Oelamasi, Suara Harapan – Sejumlah petani Babau yang memiliki lahan di wilayah Dalam Kom mengeluhkan masalah ketersediaan air untuk mengairi tanaman mereka. Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Mesak Nikodemus Mbura, mengatakan bahwa sudah ada upaya penanganan masalah tersebut.
“Masalah ini disebabkan oleh kerusakan bendungan Leter T yang menjadi sumber air penadah hujan. Bendungan itu ambruk pada Februari 2023 lalu. Saya sendiri terlibat aktif mendampingi masyarakat untuk memperbaikinya,” kata Mesak.
Mesak menjelaskan bahwa bendungan Leter T berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS). Ia bersama masyarakat sudah memberikan berita acara penyerahan aset dari pemkab kepada pihak BWS pada akhir tahun 2023 lalu sesuai permintaan BWS.
“Kami antar langsung bersama tokoh masyarakat Babau. Kita doakan BWS bisa menganggarkan perbaikan bendungan di tahun 2024 ini,” ujar politisi Partai Perindo itu.
Sementara itu, sebagai upaya penanganan jangka pendek, Mesak juga membantu masyarakat untuk mendapatkan dukungan dari Bupati Kupang, Korinus Masneno.
“Bupati beri bantuan 100 unit bronjong. Kami juga ‘patungan’ untuk sewa alat berat dan beli bahan bakar. Penanganan darurat itu sudah selesai, tapi debit air di bendungan masih rendah sehingga harus ditampung dulu,” tutur Mesak.
“Kita berharap hujan bisa lebih bagus sehingga air bisa segera dialirkan ke lahan petani,” pungkasnya.



































