Majalah Suara Harapan — Perjalanan menyusuri aspal hitam menuju Kecamatan Sulamu kini tak lagi sewajah beberapa pekan lalu.
Rabu, 20 Mei 2026, Suara Harapan kembali menempuh rute yang sama, merekam sebuah perubahan penting yang lahir dari desakan ruang publik dan ketajaman pena investigasi.
Belum genap setahun berlalu sejak proyek jalan hotmix Sulamu rampung dikerjakan oleh pihak ketiga pada tahun 2025.
Ingatan publik masih segar ketika Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Kupang turun melakukan uji petik di lapangan beberapa waktu lalu.
Hasilnya mencengangkan, ditemukan sedikitnya 23 titik kerusakan berat.
Di titik-titik tersebut, lapisan hotmix yang seharusnya kokoh justru terkelupas mencapai hitungan meter.
Kerusakan dini ini memicu gelombang tanya dari masyarakat dan perhatian serius dari media massa yang terus mengawal jalannya realisasi anggaran daerah di Kabupaten Kupang.
Waktu itu kami bingung, ini jalan baru kerja tapi kok sudah hancur begini, ujar salah satu warga melalui WhatsApp kepada Suara Harapan
Namun, cerita Hotmix di Sulamu tidak berakhir sebagai proyek gagal yang diabaikan. Intensitas pemberitaan serta kontrol sosial yang konsisten akhirnya membuahkan hasil nyata.
Berdasarkan data 23 titik kerusakan yang sempat diekspos, pihak rekanan menunjukkan itikad baik dan tanggung jawabnya.
Mereka telah kembali menurunkan alat berat dan material untuk menutup serta memperbaiki kembali lubang-lubang hotmix yang terkelupas.
Dalam pantauan Suara Harapan di sepanjang jalur Sulamu kemarin, aspal-aspal kini telah tertutup rapi.
Masyarakat Sulamu dan para pelintas jalan kini bisa bernapas lega, dari Hotmix Sulamu kita belajar, bahwa suara rakyat yang disuarakan dengan lantang dan berbasis data, tak akan pernah berakhir sia-sia.


































