, dan Batuinan Diakui BPKP Perwakilan NTT Sebagai Desa Percontohan Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa

      Menghidupkan Asa Kisah Inspiratif Thobias Uly, Wakil Bupati Sabu Raijua

      Menghidupkan Asa Kisah Inspiratif Thobias Uly, Wakil Bupati Sabu Raijua

      Demas Koris Nubatonis Sosok Inspiratif Membangun Desa Oenuntono

      Demas Koris Nubatonis Sosok Inspiratif Membangun Desa Oenuntono

      Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T., Siap Mengambil Tantangan yang Lebih Besar dengan Mencalonkan Diri sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang

      Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T., Siap Mengambil Tantangan yang Lebih Besar dengan Mencalonkan Diri sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang

      Trending Tags

      • Nintendo Switch
      • CES 2017
      • Playstation 4 Pro
      • Mark Zuckerberg
    • Advertorial
      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Ditinjau Langsung Mensos, Gubernur, dan Bupati Kupang, Pembangunan SR Capai 75%, Hadiah Presiden Prabowo

      Ditinjau Langsung Mensos, Gubernur, dan Bupati Kupang, Pembangunan SR Capai 75%, Hadiah Presiden Prabowo

      Mengaca pada Kaca Pecah KUD: Tantangan Pasar dan Uang Beredar di Balik Koperasi Desa Merah Putih, Catatan  Kritis Daniel  Hurek 

      Mengaca pada Kaca Pecah KUD: Tantangan Pasar dan Uang Beredar di Balik Koperasi Desa Merah Putih, Catatan  Kritis Daniel  Hurek 

      Meidelzed Amtiran, Ketua Peppsi NTT Dukung Sensus Sapi di Kabupaten Kupang: Jujur Data, Naik Kuota, Harga Peternak Selamat

      Meidelzed Amtiran, Ketua Peppsi NTT Dukung Sensus Sapi di Kabupaten Kupang: Jujur Data, Naik Kuota, Harga Peternak Selamat

      Kejujuran Data Selamatkan Peternak

      Kejujuran Data Selamatkan Peternak

    • Editorial
    • Opini
    • Rohani
    • E-MagazineBaru
    • Video
    • Foto
    No Result
    View All Result
    Majalah Suara Harapan
    • Home
    • NewsHot!
      Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat, Catatan Strategis Fraksi NasDem, Viktor Laiskodat untuk RAPBN 2027

      Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat, Catatan Strategis Fraksi NasDem, Viktor Laiskodat untuk RAPBN 2027

      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      USMAN HUSIN DORONG KEMENTERIAN KEHUTAN SERAHKAN KAWASAN HUTAN KE MASYARAKAT NTT

      USMAN HUSIN DORONG KEMENTERIAN KEHUTAN SERAHKAN KAWASAN HUTAN KE MASYARAKAT NTT

      Kata Dadan Hindayana Usai Dicopot dari Kepala BGN

      Kata Dadan Hindayana Usai Dicopot dari Kepala BGN

      PIP Jalur Aspirasi Stevano Jangkau1.600 Siswa dari 142 Sekolah se-Kabupaten Rote Ndao

      PIP Jalur Aspirasi Stevano Jangkau1.600 Siswa dari 142 Sekolah se-Kabupaten Rote Ndao

      Trending Tags

      • Sosok
        Kisah Kades Naunu, Romao Soares Menjaga Kepercayaan Masyarakat

        Kisah Kades Naunu, Romao Soares Menjaga Kepercayaan Masyarakat

        Hari Raya Pentakosta bersama Oma Taroci Niab di Desa Fatumetan yang “Terabaikan” oleh Pemerintah

        Hari Raya Pentakosta bersama Oma Taroci Niab di Desa Fatumetan yang “Terabaikan” oleh Pemerintah

        Blusukan Ala Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes

        Desa Manusak, Pantulan, Fatukanutu, Pakubaun, Tunfeu, dan Batuinan Diakui BPKP Perwakilan NTT Sebagai Desa Percontohan Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa

        Menghidupkan Asa Kisah Inspiratif Thobias Uly, Wakil Bupati Sabu Raijua

        Menghidupkan Asa Kisah Inspiratif Thobias Uly, Wakil Bupati Sabu Raijua

        Demas Koris Nubatonis Sosok Inspiratif Membangun Desa Oenuntono

        Demas Koris Nubatonis Sosok Inspiratif Membangun Desa Oenuntono

        Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T., Siap Mengambil Tantangan yang Lebih Besar dengan Mencalonkan Diri sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang

        Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T., Siap Mengambil Tantangan yang Lebih Besar dengan Mencalonkan Diri sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang

        Trending Tags

        • Nintendo Switch
        • CES 2017
        • Playstation 4 Pro
        • Mark Zuckerberg
      • Advertorial
        Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

        Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

        Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

        Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

        Ditinjau Langsung Mensos, Gubernur, dan Bupati Kupang, Pembangunan SR Capai 75%, Hadiah Presiden Prabowo

        Ditinjau Langsung Mensos, Gubernur, dan Bupati Kupang, Pembangunan SR Capai 75%, Hadiah Presiden Prabowo

        Mengaca pada Kaca Pecah KUD: Tantangan Pasar dan Uang Beredar di Balik Koperasi Desa Merah Putih, Catatan  Kritis Daniel  Hurek 

        Mengaca pada Kaca Pecah KUD: Tantangan Pasar dan Uang Beredar di Balik Koperasi Desa Merah Putih, Catatan  Kritis Daniel  Hurek 

        Meidelzed Amtiran, Ketua Peppsi NTT Dukung Sensus Sapi di Kabupaten Kupang: Jujur Data, Naik Kuota, Harga Peternak Selamat

        Meidelzed Amtiran, Ketua Peppsi NTT Dukung Sensus Sapi di Kabupaten Kupang: Jujur Data, Naik Kuota, Harga Peternak Selamat

        Kejujuran Data Selamatkan Peternak

        Kejujuran Data Selamatkan Peternak

      • Editorial
      • Opini
      • Rohani
      • E-MagazineBaru
      • Video
      • Foto
      No Result
      View All Result
      Majalah Suara Harapan
      No Result
      View All Result
      Home News

      Catatan Hari Pers Nasional 2026: Hari Pers atau Hari Pengingat Akan “Matinya” Ruang Harapan

      by Suara Harapan
      4 bulan ago
      in News, Opini
      A A
      Catatan Hari Pers Nasional 2026: Hari Pers atau Hari Pengingat Akan “Matinya” Ruang Harapan
      130
      VIEWS
      Bagikan ke FacebookBagikan ke WA

      SETIAP tahun, tanggal 9 Februari, kita disuguhi upacara Hari Pers Nasional (HPN). Pidato-pidato tentang “kebebasan pers pilar demokrasi” bergema di ballroom hotel berbintang. Sementara di ruang redaksi, para wartawan bergulat dengan ancaman, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan tekanan untuk menuliskan “narasumber berkata” yang baik-baik saja. Ironi itu lebih tajam dari pisau. Pelaku media merayakan Hari Pers Nasional. Sementara jiwa pers itu sendiri sedang dijual per “gram” untuk menyambung hidup.

      BacaJuga

      Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat, Catatan Strategis Fraksi NasDem, Viktor Laiskodat untuk RAPBN 2027

      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Ada sebuah lelucon pilu yang kini beredar di ruang-ruang redaksi. Lebih mudah mencari hantu di gedung tua daripada mencari iklan yang bersedia membiayai kerja jurnalistik yang bermartabat. Pers Indonesia sedang “merangkak” dalam dua krisis sekaligus. Yakni, krisis ekonomi yang akut dan krisis keberanian yang kronis. Yang pertama membuat kantong kering, yang kedua membuat nurani kerontang.

      Data berbicara kasar. Iklan menguap, beralih ke platform digital yang tak memedulikan kebenaran, hanya engagement. Media-media besar bertahan dengan memangkas tulang dan daging. Ada PHK massal, pengurangan halaman, dan yang paling berbahaya—pengurangan substansi.

      Menurut data yang terungkap ke media, selama tahun 2023-2025 setidaknya ada 1.500 pekerja media kehilangan pekerjaan. Dan, tidak sedikit wartawan yang kena PHK mendirikan media online dengan sumber daya terbatas. Ada yang sukses, tapi lebih banyak yang “kembang kempis”.

      Lalu, untuk bertahan hidup, banyak media yang mengambil jalan pintas yang mematikan jiwa — menjadi “corong” kekuasaan, atau dalam bahasa kasarnya—buzzer bermedia. Tidak sedikit yang jadi media “pemeras” yang “kumpul kebo” dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

      Ini bukan sekadar transformasi bisnis. Ini adalah pengkhianatan publik. Ketika media mengganti misi penyampaian informasi dengan misi penyebaran pujian, ia telah beralih dari pilar demokrasi menjadi “tukang stempel” kekuasaan.

      Pemerintah, dengan segala keluhannya, bukannya membuka ruang dialog, justru mengeluarkan imbauan naif: “beritakan yang baik-baik saja”. Seolah-olah realitas bangsa ini hanya terdiri dari jalan mulus dan senyum semringah. Dan, bukan juga dari lubang di jalan, air mata di pinggir kota, dan kegelisahan di ruang hakim.

      Kuburan Massal yang Digali Bersama
      Krisis ekonomi media bukan lagi fenomena, melainkan kuburan massal yang digali bersama. Iklan, napas kehidupan media konvensional, telah kabur ke dunia digital yang tak peduli pada verifikasi. Hanya pada viralitas. Media besar tercekik, lalu mencari oksigen dari sumber yang paling dekat dan paling berbahaya, yaitu kantong kekuasaan. Mereka bertransformasi dari pemberi informasi menjadi “tukang puji”. Dari watchdog menjadi showdog yang menari-nari atas perintah pentolan sirkus politik.

      Dan kekuasaan? Boleh jadi tidak sekadar membuka kantong. Tapi juga membuka mulut untuk memberi sinal halus. “Imbauan untuk memberitakan yang baik-baik saja”. Kalimat itu, dalam segala kehalusan retorikanya, adalah “palu godam” yang menghantam fondasi jurnalisme. Ia adalah perintah untuk memandang Indonesia melalui kaca mata mawar, mengabaikan duri dan lubang yang membuat bangsa ini terhuyung-huyung. Pemerintah yang alergi terhadap kritik adalah pemerintah yang mengidap paranoid, yang melihat setiap pertanyaan bukan sebagai masukan, melainkan sebagai makar.

      Alergi terhadap kritik adalah gejala penyakit kekuasaan yang tak percaya diri. Kekuasaan yang sehat menyadari bahwa kritik yang jernih bukanlah racun, melainkan vitamin untuk kebijakan yang lebih kuat. Namun, yang kita saksikan adalah upaya sistematis untuk mengubah fungsi pers dari watchdog menjadi lapdog — dari anjing penjaga yang menggonggong tanda bahaya, menjadi anjing pangkuan yang mengibas-ngibaskan ekor menyenangkan majikan.

      Sebuah Peringatan bagi Nisan Idealisme
      Lalu, di tengah “panggung” sandiwara inilah Hari Pers Nasional – yang tahun ini dipusatkan di Serang, Banten. Sebuah peringatan yang semakin mirip “nisan” bagi idealisme yang mati muda.

      Maka, izinkan penulis menyampaikan otokritik, terutama untuk insan pers yang masih menghirup udara di ruang yang “pengap” ini. Paling tidak ada empat hal untuk diingat kembali.

      Satu, pers terlalu gampang menukar martabat dengan kontrak. Ketika tekanan ekonomi datang, apakah langkah pertama adalah berjuang mencari model bisnis baru yang independen, atau justru melirik “proyek khusus” dari kekuasaan? Banyak dari kita yang menggunakan kemewahan jargon “pertimbangan strategis” untuk membungkus praktik menjual ruang redaksi. Kita telah mengubah profesi ini dari profesi pencari fakta menjadi profesi pencari tender.

      Dua, pers menjadi penonton yang pasif atas pemiskinan diri. Alih-alih bersatu melawan tekanan yang mematikan. Pers lebih sering saling sikut memperebutkan remah-remah yang dilempar kekuasaan. Organisasi pers lebih sibuk mengurus sertifikasi dan perayaan, ketimbang membangun solidaritas konkret untuk wartawan yang di-PHK. Atau, diseret ke pengadilan karena pemberitaannya. Pendek kata, telah kehilangan naluri kolektif untuk bertahan secara terhormat.

      Tiga, pers larut dalam budaya “narasumberisme”. Pers hari ini terlalu sering menjadi stenografer yang rajin. Menuliskan apa kata pejabat, tanpa mengkontekstualisasi, menguji, atau—yang paling berbahaya—membandingkannya dengan realita di lapangan. Jujur, sebagian besar media telah meninggalkan tugas untuk menjadi interpretasi bagi publik, dan memilih menjadi pengeras suara bagi penguasa. Di mana investigasi mendalam? Di mana keberanian mewawancarai kekuasaan dengan pertanyaan yang menukik? Ia seringkali dikubur di bawah timbunan “news yang aman” dan “berdaging”.

      Empat, pers lupa pada publik, dan publik pun meninggalkan pers. Ketika kepercayaan publik hilang karena mereka membaca pemberitaan kita yang jurnalistik di satu halaman, dan iklan advertorial pemerintah yang masif di halaman lain. Jangan salahkan mereka beralih ke media sosial. Kita telah mengikis kepercayaan itu sendiri dengan sikap mendua. Pers yang seharusnya berada di sisi rakyat, kini sering dilihat berada di sisi proyek.

      Lantas, Apa Peran Pers di Masa Depan?
      Masa depan pers terletak pada revolusi mental dan bisnis secara bersamaan. Pertama, ia harus kembali menjadi “pembeda” yang jelas. Di tengah banjir informasi dan propaganda, nilai tertinggi adalah kredibilitas yang tak tergoyahkan. Itu hanya bisa dibangun dengan konsistensi menyajikan kebenaran, sekalipun pahit bagi kekuasaan dan—yang lebih sulit—bagi pemilik media sendiri.

      Kedua, ia harus berani mencari “ibu susu” yang baru. Ketergantungan pada iklan korporat dan proyek pemerintah adalah bunuh diri bertahap. Sudah waktunya berpikir serius tentang model membership, crowdfunding, yayasan, atau kerja sama antar media independen. Uang dari publik yang mengharapkan kejernihan, lebih mulia daripada uang dari kekuasaan yang menghendaki kepatuhan.

      Ketiga, ia harus menjadi jaringan, bukan menara yang terpisah-pisah. Kekuasaan yang represif akan selalu mencoba memecah belah. Solidaritas antar media, dengan organisasi masyarakat sipil, dan dengan serikat pekerja. Juga, dengan akademisi, adalah tameng yang kuat. Perlindungan kolektif terhadap insan pers yang diserang adalah suatu keharusan.

      Keempat, dan ini yang terpenting: pers harus kembali ke fungsi dasarnya. Pers tetap menjadi penyambung lidah rakyat yang terjepit, dan pengawas kekuasaan yang tak kenal lelah. Pers harus berani membajak tanah kebenaran yang mengeras, meski tangannya berkapalan.

      Hari Pers Nasional seharusnya bukan hari untuk pestasi jabatan tangan dengan penguasa. Hari Pers Nasional harusnya menjadi hari “berkabung” untuk ruang kritik yang mati. Dan, sekaligus hari sumpah untuk menghidupkannya kembali.

      Pers tidak butuh lebih banyak perayaan. Pers butuh lebih banyak keberanian. Keberanian untuk mengatakan, di tengah upacara yang meriah ini, bahwa “Raja tidaklah telanjang” adalah kebohongan terbesar yang bisa diberitakan pers—dan kita semua sedang menjadi bagian dari kebohongan itu.

      Pilihan ada di tangan pers sendiri. Ya, terus memperingati Hari Pers Nasional sebagai ritual kosong, atau menjadikan setiap hari sebagai hari untuk mempraktikkan pers yang sejati — yang berdiri di atas hasil kerja keras yang nyata dan kelembutan pada rakyat, ketegasan pada kekuasaan. Pilihannya sederhana, menjadi pelaku sejarah, atau menjadi tontonan dalam sejarah kebangkitan otoritarianisme baru.

      Terakhir, dan yang terpenting, pers harus kembali mempercayai rakyat. Rakyat tidak bodoh. Mereka bisa membedakan antara media yang menjilat dan media yang melayani. Dalam jangka panjang, kepercayaan adalah mata uang yang paling berharga. Media yang kehilangan kepercayaan, meski penuh iklan proyek, pada hakikatnya sudah menjadi bangkai.

      Nasib pers adalah nasib demokrasi kita. Jika pers sekarat karena menjadi buzzer, maka demokrasi pun tinggal menunggu waktu. Namun, jika ada secercah tekad dari insan pers yang tersisa untuk bangkit, membersihkan diri, dan berdiri tegak di atas kaki sendiri—maka masih ada harapan

      Eko B. Supriyanto,

      Pemimpin Redaksi Infobank Media Group

      Tags: Hari Pers Nasional 2026Kabupaten Kupang
      Share52Send
      Previous Post

      Selamat Memasuki Masa Emeritasi Pdt. Bendelina Doeka-Souk

      Next Post

      BUPATI KUPANG PIMPIN APEL KEKUATAN, MINTA SEKDA MENYELESAIKAN DPA

      BeritaTerkait

      Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat, Catatan Strategis Fraksi NasDem, Viktor Laiskodat untuk RAPBN 2027
      News

      Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat, Catatan Strategis Fraksi NasDem, Viktor Laiskodat untuk RAPBN 2027

      Juni 4, 2026
      124
      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial
      Advertorial

      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Juni 4, 2026
      182
      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial
      Advertorial

      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Juni 4, 2026
      115
      Next Post
      BUPATI KUPANG PIMPIN APEL KEKUATAN, MINTA SEKDA MENYELESAIKAN DPA

      BUPATI KUPANG PIMPIN APEL KEKUATAN, MINTA SEKDA MENYELESAIKAN DPA

      Stay Connected test

      • Trending
      • Comments
      • Latest
      Empat Bulan, Honorer di Kabupaten Kupang belum Mendapatkan Upah

      Empat Bulan, Honorer di Kabupaten Kupang belum Mendapatkan Upah

      April 12, 2025
      Beredar Nama Kandidat Bupati dan Wabup Kupang, Siapa Saja Mereka?

      Beredar Nama Kandidat Bupati dan Wabup Kupang, Siapa Saja Mereka?

      Maret 8, 2024
      Ini Dia 14 Nama Bakal Calon Bupati dan Wabup Kupang yang Melamar ke Partai Nasdem

      Ini Dia 14 Nama Bakal Calon Bupati dan Wabup Kupang yang Melamar ke Partai Nasdem

      Mei 10, 2024
      Angelus Nitti, Bintang Matematika Baru dari Amarasi, Kabupaten Kupang

      Angelus Nitti, Bintang Matematika Baru dari Amarasi, Kabupaten Kupang

      Juni 4, 2024
      APP: Umat KUB St. Ignatius Loyola Berbagi Kasih

      APP: Umat KUB St. Ignatius Loyola Berbagi Kasih

      0
      Temui Presiden Jokowi, Tokoh Masyarakat Adat Amfoang Minta Moratorium DOB Dicabut

      Temui Presiden Jokowi, Tokoh Masyarakat Adat Amfoang Minta Moratorium DOB Dicabut

      0
      Yakobus Klau dan Martinus Siki Siap Bawa Aspirasi Masyarakat

      Yakobus Klau dan Martinus Siki Siap Bawa Aspirasi Masyarakat

      0
      Bupati Kupang Beri Pesan dan Motivasi kepada Yupiter Loinati, Caleg Muda Kabupaten Kupang

      Bupati Kupang Beri Pesan dan Motivasi kepada Yupiter Loinati, Caleg Muda Kabupaten Kupang

      0
      Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat, Catatan Strategis Fraksi NasDem, Viktor Laiskodat untuk RAPBN 2027

      Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat, Catatan Strategis Fraksi NasDem, Viktor Laiskodat untuk RAPBN 2027

      Juni 4, 2026
      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Juni 4, 2026
      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Juni 4, 2026
      USMAN HUSIN DORONG KEMENTERIAN KEHUTAN SERAHKAN KAWASAN HUTAN KE MASYARAKAT NTT

      USMAN HUSIN DORONG KEMENTERIAN KEHUTAN SERAHKAN KAWASAN HUTAN KE MASYARAKAT NTT

      Juni 3, 2026

      Recent News

      Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat, Catatan Strategis Fraksi NasDem, Viktor Laiskodat untuk RAPBN 2027

      Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat, Catatan Strategis Fraksi NasDem, Viktor Laiskodat untuk RAPBN 2027

      Juni 4, 2026
      124
      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Juni 4, 2026
      182
      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Suzuki Mobil Kupang Manjakan Konsumen Loyal Lewat Showroom Event Spesial

      Juni 4, 2026
      115
      USMAN HUSIN DORONG KEMENTERIAN KEHUTAN SERAHKAN KAWASAN HUTAN KE MASYARAKAT NTT

      USMAN HUSIN DORONG KEMENTERIAN KEHUTAN SERAHKAN KAWASAN HUTAN KE MASYARAKAT NTT

      Juni 3, 2026
      150
      • Home
      • About
      • Pedoman Media Siber
      • Redaksi

      © 2023 Suara Harapan Group - Diterbitkan oleh PT. Suara Harapan Group Nomor: AHU-031021.AH.01.30. Tahun 2024.

      No Result
      View All Result
      • Home
      • News
      • Sosok
      • Advertorial
      • Editorial
      • Opini
      • Rohani
      • E-Magazine
      • Video
      • Foto

      © 2023 Suara Harapan Group - Diterbitkan oleh PT. Suara Harapan Group Nomor: AHU-031021.AH.01.30. Tahun 2024.

      Welcome Back!

      Login to your account below

      Forgotten Password?

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In