Majalah Suara Harapan – Ada kebahagiaan tersendiri bagi Viktor Bungtilu Laiskodat setiap kali kembali ke Timor Tengah Utara. Di Desa Oesena, Kecamatan Miomaffo Timur, ia bertemu lebih dari seribu warga.
“Wajah-wajah penuh harapan, senyum yang tulus, dan cerita yang mengalir membuat saya kembali diingatkan bahwa pengabdian selalu dimulai dengan mendengar” ujarnya.
Sejak kecil, Viktor mengaku diajarkan orang tuanya untuk hidup dengan memberi manfaat bagi sesama. Nilai itu yang terus ia pegang hingga hari ini.
“Amanah boleh berganti, jabatan boleh berubah, tetapi alasan saya melangkah tetap sama: bekerja agar semakin banyak orang memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya.
Ia mengenang masa kecilnya yang sederhana, saat belajar berbagi agar ada anak yang tetap bisa bersekolah. Pengalaman itu terus hidup di dalam hatinya.
Setiap kali melihat anak-anak TTU, Viktor membayangkan mereka tumbuh sehat, cerdas, penuh percaya diri, dan berani bermimpi setinggi mungkin.
Ia juga berharap semakin banyak perempuan TTU yang bisa belajar hingga ke berbagai penjuru dunia, lalu pulang membawa ilmu untuk membangun tanah kelahirannya.
Menurutnya, TTU menyimpan kekuatan luar biasa dari pertanian, peternakan, alam, dan yang paling berharga adalah manusianya.
“Dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemauan untuk terus belajar, saya yakin akan lahir lebih banyak peluang yang menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” tegasnya.
Yang perlu terus kita buka adalah ruang untuk bertumbuh dan kesempatan untuk menunjukkan kualitas diri. Ketika kesempatan itu datang, kita sambut dengan kerja keras, disiplin, dan hati yang tidak mudah menyerah,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, ia menyampaikan terima kasih atas pelukan, jabat tangan, doa dan harapan dari masyarakat TTU.
Saya pulang membawa semuanya di dalam hati. Amanah itu akan terus saya perjuangkan, karena saya ingin melihat Timor Tengah Utara semakin maju, tutupnya.


































