Majalah Suara Harapan – Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) angkat bicara Abi Yerusa Sobeukum (Sabtu, 08/03/25) dengan tegas menolak peralihan Gunung Timau-Mutis menjadi Taman Wisata.
Menurutnya, Gunung Timau-Mutis merupakan pusat peradaban masyarakat Timor yang kaya akan budaya dan sakral.
Abi khawatir bahwa perubahan status menjadi Taman Nasional akan membuat kesakralan dan kekayaan budaya masyarakat Timor menjadi luntur.
Ia juga mengingatkan bahwa Soekarno pernah mengatakan bahwa “jas merah jangan sekali-kali melupakan sejarah”.
Sebagai alternatif, Politisi PKB ini mengusulkan agar Gunung Timau-Mutis dikembalikan menjadi cagar alam.
Ia berpendapat bahwa peralihan ini tidak akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat, dan bahwa ada sektor lain yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian warga, seperti 112 wisata yang belum dikembangkan di Kabupaten Kupang.
Arnolus Mooy, Ketua Fraksi PKB Kabupaten, menambahkan pemerintah harus mendengar keluhan warga adat terkait penolakan perubahan status Gunung Timau-Mutis menjadi Taman Nasional.
Menurutnya, hal ini penting untuk menjaga kesakralan dan kebudayaan masyarakat setempat.
Pemerintah harus mempertimbangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat adat dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan kawasan tersebut, pungkasnya.
Sedangkan DPRD Kabupaten Kupang, Obed Laha menekankan pentingnya kawasan Timau – Mutis sebagai simbol kulturnya masyarakat Amfoang Timor.
Menurutnya, kawasan ini merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat orang Timor, Ini menunjukkan bahwa kawasan Timau – Mutis memiliki nilai budaya leluhur yang sangat tinggi bagi masyarakat Amfoang. Ungkapnya.


































