Majalah Suara Harapan – Perjalanan menembus batas ketimpangan infrastruktur kembali terukir di pedalaman Nusa Tenggara Timur.
Pada Minggu (6/9/2026), rombongan Yayasan Mitha Peduli Bersama menempuh perjalanan darat yang panjang dan melelahkan dari Kupang sejak pukul 09.30 WITA. Melewati Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), hingga Malaka, tim akhirnya menginjakkan kaki di Dusun Neoftatoe, Desa Teun, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, tepat pukul 19.36 WITA.
Medan ekstrem dan akses jalan yang sangat memprihatinkan tak surut meluluhkan semangat rombongan. Rasa lelah berjam-jam di perjalanan terbayar tuntas saat memasuki rumah, di mana para orang tua bersama anak-anak desa menyambut hangat kehadiran tim di bawah tenda sederhana yang telah mereka persiapkan.
Kehadiran Yayasan Mitha Peduli Bersama membawa misi kasih untuk menyebarkan senyum dan harapan di dua wilayah perbatasan:
Sumbangan Olahraga akan di serahkan di Kabupaten Malaka: Menyalurkan bantuan berupa pakaian olahraga untuk para siswa dan guru, serta bola voli beserta net guna mendukung kegiatan pemuda setempat.
Bantuan Sembako di Kabupaten Belu: Membagikan 200 paket sembako lengkap yang dilengkapi dengan kebutuhan sanitasi seperti sabun dan sampo bagi para orang tua di Dusun Neoftatoe.
Senyum kebahagiaan anak-anak dan keharuan warga malam (6/9) menjadi bukti bahwa jarak dan akses yang sulit bukanlah penghalang untuk menyalurkan kepedulian.
Cahaya kasih yang diusung Yayasan Mitha Peduli Bersama berhasil menyinari sudut pedalaman Timor, menegaskan bahwa mereka tidak berjalan sendirian.


































