Pdt. Samuel B. Pandie. Ketua Majelis Sinode GMIT
Puji syukur kepada Tuhan Yesus, Sang Guru Agung, yang memimpin GMIT memasuki Perayaan Bulan Pendidikan Tahun 2024 saat ini. GMIT merayakan bulan Juli sebagai Bulan Pendidikan. Perayaan ini adalah wujud dari kesadaran seluruh anggota GMIT akan pentingnya pendidikan.
Kita semua menyadari bahwa pendidikan memiliki peranan yang besar dan krusial dalam kehidupan masyarakat dan pelayanan gereja. Walaupun data dan fakta menunjukkan bahwa tingkat pendidikan masyarakat kita masih didominasi tamatan SD dan SMP, namun tingkat kesadaran tentang pentingnya pendidikan mulai membaik.
Perubahan ke arah yang baik ini harus terus ditingkatkan dan diperjuangkan. Untuk itu perlu ada tekad bersama untuk terus memperbaiki tingkat pendidikan masyarakat dan anggota gereja.
Dengan tingkat pendidikan yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan mutu kehidupan dan kesejahteraan jemaat dan Masyarakat;sebaliknya, mengabaikan pendidikan dapat membuat mutu kehidupan semakin memburuk. Terhadap hal ini, Alkitab memperingatkan kita bahwa orang yang tidak menerima didikan akan mati dan tersesat (Amsal 5:23).
Dalam Perayaan Bulan Pendidikan tahun ini, kami hendak mengajak seluruh anggota GMIT untuk semakin memberi perhatian terhadap kondisi sekolah GMIT. Hingga saat ini, sekolah-sekolah GMIT masih terus bergumul dengan berbagai tantangan.
Sejak awal, gereja menjalankan fungsi pendidikan ini sebagai wujud diakonia reformatif gereja. Peran diakonia ini di satu pihak menempatkan sekolah GMIT di garda terdepan untuk menyiapkan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Namun di pihak lain, prinsip diakonia ini menyebabkan kesulitan keuangan.
Perbaikan gedung sekolah, pengadaan buku cetak, peningkatan kompetensi guru dan kebutuhan sekolah lainnya sangat bergantung pada bantuan pemerintah. Rata-rata honor guru hanya berkisar Rp 200.000-500.000 per bulan, yang dibayar empat bulan sekali sesuai tahapan pencairan Biaya Operasional Sekolah (BOS).
Belum lagi persoalan keabsahan tanah, kekurangan guru dan kualifikasi tenaga pendidik serta kebijakan tentang P3K yang masih menjadi persoalan yang terus digumuli sekolah-sekolah GMIT.
Meski demikian, kita juga patut bersyukur bahwa selalu ada jalan yang dibukakan oleh Tuhan untuk menolong GMIT. Kita bersyukur karena di sebagian wilayah, sekolah GMIT menjadi pilihan utama orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya. Pendidikan iman dan karakter Kristen menjadi ciri khas yang membedakannya dengan sekolah lain. Bahkan beberapa sekolah GMIT mencapai status akreditasi pemerintah yang baik dan sangat dipercaya masyarakat.
Ini tentu berita yang menggembirakan kita semua walaupun harus diakui bahwa jumlah sekolah GMIT bermutu ini belum merata di banyak tempat. Tuhan juga menolong GMIT sebagai lembaga dalam upaya-upaya meningkatkan mutu pendidikan GMIT.
Program-program menata dan meningkatkan kualitas pendidikan terus dilakukan oleh GMIT. Program Sekolah Unggul, Upaya revitalisasi sekolah GMIT, peningkatan kapasitas dan kualitas tenaga pendidik serta berbagai program lainnya terus dikembangkan.
Dalam upaya ini, GMIT tidak berjalan sendiri. Tuhan mengutus sahabat-sahabat/mitra-mitra untuk berjuang bersama. Untuk itu GMIT semakin menguatkan kerjasama dengan lembaga-lembaga mitra untuk semakin memberi perhatian bagi kemajuan Pendidikan di GMIT.
Mitra-mitra seperti Pemerintah, Majelis Pendidikan Kristen Wilayah NTT dan Perguruan-perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta, baik yang berada dalam wilayah pelayanan GMIT maupun yang berada di luar wilayah pelayanan GMIT ikut berkontribusi bagi Pendidikan di GMIT. Kerjasama itu mewujud dalam berbagai program peningkatan kapasitas sekolah dan beasiswa-beasiswa dengan berbagai skema.
Besarnya dukungan yang dikirimkan Tuhan ini seyogyanya menguatkan motivasi jemaat- jemaat untuk semakin terlibat dalam perjuangan bersama meningkatkan kualitas pendidikan GMIT. Keterlibatan itu telah dinyatakan dalam pemberian persembahan 2 persen pendidikan.
Untuk itu kami menghimbau agar keterlibatan itu terus dilakukan dan ditingkatkan demi kemajuan pendidikan GMIT yang kita cintai. Keterlibatan itu juga dapat dinyatakan dalam pemberian semangat dan dorongan yang terus menerus bagi jemaat agar dapat mengupayakan dana pendidikan dan mengupayakan jam belajar anak di rumah serta mendampingi mereka.
Militansi tenaga pendidik, kedisiplinan murid, perhatian orangtua dan kerjasama mitra menjadi kekuatan yang bersinergi dengan upaya GMIT menatap masa depan pendidikan yang dirancangkan Tuhan.
Perayaan Bulan Pendidikan Tahun 2024 akan ditandai dengan “Kampanye GMIT Berhikmat 2031.” Kampanye ini dilakukan untuk mewujudkan visi pendidikan GMIT sebagaimana diamanatkan oleh Dokumen Grand Design Pendidikan GMIT yakni “Terwujudnya pendidikan Kristen yang menghasilkan generasi berhikmat, Pancasilais dan mampu bergaul dengan bangsa-bangsa pada tahun 2031”.
Visi ini hanya bisa terwujud bila Perayaan Bulan Pendidikan tidak sekedar “iman tanpa perbuatan” (Yak. 2:17), ibadah tanpa aksi. Diperlukan adanya upaya konkret selain liturgi dan khotbah.
Kita bersyukur bahwa persembahan dana 2 persen pendidikan terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun tentu ini bukanlah satu-satunya solusi.
Kampanye GMIT Berhikmat 2031 ini hendak mengajak seluruh jemaat dan klasis untuk merumuskan dan membiayai program di bidang pendidikan. Program itu antara lain dengan membentuk Panitia Pembangunan Sekolah. Bila kita dapat membangun gedung gereja dengan biaya milyaran rupiah, maka tidak mustahil kita juga dapat membangun sekolah dengan membentuk Panitia khusus.
Program lain yang dapat dilakukan adalah Gerakan GMIT Mendidik. Tiap jemaat dan klasis mengutus dan membiayai guru untuk mengajar di pedesaan, atau dengan mengkoordinir guru-guru GMIT dalam wilayahnya untuk mengajar di sekolah pedesaan pada waktu tertentu.
Anggota jemaat dapat menjadi orangtua asuh dari anak-anak yang berkekurangan. Sebagian lagi dapat memberi beasiswa atau donasi berupa bantuan buku cetak bagi anak-anak kurang mampu. Atau dengan memberdayakan guru sekolah GMIT yang menerima honor sangat kecil.
Aksi-aksi seperti ini perlu terus dikembangkan sebab kunci sukses pembenahan sekolah GMIT terletak di tangan gereja selaku pemilik. Pendidikan Kristen adalah panggilan gereja yang hakiki, sama seperti pelayanan lainnya. Ia harus mendapat perhatian yang sejajar layaknya ibadah dan sakramen gereja.
Sudah seharusnya sekolah GMIT dipandang sebagai salah satu mata jemaat atau salah satu rayon dalam pelayanan gereja. Dengan begitu, upaya pengembangan sekolah dapat diakomodir dalam program dan pembiayaan gereja. Kampanye GMIT Berhikmat 2031 ini hendak mengajak seluruh jemaat GMIT untuk memikul tanggung jawab bersama dalam mengembangkan pendidikan GMIT.
Gelar Tuhan Yesus selaku “Guru” mengajak kita menjadikan pendidikan sebagai panggilan pelayanan gereja yang penting. Demikian pula Amanat Agung Tuhan Yesus sebelum kenaikan-Nya ke Surga (Mat. 28:18-20), yakni perintah “jadikanlah semua bangsa murid-Ku” dan “ajarlah mereka melakukan” adalah perintah pendidikan.
Marilah berdoa dan bekerja bersama agar selaku gereja kita dapat mewujudkan amanat Tuhan untuk mewujudkan anggota GMIT yang berhikmat. Tuhan Yesus memberkati pendidikan GMIT. (*)


































