Kupang, Suara Harapan – Masyarakat adat dari enam amaf Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, menyampaikan permintaan maaf atas penolakan sekelompok masyarakat Desa Silu terhadap kunjungan Bupati Kupang, Korinus Masneno, saat hendak syukuran jaringan listrik dan air bersih di desa mereka pada Selasa, 3 April 2024.
Permintaan maaf tersebut disampaikan oleh perwakilan masyarakat adat Desa Silu, termasuk para orang tua dan tokoh masyarakat, dalam pertemuan dengan Bupati Kupang di Kantor Bupati Kupang, Jumat (5/4/2024).
“Kami datang di hadapan Bapa untuk memohon maaf atas kejadian yang terjadi di Desa Silu yang sangat membuat hati kami masyarakat desa Silu sakit,” kata salah satu perwakilan masyarakat.
“Kami menentang keras orang-orang yang mengatasnamakan masyarakat desa Silu karena masyarakat desa Silu hidup dalam tatanan budaya yang beretika dan menghargai orang lain,” lanjutnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sekelompok masyarakat Desa Silu menghadang kehadiran Bupati Kupang Korinus Masneno dalam acara peresmian jaringan listrik dan air bersih di desa mereka pada Selasa 3 April 2024.
Penolakan kehadiran Bupati Kupang oleh warga disebabkan karena pengerjaan listrik belum 100 persen selesai, dan kegiatan syukuran atau seremonial peresmian yang dirancang sepihak oleh pemerintah kecamatan dan pemerintah desa tanpa melibatkan warga setempat. (*)

































