Selamat memperingati Jumat Agung 2026. Dalam keheningan suci ini, saya merenungkan kembali pengorbanan Kristus di kayu salib, sebuah puncak cinta sejati yang memberi tanpa hitungan dan setia meski menanggung luka.
Dari pengorbanan itu, kita belajar bahwa kasih selalu melahirkan harapan dan memanggil kita untuk lebih peduli pada sesama. Di tengah dunia yang kerap gaduh oleh kepentingan, Jumat Agung mengingatkan bahwa terang akan selalu menembus kegelapan.
Saya percaya, bangsa ini akan semakin kokoh jika kita membangun hidup di atas landasan kasih dan kemanusiaan. Kiranya semangat ini menuntun kita menjadi pribadi yang rendah hati, tulus, dan hadir sepenuhnya bagi rakyat. Semoga kita senantiasa berjalan dalam terang kasih-Nya.



































