MAJALAH SUARA HARAPAN – Senyum bahagia tidak bisa disembunyikan dari wajah Pendeta Yunus Polli. Ketua Kelompok Tani Syalom Sejahtera ini berkali-kali mengungkapkan rasa syukurnya saat meninjau langsung proyek perbaikan saluran irigasi di Dusun Dendeng, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang -NTT Sabtu (18/7/2026).
Bagaimana tidak? Saluran irigasi yang menjadi urat nadi pertanian di wilayah tersebut sudah berusia sekitar 75 tahun. Puluhan tahun lamanya para petani setempat mengajukan permohonan bantuan perbaikan setiap tahun, namun hasilnya selalu nihil.
Baru di awal tahun 2026 ini, secercah harapan itu muncul setelah mereka mendapat kabar baik dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) setempat.
Sebelum adanya perbaikan ini, para petani Dendeng – Noelbaki harus bersusah payah mengairi sawah mereka. Kadang mereka terpaksa menggunakan sistem pompanisasi yang memakan biaya operasional tidak sedikit agar air bisa sampai ke lahan. Namun kini, cerita lama itu mulai berganti.
Adapun manfaat saluran tersier ini, air tidak lagi tenggelam. Dulu kami harus selalu pakai pompanisasi, ungkap Pdt. Emr. Yunus Polli dengan nada lega di lokasi pembangunan.
Kehadiran irigasi permanen ini menjadi berkah besar, terutama saat para petani tengah memasuki Musim Tanam (MT) kedua tahun 2026. Aliran air kini menjadi lebih lancar.
Proyek fisik yang sedang berjalan ini merupakan bagian dari Program Pemeliharaan Irigasi Tersier (PITER) yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Kelompok Tani Syalom Sejahtera dipercaya penuh untuk mengelola dana bantuan sebesar Rp100 juta tersebut guna memperbaiki saluran sepanjang 200 meter.
Sedangkan Ren Sinlae menambahkan, brdasarkan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) bersama PPL, proyek yang dikerjakan secara swakelola sejak 1 Juli 2026 ini menunjukkan progres yang sangat positif.
Target Kontrak Kerja 60 hari kalender, realisasi telah mencapai 80% hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga minggu.
Pengerjaan terus dikebut agar selesai lebih cepat dari target kontrak, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan optimal pada musim tanam kali ini.
Dengan menyisakan 20% sisa pekerjaan fisik, saluran irigasi kini siap mengalirkan kesejahteraan bagi petani, ungkapnya.


































