Kabupaten Kupang, Media Suara Harapan – Di Kantor Notaris, Senin (11/5/2026), Bobby Pakh, sosok yang baru saja menerima amanah sebagai Ketua Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI ) Kabupaten Kupang, berbagi visi besarnya untuk membawa olahraga ini kembali ke masa kejayaannya.
Bagi Bobby, jabatan ini bukan sekadar posisi, melainkan sebuah panggilan jiwa. Menoleh ke belakang, ia adalah ksatria tahun 1993 yang memulai tempaan fisiknya di Dojo STM Negeri Kupang.
Semangat untuk meraih medali mungkin tidak lagi melalui tangan kami secara langsung, tapi melalui adik-adik yang kami bina. Kami ingin Kabupaten Kupang kembali bicara di tingkat dunia, ujarnya dengan nada optimis.
Bobby telah memetakan langkah strategis yang terukur. Dalam jangka pendek, fokus utama adalah mempersiapkan atlet untuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) NTT yang akan digelar dalam waktu dekat.
Tak hanya itu, rutinitas kejuaraan di tingkat lokal seperti Piala Bupati tetap menjadi prioritas untuk menjaga iklim kompetisi.
Namun, bidikan terjauhnya ada pada tahun 2027. Bobby menargetkan para ksatria Kabupaten Kupang dapat menembus kualifikasi Pra-PON dan puncaknya adalah Kejuaraan Dunia Kempo di Nagoya, Jepang.
Kita punya sejarah manis. NTT pernah menjadi juara umum di kejuaraan dunia, dan penyumbang emasnya berasal dari ksatria-ksatria Kabupaten Kupang. Tantangan kita adalah mempertahankan dan menambah perolehan itu, tegasnya.
Di tengah gempuran tren gadget dan media sosial yang membuat generasi muda kian pasif secara fisik, Bobby menawarkan solusi nyata melalui pengembangan mental dan fisik di Kempo.
Ia memiliki misi ambisius: Membuka dojo di 24 kecamatan di seluruh Kabupaten Kupang.
PERKEMI akan bekerja sama dengan Pemerintah Desa dan sekolah-sekolah untuk menyediakan tempat latihan yang dekat dengan pemukiman warga.
Kami tidak ingin orang tua khawatir karena tempat latihan yang jauh. Kami akan kirim pelatih ke desa-desa. Misalnya di Tanah Merah, kita buka di sana agar anak-anak cukup jalan kaki saja. Kita ingin mereka sehat, memiliki mental yang kuat, dan tidak rendah diri, jelas Bobby.
Filosofi Shorinji Kempo yang menekankan bahwa kasih sayang tanpa kekuatan adalah kelemahan, kekuatan tanpa kasih sayang adalah kezaliman tampak meresap dalam visi Bobby.
Ia meyakini bahwa semakin tinggi ilmu bela diri seseorang, seharusnya ia semakin rendah hati dan menghargai sesama.
Melalui perluasan jangkauan dojo ini, Bobby berharap anak-anak di pelosok Kabupaten Kupang tidak hanya mahir secara fisik, tetapi juga terbentuk karakter persaudaraannya.
Mari bergabung dengan Kempo. Kita bangun masa muda yang punya tujuan dan cita-cita, jauh dari dampak negatif teknologi yang berlebihan. Ini adalah tentang masa depan Kabupaten Kupang, pungkasnya.


































