KUPANG, SH – Momentum perayaan Bulan Keluarga GMIT di Jemaat Pengharapan Dendeng, Noelbaki ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Pastori 2, Minggu (13/10).
Sekretaris Majelis Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi Karya Wenyi, dalam kotbahnya menyampaikan pesan penting tentang peran kasih dan kebersamaan dalam keluarga.
Ia menegaskan bahwa kasih adalah dasar dari hubungan yang sehat dalam keluarga dan masyarakat.
“Kalau ada kasih, maka perbedaan dianggap sebagai kekayaan. Sebaliknya, tanpa kasih, perbedaan bisa menjadi sumber perpecahan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar setiap keluarga merayakan kebersamaan, bukan terjebak dalam konflik tentang siapa yang benar dan salah.
GMIT mendefinisikan diri sebagai Keluarga Allah atau Famila Dei di mana setiap orang diterima dan diperlakukan setara. Hal ini, menurut Pdt. Lay, penting untuk menjaga kesatuan dan kedamaian di tengah jemaat, gereja, dan masyarakat luas.
Ketua Tim Pelayanan Perayaan Bulan Keluarga, Magdalena J. R. Bengu, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pembangunan Pastori 2 telah melalui tahapan panjang, dari perencanaan hingga pelaksanaan.
“Pastori ini menjadi tempat tinggal bagi hamba Tuhan dan tempat pertemuan keluarga jemaat. Kami sadar bahwa pekerjaan ini membutuhkan doa dan dukungan materi yang besar, namun kami percaya dalam kesatuan hati, Tuhan akan membuka jalan,” kata Magdalena.
Camat Kupang Tengah, Roby Meok, yang hadir dalam kesempatan tersebut menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan gereja dalam mensejahterakan masyarakat.
“Mari kita bersama-sama membangun rumah pelayanan ini demi kebaikan bersama,” ajaknya.
Turut hadir dalam peletakan batu pertama Jemaat GMIT Pengharapan Dendeng, Kepala Desa Noelbaki, Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Mesak Mbura,Jerry Manafe, Melki Buraen, beserta undangan lainnya. (*)


































