Bacaan Alkitab: Kejadian 20:1-18
Tema : Pertolongan Tuhan dalam Kegagalan Manusia
Pengantar
Banyak orang berkata bahwa dirinya adalah orang yang setia. Tetapi seseorang belumlah sungguh-sungguh dapat dikatakan setia sebelum kesetiaannya melalui ujian dan tantangan. Kita semua mengenal Abraham sebagai Bapa orang beriman. Sebutan ini diberikan kepada Abraham bukan tanpa alasan. Namun iapun menghadapi tantangan, salah satunya saat ia berhadapan dengan Abimelek raja Gerar. Abraham gagal menjaga kesetiaan dan kekudusan keluarganya.
Penjelasan Teks
Teks ini tidak memberikan alasan mengenai keberangkatan Abraham dari hutan kecil di Mamre dekat Hebron. Kawanan ternaknya mungkin telah menanduskan daerah-daerah di sana, atau perubahan-perubahan politik mungkin telah mengganggu kedamaian. Ia berjalan ke barat daya Negeb, dan menetapdi Gerar. Kata menetap menyatakan bahwa kediaman di sana cukup permanen.
Abraham memiliki kecurigaan yang dalam tentang Abimelekh, raja Gerar yang mungkin saja bisa membahayakannya. Abimelekh sebetulnya bukan merupakan sebuah nama, tetapi sebuah gelar bagi raja daerah itu, sama seperti Firaun adalah gelar bagi raja Mesir.
Raja Gerar pada masa Ishak disebut Abimelek (Kej. 26:28). Karena kecurigaan itu, maka di Gerar terulang lagi kisah 25 tahun lalu yang terjadi di Mesir, dimana Abraham dalam ketakutannya, mengatakan bahwa Sara adalah saudaranya, karena itu Abimelekh mengambil Sara sebagai istrinya.
Ada dua alasan Abimelek mengambil Sara sebagai istri: Pertama, ia ingin mempunyai hubungan yang baik dengan Abraham yang kaya itu. Ini adalah pandangan orang-orang yang menganggap bahwa tidak mungkin Abimelekh tertarik pada kecantikan Sara karena tidak mungkin Sara masih cantik pada usia 90 tahun.
Alasan yang mereka pakai adalah berbeda dengan dalam Kej. 12, di mana secara jelas dikatakan bahwa Sara itu cantik (Kej.12:14-15), di sini tidak dikatakan apa-apa tentang kecantikan Sara. Ini menunjukkan bahwa Sara sudah tidak cantik lagi.
Keberatan terhadap pandangan ini adalah kalau Sara tidak cantik lagi, mengapa Abraham masih takut ada orang yang akan membunuh dia dan mengambil Sara? Kedua, karena kecantikan Sara, Abimelekh mengambil Sara (ay.2), menunjukkan bahwa Sara memang diberkati dengan kecantikan yang luar biasa.
Tindakan penipuan Abraham ini merupakan pengulangan dari peristiwa dalam Kejadian 12:12-13, di mana hal yang sama dilakukan terhadap Firaun. Bahkan dikatakan, “… katakanlah tentang aku di tiap-tiap tempat di mana kita tiba: Ia saudaraku” (ay.13), maka jelaslah bahwa tindakan ini merupakan suatu tindakan yang rutin dari Abraham.
Abraham yang adalah orang beriman, jatuh dalam tantangan dan godaan, ketika ia harus menyangkali istrinya, saat berhadapan dengan Abimelekh. Abraham gagal kali ini untuk melindungi keluarganya.
Terhadap kegagalan Abraham ini, Allah tidak tinggal diam. Melalui mimpi Allah mencegah Abimelekh berbuat dosa dengan mencegahnya menghampiri Sara (ay.4-6). Allah memberikan semacam tulah kemandulan (ay. 17-18).
Ada yang menafsirkan ini bukan sekedar kemandulan biasa, karena bisa diketahui dalam waktu yang singkat. Mereka berpendapat bahwa ini semacam penyakit yang menyebabkan orang tidak bisa melakukan hubungan seksual. Karena itu Abimelekh tidak bisa menghampiri Sara.
Ketika diperingatkan, Abimelek sadar dan mengembalikan Sara kepada Abraham. Dia takut karena teguran Tuhan yang juga mengatakan bahwa Abraham adalah seorang nabi. Abraham disamakan dengan seorang nabi untuk menekankan sifat resmi doa syafaatnya, bukan kemampuannya untuk menubuatkan berbagai peristiwa.
Kata nabi di sini muncul untuk pertama kalinya dalam Alkitab. Doa syafaat Abraham menyelamatkan nyawa Abimelekh (ay.3,7) dan mengakhiri kemandulan yang telah dikenakan Allah atas rumah tangganya (ay.17-18).
Dalam percakapan dengan Allah melalui mimpi, Abimelekh berkata, “Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah?” (ay 4), pertanyaan ini mungkin disebabkan rasa takut bahwa bangsanya akan dihancurkan seperti Sodom dan Gomora.
Kata-kata tak bersalah, hati yang tulus dan tangan yang suci (ay 4-5) menunjukkan bahwa Abimelekh betul-betul merasa tidak bersalah. Namun Allah menyatakan kebenaran dengan mencegah dia dari berbuat kesalahan, karena Sara adalah istri Abraham.
Abimelekh mengindahkan apa yang disampaikan kepadanya, ia memanggil hamba-hambanya dan menceritakan hal itu kepada mereka. Ini menunjukkan kerendahan hati Abimelekh, sekaligus menunjukkan bahwa ia menaati Allah.
Setelah itu Abimelek bertemu dengan Abraham dan menegurnya. Teguran Abimelekh kepada Abraham mengingatkan akan teguran Firaun kepadaNya (Kej 12:17-20). Abimelekh juga tidak bisa memahami mengapa Abraham bisa berbuat demikian (ay 10).
Semua alasan yang diajukan Abraham tidak memadai dan menunjukkan iman yang lemah dalam peristiwa ini. Pertama-tama ia mengatakan karena takut akan Allah tidak terdapat di Gerar, ia yakin bahwa ia akan dibunuh oleh karena istrinya (ay 11); kemudian ia mengatakan bahwa Sara memang saudaranya.
Sara memang setengah saudara dengan Abraham (ay 12), tetapi karena sudah menjadi istri Abraham, maka kata-kata Abraham itu merupakan half truth (setengah kebenaran). Berarti, Abraham dan Sara telah mengatakan sesuatu yang tidak benar ketika berhadapan dengan berbagai tantangan yang mereka hadapi.
Kebaikan Abimelekh sesudah Abraham mengaku tidak berbeda dengan kebaikan Firaun. Abimelekh memberi Abraham kambing domba, lembu sapi, hamba-hamba, dan memberinya kebebasan untuk menetap di mana pun di wilayahnya (ay 14-16).
Walaupun Abraham terus-menerus setengah berbohong dan menbahayakan Sara istrinya, Allah bersikap sabar, mengampuni dan menjawab permohonan Abraham. Akan tetapi Allah tidak mengabaikan dosa Abraham, sebaliknya Allah menyingkap kedua penipuannya, baik terhadap Firaun maupun terhadap Abimelekh dan dengan demikian memperingatkan dia akan akibat yang serius dari dosanya.
Tindakan Allah menunjukkan bahwa Allah tidak berkenan terhadap berbagai tindakan yang tidak menjaga kekudusan hidup sebagai orang pilihan Allah.
Aplikasi
Beberapa hal bisa kita pelajari dari teks ini antara lain: Manusia berdosa karena itu bisa jatuh dalam berbagai godaan dan pencobaan. Dikenal sebagai bapak orang beriman, dalam perjalanan hidup Abraham sangatlah banyak kejadian yang menggambarkan jikalau Abraham adalah manusia biasa dan bisa mengalami grafik naik ataupun turun dalam hal kerohanian.
Sekali lagi setelah kejadian di Mesir, Abraham kembali gagal dan membahayakan rencana Allah bagi keluarganya. Namun di tengah kondisi ini, pertolongan Tuhan selalu ada. Allah tetap menunjukkan kesetiaan-Nya untuk menjaga kehidupan keluarga orang-orang pilihan-Nya. Allah tidak tinggal diam, Ia turun dan menegur Abimelek dan setelah itu Abimelek bertemu dengan Abraham serta memberikan berbagai pemberian kepadanya. Abimelek sadar dan mengembalikan istri Abraham.
Hal ini menunjukkan pelajaran bahwa dalam kenyataanya sebagai orang pilihan Allah, mereka bisa saja gagal dalam menghadapi godaan kesetiaan, namun kehadiran Allah dengan cara-Nya, kembali menempatkan hakekat hidup orang-orang pilihan yang harus mengutamakan kekudusan hidup.
Kehidupan keluarga orang percaya, tidak kebal terhadap berbagai pencobaan dan godaan, tetapi mereka yang setia pada Allah, akan selalu ada cara Allah untuk menolong mereka. Hal ini bisa datang dari teguran dan nasehat orang-orang di sekitar mereka.
Keluarga-keluarga Kristen bisa saja mengalami berbagai ujian dalam hal menjaga kesetiaan, namun panggilan untuk menjaga kekudusan harus terus dihidupi dan diusahakan. (Sinode GMIT)


































